Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Serangan Gupo Dan Kindo (2)


__ADS_3

Saat ini Madika sedang berada dalam tekanan aura Saga milik Gupo.


tekanan aura Saga milik Gupo itu cukup kuat dan berhasil membuat tubuh Madika sedikit gemetar akibat menahan tekanan tersebut.


Namun hal itu bukan-lah hambatan bagi Madika karena pada dasar-nya Madika juga memiliki kekuatan aura dan aura Madika tentu-nya tidak terpaut jauh lebih lemah dari milik Gupo saat ini.


"seperti-nya kau ingin adu aura dengan-ku hah?" ucap Madika sambil tersenyum licik menatap Gupo.


"hah?.... kau bilang apa barusan?" balas Gupo sambil mengangkat dagu-nya dengan angkuh.


Madika tidak peduli dengan ucapan Gupo, dan kini ia langsung menghentak-kan tubuh-nya dan seketika aura membunuh juga keluar dari tubuh Madika dan aura membunuh milik Madika ternyata bisa mengimbangi tekanan aura milik Gupo.


hal itu pun membuat Madika kini bisa berdiri dengan normal tanpa merasa-kan tekanan aura sama sekali.


"oh.... ternyata aura kami setingkat ya.... ini di luar dugaan-ku.... ku pikir aura-nya sedikit lebih kuat dari-ku." ucap Madika dalam hati.


Sementara itu, Gupo yang kini melihat aura Madika bisa mengimbangi aura milik-nya langsung terkejut sambil menggertak-kan gigi-nya.


"bocah ini ternyata memang punya kemampuan!" ucap Gupo dengan ekspresi kesal di wajah-nya.


Sementara itu, Kindo dan para rekan-nya serta para rekan Gupo kini langsung terkena tekanan aura milik Madika.


mereka semua pun langsung merasa-kan tekanan yang berat, namun mereka tampak masih bisa menahan-nya sehingga tubuh mereka tidak langsung jatuh tersungkur ke lantai.


meskipun begitu, namun tubuh mereka yang terkena tekanan aura Madika saat ini tampak gemetaran karena berusaha menahan tekanan aura tersebut.


"tchi.... kau ternyata memang tak boleh terlalu di anggap remeh ya...." ucap Gupo yang masih mengangkat dagu-nya dengan angkuh dan menatap sinis ke arah Madika.


Setelah itu Gupo pun langsung menoleh ke arah Kindo serta seluruh rekan mereka yang ada di belakang.


lalu ia kembali menghentak-kan tubuh-nya dan mengeluar-kan aura Saga milik-nya untuk menekan aura Saga Madika yang menimpa Kindo dan seluruh rekan mereka.


Kini Kindo dan seluruh rekan mereka berhasil terbebas dari aura Saga milik Madika.

__ADS_1


mereka kini bisa berdiri dengan tegak.


bahkan kini Kindo tampak memutar-mutar pergelangan tangan-nya dan membunyi-kan tulang-tulangnya seolah sedang menghilang-kan sedikit pegal di tubuh-nya.


"Gupo, bisa kau tahan aura-mu lebih lama lagi?.... aku ingin segera menyerang bocah itu!" ucap Kindo sambil menatap Madika dengan ekspresi yang tampak sedikit kesal.


"tentu saja, ku serah-kan urusan penyerangan pada kalian.... jika kalian memang tak mampu, baru-lah aku akan ikut campur." ucap Gupo dengan tenang sambil pasang ekspresi datar.


"oke!!.... ayo semua-nya!!" ucap Kindo yang kemudian langsung mengeluar-kan sebuah pedang energi di tangan kanan-nya.


Lalu Kindo pun langsung berlari ke depan dan setelah itu ia melompat ke udara sambil memposisi-kan pedang-nya untuk di tusuk ke lantai.


begitu ia mendarat ke tanah, ia pun langsung menancap-kan pedang-nya dengan sangat kuat ke lantai.


