
Saat ini Nono benar-benar sudah terpojok-kan. diri-nya kini bahkan sudah kesulitan untuk berdiri. di tambah lagi dengan kata-kata dari Silo yang membuat diri-nya makin panas dan ingin segera mengakhiri pertarungan ini.
Kini Nono pun berhasil berdiri meskipun harus dengan susah payah bahkan berdiri-nya sudah tidak tegak lagi.
"kau seperti-nya benar-benar berpikir kalau saat ini kau bisa mengalahkan-ku dan jurus rahasia-ku tak mempan pada-mu!.... tapi kau salah.... seperti-nya aku terlalu lunak naif berpikir bisa menang melawan-mu tanpa jurus rahasia-ku!!.... tapi sekarang! bersiaplah untuk mati!" ucap Nono.
Silo yang mendengar hal itu langsung merasa sedikit waspada. hal itu pun membuat ia sampai sempat mundur satu langkah karena merasa sedikit terancam dengan kata-kata dari Nono.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba tubuh Silo terasa berat, ia bahkan mendadak tak bisa bicara serta diri-nya kini tak bisa menggerak-kan seluruh tubuh-nya.
Saat itu ia pun terpikir kembali tentang kekuatan rahasia milik Nono.
Tak butuh waktu lama, kini Nono langsung menggunakan jurus pembekuan area dan langsung membeku-kan seluruh tubuh Silo hingga Silo pun kini tampak seperti sebuah bongkahan es.
Melihat hal itu, kini si pemimpin pertandingan pun langsung mengumumkan pemenang dengan penuh semangat.
tak lama setelah itu kini terdengar banyak sorakan yang menyebutkan nama Nono.
Sementara itu, saat ini Madika tiba-tiba mendengar suara guru-nya yang berbicara pada-nya melalui perantara Saga milik-nya.
"jurus yang di gunakan bocah itu merupakan salah satu dari jurus 'dewa es'.... dan berdasarkan tingkatan-nya, jurus yang di pakai-nya itu berada di tingkat terendah dari tujuh jurus dewa es." ucap tuan Samon menanggapi jurus Nono.
"jurus dewa es?" balas Madika bertanya melalui perantara Saga sehingga hanya mereka berdua yang bisa saling mendengar percakapan.
__ADS_1
"ya, seperti-nya bocah ini sudah banyak menghabiskan waktu untuk melatih satu jurus ini... hal itu pun membuat diri-nya jarang melatih jurus lain dan berlatih untuk bertarung dengan berbagai variasi jurus." ucap tuan Samon menilai.
"hmm.... seperti-nya guru benar, lagi pula mempelajari jurus sekuat ini tidak mungkin butuh waktu lama.... bahkan aku pun saat ini hanya beruntung saja karena guru mewariskan jurus tingkat dewa itu pada-ku." ucap Madika sambil menunduk lesu. tak lama setelah itu ia mengangkat kepala-nya. "oh iya, guru, bagaimana dengan tingkatan jurus yang guru wariskan pada-ku semalam?" tanya Madika yang tiba-tiba tampak bersemangat.
"jurus yang ku wariskan pada-mu semalam juga berada di tingkatan yang sama dengan jurus dewa es yang di miliki oleh Nono, yakni tingkat terendah dari lima jurus dewa angin." jelas tuan Samon.
"ehm... begitu ya." balas Madika menanggapi penjelasan dari guru-nya.
Saat ini Nono terlihat sudah meninggalkan arena pertarungan. kini es yang tadi-nya menyelimuti arena pertarungan sudah lenyap tak bersisa.
lalu setelah Nono telah pergi, kini pemimpin pertandingan langsung memanggil dua peserta lain-nya yang akan bertanding di pertarungan ke dua.
Kini dua siswa berikut-nya maju ke arena pertarungan. dan tanpa banyak basa-basi, kini si pemimpin pertandingan langsung memulai pertarungan ke dua.
