Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pengumuman


__ADS_3

Mendengar ajakan duel dari Madika, Natalia pun langsung menoleh pada Madika.


"jika kau benar-benar ingin menantang-ku, maka ikutilah kompetisi pertarungan ini." ucap Natalia dengan nada datar dan terkesan dingin.


"sudah ku bilang aku tidak tertarik.... lagi pula berdasarkan penjelasan di pengumuman ini, kata-nya pemenang dari pertarungan ini akan mendapat hadiah serta akan menjadi pengawal pribadi-mu..... aku di sini ingin menantang-mu, bukan ingin menjaga-mu sebagai pengawal." ucap Madika menjelaskan.


"apa? yang benar saja?.... jadi apa yang di katakan orang tua itu kemarin benar-benar dia lakukan?" ucap Natalia dengan ekspresi yang tampak terkejut saat mengingat bahwa kemarin kakek-nya sudah memberitahukan diri-nya bahwa ia akan menjadikan ini sebagai salah satu hadiah untuk pemenang.


"ehmm.... aku pamit dulu!" ucap Natalia yang kemudian segera berlalu dari tempat itu.


"eh?..." Madika kebingungan.


"jika kau memang ingin bertarung dengan-ku, maka cobalah menangkan kompetisi itu, lalu kau akan berhadapan langsung dengan-ku sebagai final-nya!" ucap Natalia dengan suara yang agak keras karena ia sudah cukup jauh dari Madika.


Mendengar ucapan Natalia itu, kini Madika pun hanya bisa memiringkan kepala-nya karena masih bingung.


"apa perlu ku tanya Nina?.... mungkin saja Nina tahu sesuatu." batin Madika


Setelah itu Madika pun langsung pergi dari tempat itu.


sementara itu, melihat kepergian Madika, kini para siswa yang sebelum-nya kini kembali mengerumuni papan pengumuman.


Saat ini, memang banyak siswa laki-laki yang tertarik untuk mengikuti kompetisi pertarungan itu.


hal itu di karenakan hadiah-nya yang cukup menggiurkan bagi mereka yang memang memiliki tujuan untuk bekerja sebagai seorang ksatria.


bagi mereka, ini adalah salah satu peluang dan termasuk sebagai jalan tikus untuk menjadi salah satu prajurit elit.


jika mereka bisa menjadi pengawal pribadi, maka ke depan-nya mereka bisa saja di promosikan untuk bekerja di istana kerajaan dan mendapat-kan pangkat yang lumayan di sana.


belum lagi yang menjadi objek yang mereka kawal adalah Natalia yang merupakan salah satu siswa favorit di akademi ini. banyak yang menyukai Natalia karena kecantikan yang di miliki-nya sanggup memesona banyak mata yang melihat-nya diri-nya.


Sementara itu, Natalia yang saat ini sedang berjalan mencari kakek-nya kini mengomel dalam hati.

__ADS_1


"huh..... sudah ku duga ini akan terjadi.... untung saja aku sempat bilang pada kakek, 'jika ada yang menang, maka biarkan aku menguji langsung seberapa kuat orang itu, dan jika ia gagal, maka ia tidak akan ku terima menjadi pengawal pribadi-ku'." ucap Natalia sambil mengingat kembali perkataan-nya pada kakek-nya.


"untuk saat ini sebaik-nya aku pastikan dulu apakah kakek menerima syarat-ku atau tidak?" batin-nya sambil terus berjalan.


Saat ini tampak di ruangan kepala akademi kakek Natalia sedang berdiri.


"baiklah.... untuk sekarang aku pamit dulu.... hari ini aku punya urusan di kerajaan.... kemarin yang mulia sempat menghubungi-ku dan meminta-ku untuk datang ke istana." ujar tuan Samon berpamitan.


Mendengar pamitan dari tuan Samon, kini kepala akademi juga langsung berdiri sambil tersenyum ramah pada tuan Samon.


"seperti-nya anda sangat sibuk.... saya harap pada saat kompetisi nanti-nya anda bisa meluangkan waktu anda untuk datang dan menonton kompetisi yang anda buat ini." ucap kepala akademi.


