PARA PENYINTAS

PARA PENYINTAS
Chapter 384. Back Angel or Demon


__ADS_3

"Mari kita beristirahat," ajak Dokter Chandra. Dia masuk kembali ke dalam gua. Kang Tua merubah wujudnya menjadi manusia lagi.


Lima orang yang baru diselamatkan itu, kini sudah mampu duduk bersandar di dinding gua. Mereka menoleh saat Dokter Chandra dan Kang Tua mendekat.


Keduanya duduk di depan lima orang yang sudah mulai pulih. "Sekarang, bisakah kalian ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dokter Chandra lembut.


Lima orang itu saling berpandangan. Kemudian salah seorang yang terlihat paling tua dan lemah, ditunjuk untuk bicara.


"Kami, Suku Cahaya yang tersisa. Setidaknya, selama ini itulah yang kami ketahui..Dari generasi ke generasi selalu menjadi incaran bangsa-bangsa lain. Mereka bukan hanya merampok bahan makanan, tapi juga menculik orang-orang!" ujarnya.


"Setelah beberapa waktu, salah satu yang tertangkap bisa kembali dan mengatakan apa yang terjadi dan dialaminya setelah diculik. Orang-orang kami yang diculik dijadikan penerangan!" ujarnya geram.


"Ketua Suku akhirnya membuat kebijakan, agar beberapa dari kami menikah dengan manusia biasa, untuk menyelamatkan diri. Agar aman dari pemanfaatan energi cahaya yang kami miliki. Namun, untuk mempertahankan eksistensi dan keaslian suku, maka syarat untuk menjadi Ketua Suku tetaplah harus yang memiliki darah murni."


"Begitulah sekarang isi desa kami. Tapi masalah belum usai, warga campuran itu lemah dan kerap pula diculik oleh bangsa lain karena kecantikan dan ketampanannya. Kami yang tersisa harus bisa menjaga seisi desa dari orang-orang biadab yang suka melecehkan itu!" ujarnya geram.


"Banyak yang diculik dan tak pernah kembali ke desa lagi. Dan aku sudah ada di sini selama kurun waktu lima tahun. Sudah tiga orang saudaraku yang tewas kehabisan energi di sini. Dan jika penerangan berkurang, mereka akan kembali ke desa untuk menculik yang lain!" tambah orang lainnya.


Sunil, Robert, Dokter Chandra dan Kang Tua terdiam mendengar cerita itu. Bagaimana bisa manusia dijadikan benda untuk penerangan?


"Bangsa apa yang tinggal di desa itu?" tanya Kang Tua.


"Mereka menyebut diri sebagai Black Angel. Memiliki sayap hitam legam dan tanduk runcing di kepala."


"Adakah yang mencoba menikah dengan kalian?" tanya Dokter Chandra hati-hati.


"Setahu kami, tidak ada. Mereka sangat menjaga kemurnian darah bangsanya," jawab seseorang.


"Lalu, apakah ada diantara kalian yang dijadikan penerangan di dalam rumah-rumah itu?" tanya Dokter Chandra lagi.


"Aku ingat Lo Sa diculik bersamaku. Tapi aku tak pernah melihatnya lagi setelah itu," pemuda itu menjawab cepat.


"Hem ... kemungkinan dia ada di dalam salah satu rumah itu," lirih Dokter Chandra.


"Berarti kita harus mencari di setiap rumah untuk menyelamatkannya," kata Dokter Chandra.


"Apa? Bukankah itu akan menimbulkan keributan?" tanya salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Apa kau ingin kami membakar habis desa itu serta mengubur saudaramu yang mungkin sedang terikat di dalam rumah?" selidik Dokter Chandra.


"Bukan itu maksudku. Hanya saja ... hanya saja mereka adalah makhluk-makhluk yang sangat kuat. Mereka ahli dalam bertarung. Dan selalu ikut dalam penyerangan, seseorang yang punya tangan api," jelas orang itu.


"Apakah kalian tak bisa bertarung?" tanya Sunil.


"Tentu saja kami juga belajar bertarung. Tapi kemampuan kami selalu kalah dengan mereka!" jawabnya.


"Coba kulihat dasar yang kalian miliki.


Satu persatu kelima orang itu menunjukkan cahaya bawaan mereka. Dari lima orang, hanya satu yang memiliki cahaya dasar bertarung.


"Cahayamu memiliki unsur api yang kuat. Aku mengenal seseorang yang sepertimu. Jika kau terus berlatih, maka kau bisa melindungi seisi desa!" kata Dokter Chandra pada pria muda itu.


