Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tempat Selanjut-nya


__ADS_3

Setelah Madika berhasil menyelamatkan Poki dan teman-nya, kini Madika meminta mereka berdua untuk beristirahat sejenak sambil memulihkan tubuh mereka yang penuh luka.


"untuk saat ini biar aku saja yang pergi membantu ksatria lain-nya.... kalian berdua beristirahatlah sejenak hingga kalian benar-benar pulih." ucap Madika dengan tenang.


"tidak..... tolong biarkan kami ikut membantu!" ucap teman Poki.


"jika kalian ingin membantu, maka istirahat lah sejenak, jika kalian sudah cukup pulih, datanglah membantu." balas Madika sambil membalik-kan badan-nya.


"baiklah.... sekarang aku harus pergi lebih dulu." ucap Madika yang kemudian langsung melesat dari satu pohon ke pohon lain-nya dengan cepat.


Sementara itu, Poki dan teman-nya yang di tinggalkan Madika kini hanya bisa menatap Madika dengan ekspresi kagum. mereka belum pernah melihat orang yang memiliki kemampuan seperti Madika. terutama teknik peluru angin serta pelindung tak terlihat yang membuat apa saja yang mendekat langsung hancur.


"siapa sebenar-nya anak muda itu.... aku belum pernah melihat anak semuda itu bisa mengalahkan tiga Niverom seorang diri." ucap Poki.


"kau benar..... padahal jika di bandingkan dengan kita, tingkat Saga kita jauh lebih tinggi dari anak itu.... tapi anak itu menang oleh jurus yang tidak kita ketahui." balas teman Poki.


Sementara itu, Madika yang saat ini sedang bergerak cepat dari satu pohon ke pohon lain-nya tampak sedang berkonsentrasi untuk menyebarkan Saga-nya dan mendeteksi tempat pertarungan selanjut-nya.


Sebelum-nya, saat Madika hendak keluar dari tempat Bunggu si ular naga. bunggu langsung menggunakan teknik perubahan wujud.


kali ini Bunggu berubah menjadi sebuah kalung. kalung itu berbentuk lonjong dengan sebuah kristal biru tua di tengah-tengah.


"apa seperti ini cara-mu melindungi tuan Risiwuku saat ia masih hidup?" tanya Madika sambil terus bergerak.


"ya benar.... beginilah cara-ku untuk melindungi tuan-ku.... tapi kelemahan dari teknik ini adalah, aku tak bisa membantu anda bertarung secara langsung.... tetapi sebagai ganti-nya, tak akan ada satu pun serangan yang akan menyentuh kulit-mu.... semua serangan akan aku patahkan selama serangan itu masuk dalam jangkauan pertahanan-ku." jelas Bunggu yang saat ini dalam bentuk kalung.


"begitu ya.... pokok-nya terimakasih karena sudah mau membantu-ku." ucap Madika berterimakasih.


"tidak perlu sungkan, karena sekarang aku sudah menganggap-mu sebagai anak dari tuan Risiwuku, dengan kata lain, aku harus menjaga-mu sama seperti aku menjaga tuan Risiwuku." balas Bunggu.


Madika yang mendengar jawaban itu hanya diam sambil tersenyum tipis.


dalam hati-nya ia merasa sangat senang karena kini diri-nya telah memiliki jaminan keamanan yang sudah pasti.

__ADS_1


bukan hanya itu saja, diri-nya kini mulai membayangkan bagaimana nanti-nya jika ia bertarung dan mengalahkan orang-orang kuat di akademi. ia mulai membayangkan bagaimana ia akan menjadi populer dan di kenal di kalangan para gadis.


saat Madika mulai tenggelam dan tertawa sendiri oleh karena hayalan-nya.


tiba-tiba terdengar suara Bunggu memperingati-nya.


"kena kau." ucap Bunggu dengan tenang.


~BRAAKK!!~


Madika yang asik menghayal kini menabrak sebuah pohon dengan pose yang sangat lucu.


ekspresi wajah-nya mendadak berubah dan tampak terlihat lucu.


saat Madika akan terjatuh, Madika langsung refleks mendorong tubuh-nya ke salah satu dahan pohon.


