
Kini Madika telah mendarat di lantai arena pertarungan.
ia pun langsung menghadap ke arah Freon yang sudah berada di arena itu.
Melihat kedua peserta telah berada di arena pertarungan itu, kini si pemimpin pertandingan pun langsung memulai pertarungan.
[baiklah, karena kedua peserta sudah ada di arena, maka tanpa basa-basi mari kita mulai pertarungan-nya dari sekarang!!.... mulai!!] teriak pemimpin pertandingan dengan penuh semangat.
Setelah mendengarkan ucapan si pemimpin pertandingan itu, kini Freon pun mulai tersenyum licik menatap Madika.
"baiklah, sebelum melakukan pertarungan yang sesungguh-nya, bagaimana kalau kita pemanasan dulu?" ucap Freon sambil menciptakan puluhan lingkaran angin di udara.
"pemanasan?.... boleh juga." ucap Madika dengan santai-nya menanggapi perkataan Freon.
Freon yang mendengar hal itu pun kini langsung menyerang Madika mengeluarkan pedang dari puluhan lingkaran angin milik-nya.
"baiklah, kalau begitu cobalah untuk mengatasi serangan-ku ini!" ucap Freon dengan ekspresi percaya diri dan bersemangat.
Setelah berkata seperti itu, kini pedang angin yang muncul dari lingkaran angin pun langsung melesat ke arah Madika.
Ki i terlihat puluhan pedang angin terlihat bagaikan hujan yang bergerak cepat menghampiri Madika.
Madika yang melihat serangan pedang itu, kini dengan cepat menciptakan sebuah pedang di tangan kanan-nya sambil bergerak menghindari serangan pedang angin Freon.
sambil menghindar, Madika juga sesekali menebas pedang angin Freon itu.
dengan gerakan yang lincah Madika menebas dan menghindari puluhan pedang milik Freon.
Freon yang melihat hal itu kini langsung menambah jumlah pedang angin-nya.
"ternyata kau lumayan juga, bagaimana kalau ku tambahkan jumlah-nya agar lebih banyak." ucap Freon yang kini langsung mengangkat satu tangan-nya ke udara.
seketika itu juga langsung muncul ratusan lingkaran angin di udara.
kini terlihat pedang angin mulai bermunculan dari lingkaran angin itu.
Ketika pedang angin itu belum keluar secara sempurna dari lingkaran angin, kini terlihat dua buah lengkungan angin menghantam tubuh Freon dan menghasilkan ledakan kecil.
__ADS_1
beruntung Freon masih sempat membuat sebuah perisai angin di depan-nya sehingga serangan lengkuas angin dari Madika berhasil di blokir oleh-nya.
Namun tidak cukup sampai di situ, ternyata saat ini masih banyak lengkungan angin melesat ke arah Freon.
"bukan hanya kau saja yang boleh menyerang di sini!" ucap Madika yang saat ini sedang melakukan tebasan angin secara terus-menerus.
"hmmp.... serangan seperti ini tidak ada apa-apanya bagi-ku!" ucap Freon sambil menghilangkan perisai-nya dan melompat ke belakang sambil bergerak menghindari serangan lengkungan angin Madika.
Setelah Freon mendapatkan sedikit kesempatan untuk melancarkan jurus-nya, kini Freon pun langsung melancarkan serangan pedang angin-nya.
Kini ratusan pedang angin bagaikan hujan langsung melesat ke arah Madika.
Melihat ratusan pedang angin itu, kini Madika pun langsung menciptakan dua pedang angin di tangan-nya.
"kemari-lah!.... biar ku jadikan kau sebagai ujian untuk mengasah kemampuan berpedang-ku!" ucap Madika yang tampak bersemangat.
Lalu Madika pun langsung bergerak.
ia maju ke depan sambil mengayunkan pedang-nya.
lalu saat ada beberapa pedang yang tak sempat ia tebas, ia pun langsung melompat sambil memutar tubuh-nya di udara sehingga tampak tiga buah pedang angin Freon yang hanya berjarak sekitar 2cm dari tubuh-nya kini hanya bergerak melewati tubuh Madika.
saat Madika melompat ke belakang, Madika langsung melakukan tebasan dengan teknik memutar sehingga beberapa pedang yang melesat ke arah-nya saat dia masih di udara kini berhasil ia blokir.
