
Saat ini, Nia dan Emi yang berada di atas tanah tampak terduduk lemas saat serangan meteor api itu hampir merenggut nyawa mereka.
Sementara itu, saat ini mereka tampak sedikit bingung dan terkejut karena ternyata mereka berdua telah di selamat-kan oleh seseorang yang memasang sebuah perisai angin setengah lingkaran yang kini menutupi mereka berdua.
Sementara itu, semua orang yang melihat kejadian itu tentu juga ikut terkejut.
mereka semua tampak menganga setelah melihat kejadian itu.
tidak terkecuali Karu dan para bawahan-nya yang lain.
"a.... apa yang terjadi." ucap Tago saat melihat putri semata wayang-nya itu masih baik-baik saja di tempat-nya.
"hahahaha...."
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang tertawa dengan suara yang menggelegar dan bergema di telinga semua orang.
Suara itu datang dari langit, dan hal itu pun membuat semua orang langsung menoleh ke atas untuk mencari asal dari suara tersebut.
Saat mereka semua menoleh ke atas, kini mereka melihat sosok pria bertopeng dan mengenakan sebuah jubah penyamaran yang saat ini sedang berdiri di atas sebuah pedang angin yang melayang di udara.
Pria itu adalah Madika, namun, tidak semua orang mengetahui hal itu.
akan tetapi, Sigo, Liga, dan para rekan Liga langsung mengetahui siapa orang yang muncul itu.
Mereka semua langsung terkejut saat melihat sosok pria itu datang secara terang-terangan di tempat eksekusi mati seperti ini.
"bocah itu!.... apa lagi yang dia mau lakukan di sini?!" ucap Liga yang tampak pasang ekspresi resah karena ia sebelum-nya berharap agar Madika tidak datang dan dengan demikian nyawa Madika akan terjamin.
Setidak-nya itulah yang di pikirkan oleh Liga.
ia mencoba menganggap dengan membiarkan Madika selamat itu sebagai ucapan permohonan maaf yang tidak terucap dari bibir mereka.
Namun kini Madika malah muncul di tempat eksekusi mati ini, dan jika sudah seperti ini, maka besar kemungkinan Madika akan mati di tempat ini sekarang ini juga.
begitulah pikir Liga saat ini sehingga ia pasang ekspresi resah sambil menggertak-kan gigi-nya.
"kenapa kau kembali?!.... cepat pergi dari sini!.... kau tak perlu ikut mati di tempat ini!" ucap Jos memberi perintah.
Sementara itu, Madika yang melihat hal itu kini hanya diam dan memandangi mereka semua dari atas dengan ekspresi tenang dan datar.
__ADS_1
Sementara itu, para masyarakat sipil yang hadir di tempat itu kini langsung bertanya-tanya tentang siapa pria itu.
mereka semua penasaran kenapa ada orang seberani itu membuat kekacauan dalam kegiatan eksekusi mati ini.
"mungkin dia juga berasal dari kelompok Liga."
"hahahaha.... hanya mengandal-kan diri-nya sendiri dia pikir bisa melawan keluarga Nemosu?"
"orang bodoh itu seperti-nya datang membawa nyawa-nya!"
"hahahaha..... dia sama bodoh-nya dengan dua gadis itu yang berpikir bisa melawan keluarga Nemosu.... benar-benar bodoh!"
Berbagai ucapan masyarakat sipil yang merupakan pendukung keluarga Nemosu kini terdengar terus mencela kedatangan Madika di tempat itu.
Namun Madika tetap diam saja, ia kini hanya fokus menatap ke arah Karu yang sedang duduk di kursi mewah milik-nya yang sudah di sediakan di atas panggung yang sengaja di buat di tempat itu.
Sementara itu, Nia dan Emi kini langsung berusaha untuk berdiri saat mereka melihat kedatangan Madika.
"pria misterius itu.... dia orang yang sebelum-nya menyelamatkan kita kemarin!" ucap Nia sambil membantu Emi untuk berdiri.