"tenang saja, aku pasti akan meluangkan waktu." jawab kakek Natalia dengan cepat.


"baiklah kalau begitu, aku senang mendengar hal itu." balas kepala akademi.


Setelah itu kini kepala akademi dan tuan Samon langsung berjalan keluar pintu.


ia bahkan menemani tuan Samon hingga ke tempat kendaraan pribadi tuan Samon yang sedang di parkir.


Saat tuan Samon masuk ke dalam mobil pribadi-nya, tiba-tiba Natalia datang dan memastikan syarat yang di berikan Natalia sebelum-nya.


lalu kakek Natalia pun ternyata tidak keberatan dengan syarat yang di berikan oleh Natalia.


tuan Samon bahkan sejak awal memang sudah memikirkan hal yang sama dengan persyaratan yang di berikan oleh Natalia.


Sesudah membicarakan persyaratan itu, kini tuan Samon langsung menyuruh sopir-nya untuk segera menjalankan mobil itu.


kini mobil tuan Samon melesat menjauh dari tempat itu.


"seperti-nya kakek-mu merencanakan sesuatu untuk-mu." ucap kepala akademi menyapa Natalia.


"aku juga tahu itu.... aku bahkan bisa mengira-ngira apa yang mungkin sedang dia rencanakan." balas Natalia.

__ADS_1


Setelah itu Natalia pun berlalu dari hadapan kepala akademi.


begitu pun dengan kepala akademi yang kini langsung kembali ke ruangan-nya.


Saat ini Natalia sedang berjalan ke kelas-nya sambil mengingat perkataan kakek-nya.


"saat ini, keluarga kita di penuhi oleh orang-orang kuat! akan tetapi kita tidak memiliki sosok yang sanggup menguasai segala kondisi dalam pertarungan.... kita saat ini membutuhkan orang yang cekatan yang bisa membuat kemustahilan menjadi mungkin.... kita butuh sosok yang cerdik dan licik dalam pertarungan, sosok yang bisa menjadikan musuh sebagai batu loncatan untuk mencapai kemenangan."


Ucapan tuan Samon itu terus terngiang dalam pikiran Natalia dan membuat-nya tampak kesal.


"tchi.... seperti-nya saat itu kakek sedang membicarakan tentang Madika.... dia pasti sudah mendengar banyak tentang Madika dari orang-orang..... apa kakek benar-benar se-yakin itu dengan madika?.... lihat saja nanti!.... aku pasti akan mengalahkan Madika dengan mudah dan cepat!" batin Natalia dengan keyakinan yang kuat.


Di sisi lain, saat ini tampak Madika sedang berbincang dengan Nina dan Lili di depan kelas satu api.


sesaat kemudian Natalia datang menghampiri mereka bertiga.


"apa yang kau lakukan di sini?" tanya Natalia dengan nada datar.


"aku hanya mencari tahu sesuatu." jawab Madika singkat.


"apa kau sudah menemukan sesuatu itu?" tanya Natalia memastikan.


"ya.... aku kesini karena ingin tahu kenapa kau menyuruh-ku untuk ikut dalam kompetisi pertarungan itu..... Nina sudah menjelaskan situasi-mu kepada-ku.... karena itu, sekarang aku akan memilih untuk ikut berpartisipasi dalam pertarungan itu." jelas Madika.


"begitu ya.... lakukan saja sesuka-mu.... yang jelas-nya jika kau bisa melewati-nya, maka kau akan berhadapan dengan-ku.... dan di saat itu juga, aku akan mengalahkan-mu dengan telak." ucap Natalia dengan penuh percaya diri sambil membalik-kan badan-nya dan langsung berjalan masuk ke dalam kelas.


"hahh..... dasar gadis yang merepotkan." ucap Madika sambil tertunduk lesu.


"jika kau merasa seperti itu, kau cukup menghindari-nya saja dan tidak lagi berurusan dengan-nya." ucap Lili memberi saran.


"itu tidak bisa.... ini sudah terlanjur, jadi sebaik-nya di selesaikan sesegera mungkin." balas Madika.


"kau benar..... laki-laki sejati tak boleh lari dari masalah." sela Nina.

__ADS_1


__ADS_2