
Saat ini kedua harimau api milik Madika tampak berdiri di hadapan para Niverom yang kini berkumpul di satu tempat.
kedua harimau itu pun kini tampak bersiap untuk melancar-kan serangan. namun sebelu melakukan hal itu, kini tubuh kedua harimau api itu pun perlahan membesar hingga mencapai ketinggian lima meter.
bahkan tubuh kedua harimau itu langsung di penuhi kobaran api yang terus menyala-nyala.
"ayo habisi mereka semua!" perintah Madika pada kedua harimau api milik-nya itu.
Mendengar perintah dari Madika, kini kedua harimau itu langsung mengaum dengan suara keras dan dengan segera menyerang para Niverom yang ada di hadapan-nya
Pertarungan antara Niverom dan harimau api pun berlangsung.
namun dari pertarungan ini bisa terlihat bahwa kedua harimau api milik Madika ternyata jauh lebih unggul dari kesepuluh Niverom itu.
tampak para Niverom saat ini terlihat kesulitan mencari cara untuk mengalah-kan harimau api.
mereka tak bisa bergerak dengan leluasa bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang tumbang dan mengalami luka-luka yang cukup serius.
Meski-pun demikian, para Niverom itu tampak tidak mau menyerah untuk terus melawan.
perlawanan mereka terus di lanjut-kan meski-pun mereka sadar bahwa kedua harimau itu lebih unggul dari mereka.
Beberapa kali para Niverom berniat dan berusaha mencoba menyerang Madika mengguna-kan jurus mereka, namun semua serangan mereka berhasil di blokir oleh salah satu harimau api Madika.
hal itu pun membuat Madika tampak begitu tenang di atas singgasana-nya.
dengan santai-nya Madika menyaksi-kan pertarungan yang terjadi di bawah-nya.
ia tak khawatir akan serangan dari para Niverom itu karena ia yakin bahwa kedua harimau api milik-nya pasti bisa melindungi-nya dari serangan itu.
bahkan kalau-pun tidak, bukan berarti Madika tak bisa menghindar atau melindungi diri sendiri.
lagi pula singgasana yang Madika duduki saat ini memiliki sistem perisai otomatis yang dapat melindungi pemilik-nya.
jadi apa bila ada serangan dari luar yang tidak di sadari maupun di sadari oleh sang pemilik, maka perisai api yang ada di singgasana itu akan segera aktif dengan cepat dan melindungi pemilik-nya dari serangan itu.
__ADS_1
******
Saat ini kelompok Natalia sedang beristirahat di sebuah pohon besar.
salah satu dari mereka pun saat ini sedang mengamat-amati wilayah sekitar dari puncak pohon besar tersebut.
Setelah memasti-kan keadaan aman, kini siswa laki-laki yang mengamati itu langsung turun ke bawah mendapati Natalia dan yang lain-nya yang sedang duduk di dahan pohon besar itu.
"untuk saat ini belum ada pergera-kan yang aneh di sekitar sini..... aku bahkan juga tidak merasa-kan ada-nya energi Nara yang menyebar di tempat ini..... selain itu, awan gelap dan yang di sertai petir itu kini telah lenyap begitu saja." ucap siswa itu memberi laporan pengamatan-nya.
"hmm.... begitu ya.... pantas saja sudah tidak ada suara gemuruh lagi yang terdengar." ucap Natalia menanggapi.
"untuk sekarang kita aman di tempat ini." balas pria itu.
"bagaimana dengan tempat pertarungan Askila?.... apa tadi kau sempat melihat ke arah sana?" tanya Natalia.
"tempat itu terlalu jauh dari sini.... tapi aku bisa melihat kepulan asap yang sangat banyak dari arah itu." jawab pria itu.
"begitu ya.... ku harap dia baik-baik saja." ucap Natalia. "saat ini kita tak punya banyak informasi tentang kejadian di hutan ini karena kloning Askila sudah kembali ke tubuh asli Askila.... untuk sekarang kita tak perlu bergerak lebih jauh lagi dari tempat ini." ucap Natalia menyaran-kan.