"kau benar." balas Emi yang kini mencoba menyeimbang-kan tubuh-nya saat sedang berdiri.
"siapa sebenar-nya orang ini?" batin Emi sambil menatap Madika dengan seksama.
"oi Sigo!.... singkir-kan orang itu sekarang juga!.... aku tak suka dengan pandangan-nya!" ucap Karu memberi perintah dengan pose angkuh-nya saat duduk di kursi kemewahan itu.
"siap tuan!" ucap Sigo dengan tegas.
Lalu Sigo pun kini langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.
setelah itu kini di depan Sigo langsung muncul sebuah bola api.
namun gerakan tangan Sigo tidak berhenti begitu saja, kini Sigo kembali menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa gerakan hingga bola api itu tampak mulai memanjang.
Di sisi lain, Liga dan beberapa orang rekan-nya yang melihat gerakan serta jurus yang di buat oleh Sigo itu kini mulai menunjuk-kan bentuk yang panjang dan berkelok-kelok layak-nya ular, kini mereka pun langsung bisa menduga jurus apa yang ingin di gunakan oleh Sigo saat ini untuk menyerang Madika.
"jurus itu!...." ucap Liga dengan ekspresi panik.
"Madika..... cepat pergi dari sini!.... kau tak akan bisa melawan-nya!!" teriak Liga yang tampak mengkhawatirkan Madika.
__ADS_1
Sementara itu, Emi yang mendengar teriakan Liga yang memanggil nama Madika kini langsung terkejut.
ia pun langsung menoleh ke arah pria misterius berjubah hitam itu dengan ekspresi yang tampak tidak percaya.
"Madika?!" batin Emi yang tampak terkejut.
"sudah terlambat jika kau mau kabur!!" teriak Sigo yang saat ini telah menyelesai-kan persiapan jurus-nya.
Lalu Sigo pun kini langsung mengangkat tangan kanan-nya lurus ke atas.
"terimalah kematian-mu hari ini!!" teriak Sigo.
Seketika jurus yang di siap-kan Sigo sebelum-nya kini muncul dari belakang Sigo.
jurus itu adalah sebuah jurus naga api.
namun jurus naga api milik Sigo ini bukan berbentuk ular naga, melain-kan memiliki bentuk yang lebih mirip dengan seekor dinosaurus yang bersayap.
Kini naga milik Sigo terbang melayang di atas kepala Sigo.
setelah itu, Sigo pun langsung menggerak-kan tangan-nya ke depan tepat ke arah Madika.
"Terimalah amukan naga api ku!!" Teriak Sigo dengan penuh semangat.
Seketika naga api itu pun langsung melesat dengan cepat ke arah Madika.
naga itu melesat sambil membuka mulut-nya untuk menerkam Madika yang sedang berdiri di atas pedang angin-nya itu.
"Madika!!" teriak Emi yang tampak langsung ketakutan karena khawatir pada Madika.
"hahahaha berakhir sudah!" ucap Karu dengan ekspresi penuh semangat sambil melebar-kan senyum-nya.
Sementara itu, saat naga itu sudah berada sangat dekat dengan Madika dan tampak hampir menggigit tubuh Madika.
kini Madika pun langsung menampil-kan senyum licik di wajah-nya.
"kadal kecil ini kau sebut naga?" ucap Madika dengan nada suara yang terdengar dingin namun bisa di dengar-kan oleh semua orang yang ada di tempat itu.
Baru saja Madika berkata seperti itu, tiba-tiba sebuah gelombang angin yang sangat kuat tercipta dari kaki Madika.
__ADS_1
gelombang angin itu adalah gelombang angin yang tercipta dari jurus langkah dewa angin milik Madika.
kini gelombang angin itu pun langsung menghantam mulut naga itu hingga sobek dan membuat naga itu terhempas sangat jauh bersamaan dengan melebar-nya pergerakan gelombang angin yang sangat dahsyat itu.