"guru, aku ingin tahu nama dan cara kerja jurus dewa es yang di gunakan oleh Nono tadi." ucap Madika melalui perantara Saga.
"jurus yang di gunakan oleh Nono tadi di sebut 'tatapan dewa es'..... seperti nama-nya, cara kerja jurus ini terdapat pada mata pengguna dan mata si target.... saat pengguna jurus mengaktifkan jurus-nya dan si target menatap langsung mata si pengguna, saat itu lah si pengguna jurus dapat menyusupkan energi Saga-nya ke tubuh target melalui perantara mata.... ketika Saga itu berada di tubuh target, energi Saga itu akan dengan sendiri-nya berubah menjadi energi yang sangat dingin, dan dengan cepat energi dingin itu menjalar ke seluruh tubuh dan membekukan tubuh target dari dalam sehingga dari luar, si target terlihat biasa-biasa saja namun sebenar-nya diri-nya sudah di bekukan dari dalam." ucap tuan Risiwuku menjelaskan.
Mendengar penjelasan itu, Madika jadi sedikit takjub dan sedikit waspada terhadap jurus itu.
"hanya dengan tatapan saja bisa menghabisi musuh dengan cepat.... guru, apakah ada cara untuk menghindari jurus itu?" tanya Madika lagi.
"tentu saja ada, cara-nya cukup hindari bertatapan mata dengan-nya saat ia mengaktifkan jurus-nya, karena jurus-nya hanya kan mempengaruhi target apa bila target itu membalas tatapan mata-nya." ucap tuan Risiwuku.
__ADS_1
"bagaimana cara untuk mengetahui kapan ia mengaktifkan jurus-nya?" tanya Madika lagi.
"untuk menandai kapan ia akan menggunakan jurus-nya itu cukup sederhana, hanya dengan melihat mata-nya saja kita sudah tahu bahwa dia sudah mengaktifkan jurus-nya atau belum."
"melihat mata-nya? bukan-kah kita akan terkena jurus-nya jika melihat ke arah mata-nya?" ucap Madika yang langsung menyela penjelasan guru-nya.
"hei.... apa kau tak tahu aturan saat mendengarkan penjelasan seseorang?" ucap tuan Risiwuku dengan nada yang terdengar menegur.
"ehm.... maaf guru." ucap Madika yang langsung menunduk-kan kepala-nya.
Di sisi lain, Ariel dan Nina yang sedang duduk di samping Madika kini menatap Madika dengan ekspresi bingung saat Madika tiba-tiba menunduk-kan kepala-nya dengan cepat.
"hei, kau baik-baik saja?" tanya Nina.
"kenapa kau tiba-tiba menunduk-kan kepala-mu? apa kau sedang mengantuk sampai-sampai tak bisa menopang kepala-mu untuk tetap tegak?" tanya Ariel sambil memegang tangan Madika.
Ariel berkata seperti itu karena ia merasa bahwa Madika memang kurang beristirahat. hal itu ia sadari ketika melihat ada sedikit lekukan hitam di bawah kulit mata Madika. dan memang benar, semalaman Madika tidak beristirahat sedikitpun demi menyelesaikan syarat untuk mengaktifkan jurus 'langkah dewa angin'.
Melihat Ariel yang menaruh perhatian pada diri-nya, kini Madika pun langsung menggenggam tangan Ariel yang saat ini memegang tangan-nya.
"tenang saja, aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatir-kan." ucap Madika sambil melempar senyum manis-nya pada Ariel.
Setelah membuat Ariel dan Nina kembali fokus ke pertarungan yang sedang berlangsung, kini Madika kembali berbicara dengan guru-nya melalui perantara energi Saga.
__ADS_1
"maaf menyela penjelasan-mu guru.... bisakah guru menjelaskan kembali mengenai cara menghindari jurus tatapan dewa angin itu?" tanya Madika.