"Dia putra satu-satunya Ketua Suku kami. Harapan kami besar padanya. Tolong bantu dia," ujar salah seorang tua di situ.


"Kau pergilah berlatih dengan Jenderal So sebentar, agar apimu memiliki daya serang yang dahsyat!" perintah Dokter Chandra.


"Siap, Penguasa!" Robert membawa anak muda itu menjauh dari sana.


"Cahaya kalian dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan. Jadi kalian dilarang mati!" tegas Dokter Chandra.


"Lalu, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Sunil.


"Tidak ada. Kita harus beristirahat dan memulihkan tenaga dulu. Besok kita bisa menyerang mereka dengan tubuh yang lebih bugar!" tegas Dokter Chandra.


"Baik!" Sunil meminta empat orang itu untuk mengambil waktu beristirahat sejenak.


Gua itu mulai sunyi. Bahkan Kang Tua mendengkur halus di salah satu tempat. Robert dan anak muda itu juga sudah beristirahat.


Ketenangan itu hanya sebentar. Persis saat sinar matahari muncul, terdengar debuman keras dari kaki gunung. Begitu kerasnya, hingga getarannya terasa sampai di gua tempat sembilan orang itu sedang tidur.


"Apa yang terjadi?" tanya Kang Tua.


"Apakah mereka sudah menyadari mereka hilang dan menghancurkan sekitar, untuk mencari?" asumsi Sunil.


"Tidak! Getaran ini sangat dahsyat. Kurasa ... kurasa mereka tidaklah punya kekuatan seperti ini," bantah salah seorang dari kelima orang baru itu.

__ADS_1


"Mungkinkah mereka juga suka berperang dengan bangsa lainnya?" tanya Robert.


"Mereka kerap pergi merampok makanan ke tempat lain. Tapi belum pernah ada yang datang menyerang ke desa, selama lima tahun aku di sini," jawab salah satu orang tua.


"Kenapa mereka merampok makanan? Bukankah tempat ini luas untuk ditanami?" tanya Kang Tua heran.


"Mereka pemalas!" jawab seorang lainnya.


"Aku jadi ingat kelompok Vivian yang tinggal di dunia kecil Kang. Tapi Vivian dan kelompoknya, bersayap putih dan tidak memiliki tanduk," sela Robert.


"Namun hati mereka sama hitam dan jahatnya dengan kelompok Black Angel ini!" ketus Sunil.


"Hemmm ... Aku mengingat Vivian. Saat mengoperasinya, darahnya berbeda dengan Yoshi. Itu membuat Yoshi langsung menjauh."


Dokter Chandra menambahkan. "Waktu itu aku tak mengerti. Tapi dengan pengetahuan Penguasa Cahaya, aku menyadarinya sekarang. Vivian adalah keturunan campuran antara The Fallen Angel dengan Demon. Meski fisik mereka masih sama, tapi darahnya telah membedakannya."


"Kurasa, kelompok yang menyebut diri mereka sebagai Black Angel itu, sebenarnya adalah Demon. Mereka bisa berganti nama. Tapi dasar kejahatan dalam darah merah tetap mengalir deras. Mereka tak merubah jalan hidup agar lebih baik. Percuma saja!" ketus Dokter Chandra.


"Kurasa kau benar. Aku juga tak pernah mendengar tentang bangsa Black Angel. Tapi kejahatan Demon telah sangat terkenal di jagat dunia bintang!" timpal Kang Tua.


kembali lagi gunung yang mereka tempati bergetar.


"Jika seperti ini terus, Lo Sa bisa terkubur bersama desa itu. Ayo kita lihat apa yang terjadi!" ajak Dokter Chandra.


Kesembilan orang itu kini telah berada di luar gua. Mereka terkejut ketika tiba-tiba ada seekor naga besar terbang di samping.


"Apakah dia—"


"Dia kawan kita," jelas Sunil.


"Desa itu diserang. Kita harus secepatnya mencari posisi Lo Sa da menyelamatkannya. Berpencar dan gunakan transmisi suara untuk komunikasi!" perintah Dokter Chandra.


"Penguasa, kurasa mereka belum belajar menggunakan transmisi suara!" kata Sunil.


"Hah ... ya sudah, berteriak saja!"


Dokter Chandra sudah melesat cepat menuju desa di kaki gunung.

__ADS_1


Yang lainya mengikutinya terbang ke arah desa. Robert membagi kelompok itu. Dua orang yang tak ounya skill bertarung, berada dalam pengawasannya. Dua lainnya diawasi Sunil. Dan Pria muda itu telah melesat cepat menyusul Kang Tua serta Dokter Chandra.


********


__ADS_2