Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Hewan Misterius


__ADS_3

Saat ini Madika dan Natalia kembali berenang menuju ke pulau besar itu.


mereka berdua tampak bergerak lebih cepat dari sebelum-nya.


Belum saja tiba di pulau besar itu, tiba-tiba Madika merasakan seperti ada hal yang aneh.


firasat-nya mengatakan seolah mereka saat ini sedang di intai oleh mahluk lain.


hal itu pun membuat Madika berusaha untuk terus berenang dengan cepat.


sementara itu, Natalia yang saat ini kaki-nya kesulitan untuk berenang lebih cepat lagi membuat Madika sedikit kesulitan.


"Natalia.... bukan-nya aku berniat tidak sopan, tapi bisa-kah kau naik ke punggung-ku sekarang?!" ucap Madika yang terlihat sedikit gelisah.


Natalia yang mendengar ucapan Madika tentu-nya sedikit bingung, namun diri-nya tetap mempercayai apa yang di ucap-kan oleh Madika.


hal itu pun membuat Natalia merasa bahwa saat ini kemungkinan besar ada sesuatu yang mengejar mereka. selain itu, jika Natalia naik ke punggung Madika tentu-nya akan membuat mereka bisa bergerak lebih cepat karena Madika bisa dengan bebas mengguna-kan kedua tangan-nya untuk berenang.


"baiklah." jawab Natalia tanpa bantahan dan kemudian langsung naik ke atas punggung Madika. ia kemudian mengalung-kan kedua tangan-nya di leher Madika.


Setelah Natalia naik ke punggung Madika, kini Madika pun langsung berenang mengguna-kan kedua tangan-nya.


benar saja, kini kecepatan berenang Madika bertambah cepat setelah mengerah-kan kedua tangan-nya. bahkan kecepatan-nya melebihi kecepatan berenang-nya saat ia berenang bersama Natalia.


hal itu pun membuat Natalia sedikit terkejut. ia tak menyangka kalau Madika bisa berenang secepat itu.


"Madika, sebelum-nya kau tidak berenang secepat ini.... apa tadi kau berenang lambat karena ingin mengimbangi kecepatan berenang-ku?" tanya Natalia.


"uhm." gumam Madika membenar-kan. "jika tadi aku berenang secepat ini jelas kau akan tertinggal jauh." jawab Madika.


Mendengar jawaban itu, kini Natalia hanya bisa diam sambil sedikit mengerat-kan pelukan-nya di leher Madika.


Di sisi lain, saat ini di dalam laut tepat di bawah Madika dan Natalia tampak sekelompok ikan yang sama seperti ikan sebelum-nya tampak menghampiri Madika dan Natalia.


ikan-kan itu jumlah-nya sekitar puluhan ekor.


jarak mereka dengan Madika tampak masih cukup jauh.


berkat firasat Madika yang cukup kuat kini Madika dan Natalia bisa membuat jarak yang cukup jauh dari kelompok ikan itu.

__ADS_1


meski-pun demikian, kelompok ikan itu tampak terus berenang cepat mengejar Madika dan Natalia.


hingga akhir-nya dalam waktu beberapa menit, kini sekelompok ikan itu tiba di dekat Madika dan Natalia.


ikan-ikan itu kini menyerang Madika yang sedang membawa Natalia di punggung-nya.


Madika yang saat ini sedang berusaha untuk berenang secepat mungkin tiba-tiba mendapat-kan hantaman dari kepala si ikan.


perut dan dada Madika tiba-tiba di hantam oleh dua ikan.


hal itu pun membuat Madika tersentak.


sementara itu, Natalia yang melihat reaksi Madika serta mendengar suara hantaman di tubuh Madika kini ikut terkejut.


"Madika.... kau baik-baik saja?" ucap Natalia memasti-kan sambil pasang ekspresi khawatir.


"tenang saja! aku masih bisa lanjut!" ucap Madika dengan ekspresi meringis menahan sakit.


