Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Madika vs Natalia


__ADS_3

Kini pertarungan antara Madika dan Nono pun telah di nyatakan di mulai.


akan tetapi, tampak saat ini Nono dan Madika terlihat tidak melakukan pergerakan apa pun.


Para penonton yang melihat hal itu kini hanya bisa menatap mereka dengan ekspresi yang sedikit bingung.


dan yang lebih membingungkan penonton saat ini adalah ketika Nono yang tiba-tiba mengangkat kedua tangan-nya.


"aku menyerah!" ucap Nono singkat dan jelas.


"EHHHHHH????!!!"


Seluruh penonton terkejut dengan ekspresi bingung dan tak percaya dengan apa yang mereka dengarkan dari mulut Nono.


banyak dari mereka yang kini bertanya-tanya apa yang sebenar-nya terjadi?.


kenapa Nono menyerah secepat itu?.


bukan-kah Nono punya jurus rahasia yang sulit di tebak?


Banyak pertanyaan yang timbul di benak para penonton yang mendengar pernyataan menyerah dari Nono.


Sementara itu, kepala akademi yang mendengar pernyataan menyerah dari Nono kini hanya bisa terbelalak dengan ekspresi yang terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja Nono katakan.


di sisi lain, tuan Samon yang melihat hal itu langsung tertawa terbahak-bahak merayakan kemenangan kecil-nya karena berhasil menebak kemenangan Madika.


"hahahaha..... sudah ku bilang Madika pasti akan menang!" ucap tuan Samon yang tampak kegirangan.


Sementara itu, Natalia yang melihat reaksi kakek-nya kini langsung buang muka karena merasa kesal.


"tchi.... hanya seperti itu saja.... ini bukan karena Madika itu kuat, tapi mental Nono lah yang terlalu lembek!" ucap Natalia.


Sementara itu, si pemimpin pertandingan yang tidak tahu apa penyebab Nono menyerah kini bertanya pada Nono tentang alasan kenapa ia menyerah.


namun Nono pun hanya memberi satu jawaban, "aku tidak akan menang."


Setelah berkata seperti itu, Nono pun langsung keluar dari arena pertarungan dan langsung berlalu dari tempat itu begitu saja tanpa menunggu reaksi selanjut-nya dari si pemimpin pertandingan.

__ADS_1


Si pemimpin pertandingan sejenak terdiam seolah sedang kehabisan kata-kata.


hingga akhir-nya Madika yang melihat hal itu pun hanya bisa menggelengkan kepala-nya.


"apa yang di katakan oleh guru di pertarungan sebelum-nya ternyata memang benar." batin Madika.


kemudian Madika pun berjalan ke pintu keluar di bawah arena pertarungan.


Si pemimpin pertandingan yang melihat Madika sedang beranjak dari tempat berdiri-nya kini langsung menghentikan langkah Madika.


"tunggu dulu!" ucap si pemimpin pertandingan menghentikan langkah Madika.


Kini pemimpin pertarungan pun melompat ke arena dan berdiri di dekat Madika.


"pertarungan kali ini di menangkan oleh Madika!.... dengan kata lain, Madika kini akan bertarung dengan Natalia untuk menentukan kelayakan Madika sebagai seorang pengawal pribadi dari nona Natalia!!" teriak si pemimpin pertandingan dengan penuh semangat.


"berhubung pertandingan barusan berakhir cepat tanpa membuang tenaga sama sekali, maka tanpa basa-basi mari kita lanjutkan ke pertarungan akhir, yaitu pertarungan penentuan.... pertarungan kali ini adalah pertarungan antara Madika melawan Natalia!!"


Ketika si pemimpin pertandingan baru saja mengatakan tentang pertarungan terakhir, kini tampak sebuah petir yang sangat kuat menyambar dari langit tepat ke lantai di belakang si wasit.


hal itu pun membuat si pemimpin pertandingan langsung menoleh ke belakang dengan ekspresi bertanya-tanya.


begitu pula dengan para penonton yang tampak-nya tidak tahu apa yang sedang terjadi.


hingga akhir-nya kini kepulan debu bagaikan asap itu perlahan lenyap dan menampilkan sosok seseorang yang seluruh tubuh-nya sedang terbungkus oleh kobaran api yang menyala-nyala.


ketika kepulan asap itu benar-benar lenyap, kini tampak-lah bahwa sosok yang terbungkus oleh kobaran api itu adalah Natalia.