Madika pun kini terus bergerak dengan cepat.
ia tak bisa terlalu lama berhenti di satu posisi karena serangan ratusan pedang itu terus berdatangan bagaikan hujan yang tidak ada habis-nya.
Karena serangan pedang angin itu masih belum habis juga, Madika pun kini menyatukan dua pedang di tangan-nya itu dengan cara menyatukan dua ujung gagang pedang-nya sehingga pedang-nya jadi terlihat seperti sebuah tombak dengan dua ujung yang runcing.
lalu dengan segera ia memutar kedua pedang itu hingga putaran-nya tampak seperti sebuah lingkaran angin. bahkan angin di sekitar tempat Madika memutar pedang-nya itu tampak seperti mengelilingi Madika dan membungkus Madika di dalam-nya.
Kini serangan pedang angin milik Freon berhasil di blokir oleh Madika.
semua serangan pedang angin yang mengarah pada Madika langsung terpatahkan oleh lingkaran angin tersebut.
Kini serangan pedang angin Freon telah berhenti, tak ada satu-pun pedang angin lagi yang melesat ke arah Madika.
__ADS_1
lalu Madika pun berhenti memutar pedang-nya itu, lalu memisahkan kembali kedua pedang-nya itu dan memegang kedua pedang-nya itu di kedua tangan-nya.
Melihat semua serangan pedang angin-nya berhasil di patahkan oleh Madika, kini Freon pun langsung membuat sebuah pedang angin yang cukup besar.
ia kemudian memegang gagang pedang angin itu menggunakan kedua tangan-nya dan mulai pasang kuda-kuda untuk menyerang Madika.
"kemampuan berpedang-mu lumayan juga.... aku jadi ingin mencoba beradu teknik pedang dengan-mu!" ucap Freon dengan semangat.
lalu dengan segera Freon pun langsung melesat ke arah Madika.
"kalau begitu biar ku kabulkan keinginan-mu itu!" balas Madika yang kemudian langsung melesat ke arah Freon.
Kini kedua-nya pun langsung bertemu di tengah-tengah.
Freon dengan cepat melancarkan tebasan yang sangat kuat menggunakan pedang besar-nya itu
Madika yang melihat serangan itu langsung pasang posisi dan dengan segera menyilang-kan pedang-nya untuk memblokir tebasan pedang Freon.
kini pedang besar milik Freon langsung menghantam kedua pedang Madika yang saling menyilang itu.
hantaman dari pedang Freon dan Madika pun menghasilkan ledakan yang cukup besar dan menciptakan gelombang angin dengan tekanan yang sangat kuat sampai-sampai gelombang angin itu menghantam para penonton di seluruh stadion itu hingga rambut mereka beterbangan dan berantakan.
Namun pergerak-kan kedua-nya tidak cukup sampai di situ, kini Freon dan Madika terus beradu pedang.
setiap kali pedang mereka saling berhantaman, maka terciptalah sebuah gelombang angin yang kuat yang bahkan sampai bisa di rasakan oleh seluruh penonton di stadion itu.
Para siswa yang ada di seluruh stadion pun tampak mulai gaduh.
"luar biasa! hanya adu pedang saja namun bisa memberikan efek serangan yang seperti ini!"
"aku yakin tebasan pedang mereka berdua itu pasti sangat kuat sampai-sampai efek serangan-nya bisa menghasilkan tekanan angin yang sekuat ini!"
"benar sekali! jika orang dengan kemampuan standar seperti kita menerima serangan seperti itu, aku yakin pasti sudah kalah sejak tadi!"
"huhh.... itu lah salah satu alasan-ku tidak mau ikut serta dalam pertarungan ini karena aku tahu yang mengikuti pertarungan ini pasti kebanyakan siswa-siswa yang berbakat dan memiliki kekuatan di atas standar."
"kau benar.... sebelum-nya aku juga ada niat ikut tapi akhir-nya mengundurkan diri ketika tahu orang-orang ini semua-nya ikut dalam pertarungan."
__ADS_1
Para siswa pun saat ini banyak yang mulai membicarakan tentang pertarungan kali ini. kegaduhan terus terjadi, sementara Madika dan Freon terus beradu pedang di atas arena pertarungan.