PARA PENYINTAS

PARA PENYINTAS
Chapter 109. Pertunangan Glenn


__ADS_3

Ting.. ting.. ting..


Raja mengetuk gelas kristalnya hingga berdenting. Suara bisik-bisik langsung lenyap. Ruangan kembali hening seketika. Semua menunggu sang raja bicara.


"Aku ingin mengabarkan bahwa pamanku Pangeran Felix Ockhenliche sudah pulih dari sakitnya."


Suara Raja kembali hilang dalam dengungan suara rendah semua orang yang menanggapi berita itu.


Ting.. ting.. ting..


Raja kembali mengetuk gelasnya, meminta perhatian.


"Aku tau kalian senang dengan berita itu." Raja tersenyum bijak.


"Ini dokter yang merawat dan mengobati paman Felix." Raja menunjuk dokter Chandra.


Dokter Chandra berdiri dari kursinya dan sedikit membungkuk memberi hormat pada raja, lalu duduk kembali.


Perhatian para tamu seketika beralih menatap dokter Chandra dan teman-temannya yang jelas berbeda dari mereka. Bisik-bisik kembali terdengar. Raja tak ingin membiarkan spekulasi berkembang lebih jauh.


Ting.. ting.. ting..


Kali ketiga raja mengetuk gelasnya. Ajudan di belakangnya sudah terlihat jengkel dengan keributan para tamu yang jauh dari aturan.


Ruangan kembali hening. Para tamu menunduk, karena takut melihat sang ajudan mendelikkan mata karena gusar.


"Masih ada kabar baik lainnya." Raja menjeda kalimatnya.


"Sepupuku Pangeran Glenn Ockhenliche akan mengakhiri masa dudanya. Malam ini mereka bertunangan."


Wajah sang raja terlihat sangat gembira. Para tamu sedikit terhenyak mendengar berita tiba-tiba itu. Tapi langsung terlihat ikut bergembira. Sudah 3 tahun pangeran tampan itu berkabung setelah kematian istrinya. Sudah saatnya juga dia beristri lagi, agar keturunan Ockhenliche makin berkembang.


Tapi semua orang mulai bertanya-tanya siapa gadis beruntung yang bisa meluluhkan hati dingin pangeran Glenn?


Raja memberi kode pada ajudannya. Tak lama pintu ruang makan terbuka. Glenn masuk sambil membimbing tangan Angelina. Menggenggamnya dengan hangat untuk meredakan kegugupan gadis itu.


Berbeda dengan situasi yang ramai saat raja bicara. Ruangan itu seketika hening seperti kuburan setelah Glenn dan Angel masuk. Mata para tamu terbelalak melihat gadis itu.


Glenn mengabaikan rasa terkejut mereka. Dia menarik kursi kosong di dekat Laras untuk ditempati Angel. Sementara dirinya duduk di kursi sebelah kanan depan sang raja.


Para tamu itu mengabaikan Glenn. Arah pandangan mereka tak mau teralih dari Angel dan orang-orang asing itu.


"Baiklah, aku sudah menyampaikan kabar baik dari keluargaku. Sekarang saatnya kita makan. Aku sudah lapar."


Raja mulai mengangkat gelas minumnya. Semua mengikuti mengangkat gelas minum.

__ADS_1


"Semoga kemakmuran dan kebahagiaan selalu menyertai negara kita." Raja meneguk habis minumannya.


"Semoga yang mulia panjang umur."


Semua tamu segera meneguk habis minumannya. Mereka semua mulai makan. Suasana kembali hidup dengan obrolan. Para pelayan hilir mudik untuk menambah makanan dan minuman.


Betapapun ingin tahunya Laras, Niken dan Silvia tentang hubungan Angel dan Glenn, mereka tetap tutup mulut di meja makan. Hanya senyuman yang mereka tampakkan pada semua tamu.


Makan malam itu akhirnya selesai. Mereka kembali pulang ke kediaman Glenn dengan teleportasi.


Sampai di kediamannya, Glenn menyadari suasana canggung dari Robert dan teman-temannya. Mereka tidak bertanya apapun, tapi tampaknya meminta sedikit penjelasan. Apa lagi setelah kembali itu, Angel tidak lagi sekamar dengan Silvia. Dia kini tinggal di sayap bangunan yang sama dengan Glenn.


"Robert, bisa ikut ke ruang baca?" tanya Glenn.


Robert mengangguk, meminta teman-temannya untuk kembali ke kamar lebih dulu. Mereka patuh. Robert mengikuti Glenn ke ruang baca.


"Raja melamar Angel untukku. Dan dia menerimanya."


Glenn langsung bicara begitu masuk ruang baca. Lalu dia duduk, diikuti Robert.