Melihat sosok Natalia yang kini berada di arena pertarungan, maka si pemimpin pertandingan pun langsung membalik-kan badan-nya menghadap Natalia.


"baiklah, berhubung Natalia telah berada di arena pertarungan, maka kita akan segera melanjut-kan partarungan ini." ucap si pemimpin pertandingan sambil mengambil ancang-ancang untuk menjauh dari arena. "baiklah, tanpa basa-basi, pertarungan di mulai!!" teriak si pemimpin pertandingan sambil melompat tinggi ke udara dan menjauh dari arena pertarungan.


Sementara itu, ketika si pemimpin pertandingan itu telah menjauh, Natalia pun langsung berbicara pada Madika.


"akhir-nya sekarang kita bisa menentukan siapa yang terkuat di antara kita." ucap Natalia sambil tersenyum manis seraya sedikit memiringkan kepala-nya.


namun entah kenapa senyum manis Natalia itu justru terasa sangat horor di mata Madika.

__ADS_1


"sejujur-nya ini sangat merepotkan, terutama ketika harus mengikuti kompetisi terlebih dulu hanya untuk bisa bertarung melawan-mu." ucap Madika dengan ekspresi malas.


"tidak perlu banyak bicara lagi.... bagaimana kalau kita pemanasan dulu." ucap Natalia sambil mengangkat tangan kanan-nya di depan wajah-nya.


seketika di tangan kanan Natalia pun tampak api yang cukup besar langsung berkobar di telapak tangan Natalia.


"hah.... aku benci pemanasan seperti ini.... lagi pula sejak tadi aku sudah bertarung banyak, jadi untuk apa melakukan pemanasan, nah tubuh-ku saat ini sudah sangat panas." ucap Madika sambil menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada.


"hmmp.... apa kau ingin langsung menuju ke inti-nya?... benar-benar pria yang agresif!" ucap Natalia sambil memalingkan wajah-nya dari Madika dengan ekspresi merajuk.


"agresif?.... tentu saja, aku kan pria tulen dengan stamina yang kuat!" ucap Madika dengan bangga-nya.


"tchi.... aku jadi kecewa mendengar jawaban-mu itu!" ucap Natalia yang kemudian langsung melesatkan sebuah serangan bola api ke arah Madika.


"ya ampun, kau benar-benar tak mau mendengarkan orang lain." ucap Madika sambil menciptakan sebuah perisai angin untuk memblokir bola api itu.


Satu bola api berhasil di tahan oleh perisai Madika.


melihat serangan bola api berhasil di tahan oleh Madika, kini Natalia pun melambaikan tangan-nya di udara.


seketika tercipta bola api yang sangat banyak di depan Natalia.


lalu setelah itu Natalia melambaikan tangan-nya lagi dan kini seluruh bola api itu langsung melesat ke arah Madika.


Melihat serangan bola api yang sangat banyak itu, kini Madika pun langsung melompat ke samping untuk menghindar.


lalu ia mulai bergerak dengan sangat cepat ke berbagai arah untuk menghindari serangan bola api itu.


setiap kali bola api itu menghantam lantai, bola api itu langsung meledak dan menghasilkan asap.


Setelah itu, Madika pun langsung mengeluarkan pedang angin di tangan kanan-nya.


lalu Madika dengan cepat dan lincah langsung menebas semua bola api milik Natalia.


setiap kali Madika berhasil menebas bola api itu, bola api itu pun meledak, namun ledakan-nya tidak seberapa karena ledakan itu bukan dari bola api saja melainkan ledakan dari hantaman pedang angin dan bola api.


Ledakan bola api itu menghasilkan kepulan asap yang tebal dan kini menyembunyikan Madika di dalam-nya.

__ADS_1


__ADS_2