
Setelah pintu rahasia menuju ruang bawah tanah itu terbuka, kini Liga pun langsung mempersilah-kan ketujuh orang yang ia pilih itu untuk masuk ke ruangan rahasia itu.
Madika yang baru pertama kali melihat hal itu tentu sedikit terkejut, namun karena hal itu masih terkesan biasa ia pun tidak bisa terkejut terlalu lama.
Lalu Madika dan ke enam orang tua itu langsung masuk ke ruang bawah tanah itu.
tak lama setelah itu, kini mereka semua telah tiba di ruang bawah tanah itu.
ruang bawah tanah itu juga ternyata cukup mewah dan tertata rapi.
Setelah itu, kini Liga pun membawa mereka ke sebuah meja yang cukup luas.
mereka kemudian berdiri sambil mengelilingi meja tersebut.
"baik-lah kita langsung saja menyusun rencana-nya." ucap Liga dengan tatapan pasti.
Lalu Liga pun langsung mengalir-kan energi Saga-nya ke meja itu.
Seketika meja itu pun langsung memancar-kan cahaya yang agak redup dan berwarna biru cerah.
Setelah meja itu di aktif-kan, kini Liga pun langsung memasuk-kan data yang ingin ia tampil-kan melalui meja tersebut.
"saat ini aku sudah berhasil mendapat-kan beberapa informasi mengenai kediaman keluarga Nemosu..... salah satu-nya adalah denah gedung kediaman mereka." ucap Liga sambil memuncul-kan bentuk sebuah gedung yang merupa-kan kediaman keluarga Nemosu melalui teknologi hologram yang di hasil-kan oleh meja yang ia aktif-kan barusan.
"denah kediaman keluarga Nemosu ini ku dapat-kan dari beberapa pekerja mereka yang mau bekerjasama dengan kita karena mereka merasa tak puas dan kesal dengan perlakuan yang di berikan oleh keluarga Nemosu pada mereka." ucap Liga menjelas-kan.
Setelah menjelas-kan tentang denah tersebut, kini Liga pun memulai penyusunan rencana untuk melakukan serangan dadakan ke kediaman keluarga Nemosu.
Dari hasil pembentukan rencana-nya, mereka akan bergerak pada malam hari saat semua orang sudah terlelap, dan dengan diam-diam mereka akan melakukan penyusupan ke kediaman keluarga Nemosu.
Dengan berbekal-kan denah gedung kediaman keluarga Nemosu itu, mereka semua pun merasa percaya diri untuk melakukan penyerangan diam-diam tersebut.
apalagi dalam informasi itu juga sudah di jelas-kan secara rinci area-area yang rawan yang selalu di lewati dan di jaga oleh para ksatria Saga yang selalu berpatroli di kediaman Nemosu.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan penyusunan rencana, kini Madika pun mulai bertanya.
"bagaimana kita akan mengatasi kalau ternyata ada beberapa orang ksatria yang tugas-nya hanya melakukan deteksi saja?" tanya Madika.
Saat ini Madika berpikir bahwa kemungkinan di antara para ksatria yang berpatroli itu ada beberapa ksatria yang tugas-nya hanya melakukan deteksi sepanjang malam.
Meski-pun tugas itu akan menguras energi Saga terus menerus, namun jika mereka melakukan-nya secara bergilir tentu itu bisa di lakukan.
"tenang saja." jawab Liga santai. kemudian ia melanjut-kan perkataan-nya, "semua sudah ku atur, beberapa ksatria yang bertugas mendeteksi sudah ku pasti-kan bahwa mereka akan membelot dari keluarga Nemosu.... lagi pula dalam keluarga Nemosu saat ini memang terdapat berbagai masalah internal baik itu dalam keluarga Nemosu sendiri bahkan dalam sistem pemerintahan mereka serta beberapa aspek lain-nya.... jadi aku memanfaat-kan berbagai permasalahan itu untuk mengumpul-kan banyak orang agar bisa melancar-kan rencana besar ini." jelas Liga.
Madika yang mendengar penjelasan Liga kini hanya bisa mengangguk paham.