"Selama itu adalah keinginannya, sebagai teman, kami akan selalu mendukungnya. Tapi kalau ada unsur paksaan, aku tidak akan setuju." Jawab Robert tegas.


Glenn menganggukkan kepala.


"Tak ada yang memaksanya. Dia setuju begitu saja." Glenn berkata jujur.


"Tidak.." Glenn menggoyangkan tangannya untuk meyakinkan Robert.


"Raja yang melamarkannya untukku," elaknya.


"Jadi kau menerima saja perintah raja, meski kau tidak mencintainya?"


Tampaknya Robert masih belum ingin selesai dengan pangeran muda itu. Glenn terperangah dengan tuduhan itu.


"Tidak. Bukan begitu. Aku juga menyukainya..." Glenn menjawab dengan mimik lucu.


Robert tersenyum melihat itu.


"Asal kau mencintainya, maka aku tak kan ikut campur." jawab Robert sambil bersandar di kursi.


Glenn lega mendengarnya. Dia kembali duduk dengan tenang. Kegugupannya hilang.


"Tapi kau tau, kamu ras manusia sangat berbeda dengan kalian. Apakah mungkin bisa menikah? Lagi pula dengan menikahimu, itu berarti dia akan tinggal di sini bukan?"


Kata-kata Robert sudah diperkirakan Glenn sejak dia merasa tertarik pada Angel. Tapi raja sudah menawarkan solusi. Tanpa persetujuan raja, cara itu tak bisa dilakukan.

__ADS_1


"Angel harus melalui ritual pembersihan diri dulu sebelum bisa menikah dengan klan Elf. Ibuku juga melakukan hal yang sama sebelum menikah dengan ayah." Glenn menjelaskan.


"Maksudmu, ibumu adalah ras manusia?" Robert terperanjat. Dia tak melihat perbedaan Nyonya Felix. Telinganya sama panjang dengan tuan Felix.


"Bukan. Ibuku dari klan penyihir. Setelah melewati ritual pembersihan diri, ibu baru bisa menikah dengan ayah." Glenn segera menjelaskan kesalah pahaman itu.


"Ahh, ku kira ayahmu membawa lari wanita dari dunia manusia saat petualangannya," Robert tertawa.


Tapi Glenn cemberut.


"Ayahku tidak serendah itu. Ibu sudah menikah dan masuk ke rumah sejak dia remaja. Dan ayah masih tetap diijinkan pergi berpetualang ke dunia lain untuk menambah pengetahuan dan wawasan."


Glenn menjelaskan dengan bangga. Dia selalu merasa iri karena tidak bisa melakukan perjalanan jauh seperti ayahnya. Andai saja cermin portal itu masih ada, dia juga ingin melakukan perjalanan ke dunia luar yang belum dikenalnya.


"Bagaimana jika kau ikut dengan kami?" tanya Robert asal-asalan.


"Hah?! Tidak.. tidak mungkin. Aku tangan kanan sang raja. Lagi pula negara ini bukannya sangat tenang. Kau tau? Suasana tenang sebelum badai?" Glenn menggeleng keras.


"Apa maksudmu?" tanya Robert heran.


"Kami mendapat banyak informasi buruk tentang klan Orc. Pertemuan kita di hutan sihir waktu itu juga karena aku sedang mengurus masalah ini." jawab Glenn.


"Mereka mencari gara-gara lagi?" tanya Robert ingin tau.


"Begitulah," jawab Glenn sambil mengangguk lesu.


Robert terdiam. Tak banyak yang bisa dibantunya dalam hal ini. Mereka hanya punya busur panah. Mana mungkin melawan para Orc yang bertubuh besar.


*


Robert kembali ke kamar untuk beristirahat. Tapi semua temannya berkumpul di ruangan itu menunggunya. Robert menceritakan pembicaraannya dengan Glenn tadi.


Niken dan Silvia menatap Laras yang tersenyum tenang.


"Jujurlah, kau tau tentang hubungan mereka kan?" cecar Silvia pada Laras. Mata Nastiti juga ikut meminta kejujuran Laras.


Para pria terkejut mendengar itu.


"Kau tau mereka berhubungan? Kapan?" tanya dokter Chandra heran.


Bukankah belakangan ini Glenn lebih sering bersamanya di kediaman tuan Felix? Kapan mereka berhungan?


"Tidak. Aku tidak tau tentang itu. Tapi aku tau kalau Angel menyukai Glenn. Itu saja." jawab Laras dengan jujur.


"Jadi Angel memang menyukai Glenn? Pantas saja dia langsung menerima lamaran sang raja untuk Glenn," timpal Leon sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Aisshh.. kita kapan mengakhiri masa jomblo ini?" Liam tak mau kalah.


Segera suasana mencair kembali. Mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.


__ADS_2