"CEPAT LARI DARI SINI!!"
teriak gadis itu sambil melesat cepat dari satu pohon ke pohon lain-nya.
Natalia dan yang lain-nya kini langsung menoleh ke arah gadis itu.
gadis itu ternyata Nina yang kini terlihat sangat panik.
"ayo cepat lari dari sini!.... aku tak sengaja membangunkan-nya!!" teriak Nina dengan wajah ketakutan.
"ayo cepat lari!..... di sini berbahaya!!" teriak salah satu pria yang kini muncul di belakang Nina.
Sebelum-nya Nina dan pria itu di tugas-kan untuk melihat-lihat situasi di sekitar tempat ini dan memasti-kan keamanan di wilayah ini.
namun kini kedua-nya kembali dengan ekspresi panik dan takut. mereka tampak seperti sedang di kejar oleh sesuatu yang menakut-kan.
__ADS_1
"Natalia!.... jangan diam saja! ayo menjauh sekarang juga!" ucap Nina saat tiba di depan Natalia.
Melihat ekspresi panik dari Nina dan pria yang mengikuti-nya itu, kini Natalia bisa menebak bahwa mereka baru saja bertemu dengan sesuatu yang tidak biasa.
hal itu pun membuat Natalia langsung memutus-kan untuk mengikuti arahan Nina dan pria itu.
"semua-nya! ayo menjauh dari tempat ini!.... di sini tidak akan!" ucap Natalia dengan tegas.
Mendengar ucapan Natalia, kini mereka semua langsung mengangguk. setelah itu dengan segera mereka langsung bergerak menjauh dari tempat itu.
namun belum sampai 50 meter mereka bergerak tiba-tiba di depan mereka tampak seolah ada sesuatu yang bergerak di bawah tanah, dan tak lama setelah itu, kini seekor ular berkepala tiga dari bawah tanah dan langsung bergerak ke arah atas untuk menghenti-kan pergerakan Natalia dan kawan-kawan.
Saat mereka melihat ular itu muncul tiba-tiba dan menghalangi jalan mereka, kini mereka pun langsung menghenti-kan pergerakan mereka.
Natalia yang melihat ular berkepala tiga itu kini menyadari apa yang membuat Nina dan pria itu ketakutan.
"ular ini berada di tingkat Elite level 63.... tingkatan yang tidak berbeda jauh dari Askila.... kami tidak akan bisa menang melawan-nya!" batin Natalia sambil menelan ludah dengan kasar.
"Natalia!.... apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya salah satu siswa kepada Natalia.
"tidak ada yang bisa kita lakukan selain lari!..... ayo cepat kabur dari sini!" ucap Natalia dengan tegas.
Lalu Natalia pun melompat ke arah samping dengan cepat.
"ayo ikuti aku!" ucap Natalia memberi perintah!"
Mendengar ucapan Natalia, kini mereka semua langsung bergerak mengikuti Natalia.
namun, saat ini Lili menyadari bahwa mereka sedang bergerak ke arah di mana akademi Narodo sedang bertarung dengan para Niverom.
"Natalia.... apa yang sedang kau rencana-kan?" tanya Lili.
"saat ini kita tak punya pilihan lain!..... kita tidak akan bisa selama-nya kabur dari ular ini.... jadi aku berencana membuat ular ini bertarung dengan para Niverom itu.... setidak-nya kita punya 50% kemungkinan untuk bisa membuat Niverom itu berhadapan dengan ular kepala tiga ini!" jawab Natalia dengan ekspresi yang tampak serius.
"ku harap 50% kemungkinan yang kau maksud itu benar-benar akan membuah-kan hasil..... jika tidak, ini sama saja membawa diri sendiri ke dalam bahaya." balas Lili.
__ADS_1