"seperti-nya dia sudah lama menyiap-kan semua strategi ini." batin Madika.
Setelah itu, mereka semua pun kini membuat keputusan, bahwa mereka akan menyerang malam ini.
"Sigo, segera beritahu-kan mata-mata kita di kediaman Nemosu bahwa kita akan melancar-kan serangan malam ini.... jangan lupa beritahu mereka secara diam-diam semua rencana kita.... jangan sampai ada informasi kita yang bocor." ucap Liga memberi perintah pada bawahan-nya itu.
"baik tuan." jawab Sigo dengan patuh.
Tak terasa kini malam pun telah tiba.
suasana kota Kayau malam ini sangat-lah sepi karena seluruh penduduk sudah terlelap, tidak terkecuali dengan kediaman keluarga Nemosu.
Namun meski-pun tampak sunyi, namun di kediaman Nemosu masih terdapat beberapa penjaga yang sedang melakukan tugas mereka.
Di sisi lain, Madika yang saat ini sedang berdiri di atas gedung pencakar langit menatap kediaman keluarga Nemosu dari kejauhan.
Di belakang Madika tampak delapan orang lain-nya sedang memandang ke arah yang sama dengan Madika.
mereka semua saat ini sedang mengguna-kan sebuah jubah penyamaran untuk menyembunyi-kan identitas mereka.
Lalu Liga yang sebelum-nya berada di belakang Madika kini maju ke depan di samping Madika.
__ADS_1
Liga yang saat ini sedang mengguna-kan jubah penyamaran itu kini langsung melompat dari gedung tersebut.
"ayo kita mulai operasi-nya!" ucap Liga memberi komando.
Lalu ketujuh orang yang sebelum-nya berada di belakang Madika langsung berlari ke arah Madika yang berada di pinggiran gedung itu.
kemudian mereka semua lompat satu persatu dari atas gedung tersebut.
"ayo Madika!" ucap Jos sambil tersenyum dan langsung melompat.
"jangan sampai kau terbunuh ya." sambung Vera yang kini mengikut dari belakang Jos.
Kini mereka semua sudah melompat dari gedung itu, dan tidak terkecuali dengan Madika.
Mereka semua kini langsung bergerak menyelinap ke tempat tujuan mereka.
Saat mereka sudah berada dekat dengan kediaman keluarga Nemosu, kini Liga pun menyala-kan sebuah senter kecil dan di arah-kan ke salah satu ksatria penjaga.
Ksatria penjaga yang melihat kode dari Liga kini langsung mengerti bahwa saat ini mereka akan segera memulai operasi mereka.
Setelah Liga melihat ksatria yang di beri-nya kode itu kini mengangguk, Liga pun langsung memerintah-kan seluruh anggota-nya untuk berpencar.
Sementara itu, ksatria penjaga sebelum-nya kini mulai berkeliling untuk memberitahu-kan pada ksatria penjaga lain-nya bahwa Liga dan yang lain-nya akan segera memulai operasi pembunuhan.
lalu beberapa ksatria Saga yang membelot keluarga Nemosu itu kini diam-diam membunuh ksatria penjaga lain-nya yang tidak melakukan kerjasama dengan Liga.
Setelah Madika dan yang lain-nya sudah siap di posisi masing-masing, kini salah satu ksatria penjaga di kediaman keluarga Nemosu itu langsung menyala-kan sebuah laser berwarna hijau dan menyorot-nya ke awan.
Melihat kode itu, berarti semua sudah aman.
"kode itu berarti mereka sudah selesai membunuh penjaga yang lain ya?" batin Madika.
"baik-lah, ini saat-nya untuk menyelinap!" ucap Jos yang berada di sisi Lain gedung kediaman keluarga Nemosu.
__ADS_1
"ku harap ini benar-benar berjalan dengan lancar." ucap Vera yang juga berada di sisi lain gedung.
entah mengapa firasat Vera sedikit tidak enak. namun diri-nya berusaha mengabai-kan hal itu dan tetap fokus pada misi-nya kali ini.