Seketika itu juga pedang Kindo yang tertancap ke dalam lantai itu kini memancar-kan sangat banyak petir, dan petir-petir itu menjalar di dalam tanah bagai-kan sebuah akar serabut pada tanaman.


Tampak lantai yang di lalui oleh petir yang berada di dalam-nya itu kini mengalami retak bahkan menjadi rusak cukup parah.


Tampak sekelompok rekan Kindo bergerak ke arah kiri Madika, sementara sekelompok rekan Gupo berlari ke arah kanan Madika.


mereka berniat untuk mengepung Madika di tengah-tengah.


sementara serangan petir yang menjalar di bawah tanah itu tampak semakin dekat ke arah Madika.


Madika yang melihat hal itu tentu-nya tidak diam saja.


ia dengan segera mengeluar-kan sebuah pedang pusaka milik-nya.


pedang pusaka itu adalah pedang pusaka raja semut.


Begitu pedang pusaka raja semut itu muncul di tangan Madika, kini Madika pun langsung melompat ke udara sambil memutar tubuh-nya, dan dengan cepat ia mengangkat pedang itu mengguna-kan kedua tangan-nya sambil memposisi-kan pedang itu untuk menebas ke arah lantai.


Begitu Madika mendarat ke lantai, kini Madika pun langsung menebas lantai itu hingga sebagian mata pedang-nya masuk ke dalam lantai tersebut.

__ADS_1


Seketika itu juga kini dari bawah lantai muncul beberapa pilar tanah yang sangat tebal dan sangat kuat.


pilar tanah itu tampak muncul di sekeliling Madika serta langsung menutupi Madika sehingga kini Madika bisa aman di dalam pilar tanah tersebut.


Kini serangan petir milik Kindo pun langsung mencoba menembus pilar itu dari bawah tanah, namun sayang-nya ternyata di bawah tanah tepat di bawah kaki Madika ternyata juga memiliki kekerasan dan ketebalan yang sama dengan pilar yang menjulang ke luar.


Sementara itu, dari luar tampak para rekan Kindo dan rekan Gupo sedang menyerang mengguna-kan jurus mereka masing-masing.


ada yang menyerang mengguna-kan laser petir, pedang api, ular angin, kapak es, dan berbagai serangan lain-nya.


Namun semua serangan itu tak langsung menghancur-kan pilar tersebut karena pilar itu sangat tebal.


Gupo yang melihat hal itu kini langsung menawar-kan bantuan pada rekan-rekannya.


"apa kalian butuh bantuan untuk menghancurkan-nya?" tanya Gupo dengan ekspresi datar.


"tidak perlu, untuk sekarang biar saja aku yang menghancur-kan pilar-pilar itu!" jawab Kido dengan tampilan keras kepala-nya yang tidak bisa di atur.


"hah.... terserah kau saja." balas Gupo sambil menghela nafas.


"dasar bocah, badan dan wajah saja umur 20-an, tapi otak umur belasan." ucap Gupo lagi dalam hati.


Setelah itu, kini Kindo pun langsung mengangkat pedang-nya dengan kedua tangan-nya.


ia kemudian mengumpul-kan energi pada pedang tersebut, dan kemudian memusat-kan semua energi itu untuk memperkuat serangan.


Di saat itu juga kini di atas pedang yang di angkat oleh Kindo itu tampak terbentuk sesosok hewan monster yang tampak sangat sangar.


hewan monster itu adalah seekor babi hutan raksasa dengan mata tajam berwarna merah serta gigi runcing yang menjulang keluar dari mulut-nya.


ukuran monster babi itu kira-kira sebesar sebuah truk dan ia memiliki bulu-bulu panjang mulai dari belakang leher sampai dengan punggung-nya.


Semua rekan Kindo maupun rekan Gupo yang melihat hal itu kini langsung mundur dan menjauh dari pilar-pilar besar milik Madika agar mereka tak terkena tempias dari serangan Kindo.

__ADS_1


__ADS_2