"kenapa kau tidak bilang ada pohon di depan-ku?" ucap Madika dengan ekspresi kesal.


"maaf tuan, tadi aku sengaja membiarkan hal itu agar menjadi pelajaran bagi anda.... anda harus ingat satu hal ini.... tuan Risiwuku tak pernah memamerkan kekuatan-nya di depan orang lain, dan beliau selalu fokus saat bertarung, ia tidak pernah teralihkan oleh pikiran-pikiran yang tidak di perlukan." jelas Bunggu.


Bunggu yang melihat ekspresi Madika kini merasa sedikit lega.


"bagus, itu ekspresi yang harus-nya kau tunjuk-kan." ucap bunggu


Sementara itu, kini di tempat pertarungan dua ksatria tingkat profesional tampak kedua ksatria itu sedang berusaha bertahan dari serangan tiga Niverom tingkat Alima.


Saat ini tampak salah satu Niverom menyerang menggunakan tombak petir.


Niverom itu melemparkan tombak petir-nya ke arah salah satu Ksatria.


saat tombak petir itu masih berada di udara, Niverom itu langsung mengaktifkan teknik penggandaan milik-nya, dan seketika tombak petir itu berubah menjadi sangat banyak.


tombak petir itu kini melesat cepat ke arah ksatria itu.

__ADS_1


namun dengan tenang ksatria itu mengibaskan tangan-nya ke arah tombak-tombak petir itu, dan seketika muncul dinding es yang sangat banyak yang melindungi ksatria itu.


Di saat yang bersamaan, kini salah satu ksatria lain-nya kini maju dan menyerang Niverom itu menggunakan elemen petir-nya.


sebuah petir raksasa kini muncul di udara dan langsung menyambar ke tanah.


petir itu mulai bercabang-cabang dan menyerang tiga Niverom sekaligus.


serangan itu terjadi secara bertubi-tubi sehingga para Niverom tak punya pilihan lain selain bertahan menggunakan perisai api mereka.


"kerja bagus kawan, sekarang giliran-ku!" ucap ksatria pengguna es.


"ya.... lakukan yang terbaik.... aku sudah tak bisa bertarung lagi sekarang!.... teknik petir dewa ini sangat menguras energi-ku!" ucap ksatria pengguna petir itu.


"tenang saja!.... akan ku kerahkan seluruh energi-ku untuk satu serangan terkuat-ku.... aku yakin! satu serangan ini saja pasti bisa membuat mereka semua terbunuh!" balas ksatria pengguna es.


"cepat lakukan! teknik-ku hanya bisa bertahan kurang lebih dua menit saja!" ucap ksatria petir itu.


Ksatria pengguna es yang mendengar ucapan itu hanya mengangguk paham.


sejujur-nya ia memang yakin bisa membunuh mereka dalam satu serangan, namun jika mereka bisa menghindari serangan dadakan itu, maka hanya kegagalan yang ada di depan mata mereka.


"sejujur-nya persentase kemenangan kami hanya 50% saja.... semoga keberuntungan berpihak pada kami.


Saat ini, teknik petir dewa milik ksatria petir masih terus menyambar.


Sambaran bertubi-tubi itu membuat area sekitar menjadi berasap.


hal itu di akibatkan oleh ledakan yang terjadi saat petir-petir itu menghantam benda-benda padat yang ada di tempat itu.


"dari rumor yang ku dengar teknik ini hanya bisa bertahan kurang lebih dua sampai tiga menit!.... jadi kita harus berusaha bertahan sebisa mungkin." ucap salah satu Niverom itu.


Sementara itu, salah satu Niverom yang berusaha bertahan itu tampak berseringai dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


hal itu di karenakan perisai angin-nya sudah dua kali hancur dan memaksa diri-nya untuk membuat perisai api yang baru.


"ternyata aku benar-benar salah menilai mereka!" ucap Niverom yang sebelum-nya sempat meremehkan ksatria petir itu.


__ADS_2