Tak lama setelah itu kini hantaman itu terjadi lagi hingga beberapa kali.


hal itu pun membuat Madika benar-benar merasa kesakitan.


sementara itu Natalia kini makin khawatir dengan keadaan Madika saat ini.


hal itu pun membuat Natalia jadi makin panik. di lain sisi ia merasa khawatir pada Madika yang saat ini rela menerima serangan ikan-ikan itu agar Natalia tidak terluka.


hal itu pun membuat Natalia sempat menetes-kan air mata-nya.


"apa yang harus ku lakukan untuk membantu-mu.... aku bahkan tak membawa satu senjata-pun, selama ini aku tak terpikir-kan membawa senjata untuk berjaga-jaga jika kehabisan Saga!" batin Natalia yang tampak sedih melihat pengorbanan Madika demi diri-nya.


Beberapa saat ketika para ikan itu menyerang, tiba-tiba di pulau itu terlihat sedang mengalami gempa bumi.


pulau besar itu tampak bergetar, bahkan getaran itu ikut berefek pada lautan.


tampak laut saat ini sedang bergetar dan menghasil-kan gelombang-gelombang kecil di mana-mana.


ketika gelombang kecil itu melanda seluruh lautan itu, tiba-tiba sekelompok ikan yang sebelum-nya menyerang Madika tiba-tiba berhenti.


mereka terlihat seolah sedang takut akan sesuatu.

__ADS_1


tak butuh waktu lama, kini sekelompok ikan itu langsung berenang menjauh sejauh mungkin dari tempat Madika dan Natalia berada.


di sisi lain, Madika dan Natalia yang saat ini sudah tidak begitu jauh lagi dari pulau itu kini terlihat sedikit herang dengan reaksi para ikan itu.


"kenapa mereka semua lari begitu saja?" ucap Madika.


"entah-lah.... aku juga tidak tahu." ucap Natalia sambil menggeleng-kan kepala-nya dan kemudian mengelap air mata-nya.


"seperti-nya ada sesuatu yang lebih berbahaya dari mereka di sekitar sini.... sebaik-nya kita segera ke pulau itu sebelum bertemu mahluk mengerikan lain-nya!" ujar Madika yang kemudian lanjut berenang dengan cepat.


Baru beberapa meter Madika berenang, tiba-tiba di belakang mereka muncul sebuah kepala ikan misterius yang sangat besar.


kepala ikan itu berbentuk seperti kepala belut namun ia memiliki beberapa tanduk tumpul di kepala-nya.


kepala ikan besar itu kini muncul dari dalam laut dan terbentang ke atas permukaan air laut.


besar kepala ikan yang muncul itu jauh lebih besar dari ikan paus raksasa yang sebelum-nya menelan Madika dan Natalia.


jika di perkirakan, besar kepala ikan itu kira-kira sebesar sebuah gunung.


Kemunculan kepala ikan itu pun membuat air laut langsung naik dan menghasil-kan gelombang yang sangat besar.


gelombang itu pun kini menyeret Madika dan Natalia ke arah pulau.


kini Madika dan Natalia pun terbawa oleh ombak itu hingga ke pulau besar itu.


Saat mencapai pulau itu, tampak ombak tidak mencapai ke bagian hutan dan hanya berhenti di bagian pantai saja.


meski-pun ombak-nya sangat besar, namun ombak itu perlahan mengecil seiring mendekati pulau.


Kini Madika dan Natalia pun terdampar di pulau itu.


Madika melihat Natalia kini sedang terbaring di pasir yang jarak-nya cukup jauh dari-nya.


ia pun berusaha berdiri dan berjalan mendekati Natalia yang saat ini juga sedang berusaha berdiri.


"apa kau baik-baik saja?" tanya Madika saat tiba di depan Natalia.


"seharus-nya aku yang bertanya seperti itu pada-mu." ucap Natalia sambil memaling-kan wajah-nya dari Madika.

__ADS_1


Natalia saat ini tak mau membiar-kan Madika melihat mata-nya yang masih lebam karena di basahi oleh air mata.


ia seolah tak ingin terlihat sedang mencemas-kan kondisi Madika meskipun dalam hati-nya ia benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Madika.


__ADS_2