PARA PENYINTAS

PARA PENYINTAS
Chapter 129. Lamaran Indra revisi


__ADS_3

"Apa maksudmu 1000 tahun?" Sunil meninggikan suaranya sebab begitu kaget.


"Yah, Bi sudah terdampar di sini sejak 1000 tahun yang lalu. Meski kita tak tau jelas sebab musabab kejadiannya, tapi menurutku, waktunya kurang lebih sama dengan saat dunia kecil A lenyap ditelan kabut hitam." jawan Alan.


"Jadi, kalian sudah berumur 1000 tahun?" Michael menatap dengan takjub.


"Tidak. Mereka sudah mati 1000 tahun yang lalu. Yang berdiri di depan kita saat ini adalah Dean, Alan dan Sunil. A, O dan Z hanyalah jiwa-jiwa yang menumpang di tubuh teman-teman kita." Tangkis Nastiti.


"Jadi, sebenarnya justru Bi yang berumur panjang hingga 400 tahun. Dan sekarang A bahkan masih belum yakin jika Bi sudah tiada." Widuri menambahkan.


"Bi sungguh beruntung masih punya putri yang bisa meneruskan garis keturunan bangsa kalian."


Nastiti juga setuju bahwa hidup Bi masih lebih baik ketimbang A, O dan Z yang terkubur di gunung batu sebelum sempat berkeluarga.


"Sudahlah. Itu tak terlalu penting. Yang jadi pertanyaan, apakah kalian masih ingin menyelidiki kubah cahaya itu?" tanya Michael dengan mimik serius.


"Sudah 600 tahun berlalu, apa kau yakin dia masih hidup bahkan setelah bertarung dengan monster ganas?" Suara lembut Marianne menggugah kesadaran Dean, Alan dan Sunil untuk kembali fokus.


"Aku tetap ingin memeriksa. Alan, kau mau menemaniku atau tidak?" tanya Dean.


"Tak masalah. Kapan kita pergi? Bagaimanapun kita harus mencari jawaban tentang si pengintai waktu itu." Alan setuju.


"Sekarang belum siang. Kita lihat kesana sekarang saja. Mana tau makhluk itu juga sedang ada di sana." Dean berdiri dari duduknya.


"Baiknya kalian jangan gegabah. Intai dan selidiki diam-diam kebiasaan makhluk itu. Setelah waktunya pas, baru ditangkap." Saran Sunil.


"Baik. Kami akan mengamati tempat itu lebih dulu." Dean mengiyakan pesan Sunil.


Keduanya melayang naik melewati ketinggian pohon-pohon raksasa di tengah hutan itu. Lalu melesat cepat ke arah kubah cahaya yang sudah mereka lihat sebelumnya.


"Apa menurutmu Bi masih hidup?" tanya Michael pada Widuri.


"Aku tak ingin menduga-duga yang tak ku pahami. Tanya Sunil, apakah bangsa mereka biasa berumur panjang ratusan hingga ribuan tahun?"


"Yah.. jika tak ada penyebab darurat semacam penyakit parah atau kecelakaan, pada dasarnya bangsa kami memang akan berumur panjang. Aku ingat pengasuhku di asrama dulu. Dia pernah mengatakan jika usianya sudah 500 tahun. Saat kami semua lepas asrama setelah tamat sekolah, dia mengatakan akan pensiun. Dan kami adalah anak asuhannya yang terakhir. Tapi aku memang belum pernah bertemu dengan mereka yang usianya diatas itu." Jawab Sunil.


"Aku pernah," kata Michael.


"Kau pernah? Siapa?" tanya Sunil heran.


Dia saja belum pernah bertemu yang usianya lebih dari 500 tahun. Bagaimana manusia biasa seperti Michael pernah bertemu yang lebih dari itu? Mustahil.


"Yoshi. Dia sudah 600tahun. Dan tuan ketua kota justru sudah lebih dari 1000 tahun bukan?" Michael tersenyum penuh kemenangan.


"Ahh, kau benar. Kenapa aku melupakan mereka?" Sunil tersenyum miring.


"Baiklah, cukup istirahatnya. Sunil, temani aku memetik blueberry ke hutan. Kami akan membuat selai. Besok atau lusa kita bisa menjualnya ke kota." Nastiti datang dengan keranjang buah di tangan.

__ADS_1


"Ayo ku temani." Jawab Sunil.


*****


Dokter Chandra sudah menceritakan semua informasi yang didapatnya saat pergi ke klan penyihir. Semua anggota timnya langsung terdiam dan berpikir dengan serius.


Menurutku, lebih baik kita pergi ke negara tempat klan kurcaci biru. Cahaya yang melenyapkan banyak nelayan itu adalah pintu menuju dunia lain." Robert menyampaikan pemikirannya.


"Kenapa bukan cermin portal yang pernah digunakan tuan Felix?" tanya Laras.


"Karena dokter Chandra gagal mengobati tetua klan penyihir. Maka klan lain tak mau membantu." jawab Niken.


"Tidak. Menurutku, mereka pasti sudah tau jika tetua itu memang sangatlah tua dan tak mungkin disembuhkan lagi. Mereka memberi syarat itu karena tau misi itu akan gagal. Mereka hanya tak enak hati menolak permintaan bantuan raja Elf." Indra menambahkan.


"Kau benar. Misi mustahil itu hanya siasat mereka agar tak kehilangan muka." tambah Leon.


"Baik. Jadi kita hanya punya pilihan ke laut di negara kurcaci biru. Lalu kapan kita ke sana?" tanya Liam.


"Ya. Lebih cepat lebih baik." Sambung Silvia.


"Kita harus bicarakan hal ini dengan Glenn. Dia tuan rumah yang menampung kita selama ini. Jadi kita harus berpamitan dengan pantas bukan?" Saran dokter Chandra.


"Dokter Chandra benar. Kita bicarakan dengan Glenn. Sekalian mencari tau jalan menuju negara klan kurcaci biru." Robert mendukung dokter Chandra.


"Tadi aku melihatnya pergi dengan Randall." ujar Laras.


"Yah kalau begitu kita tunggu dia kembali sore nanti." Putus Robert.


Suara ketukan di pintu menghentikan diskusi. Liam membuka pintu. Tampak seorang pelayan berdiri di luar.


"Selamat siang tuan. Nyonya Angel mengundang anda semua untuk menikmati suasana taman." Ujar si pelayan dengan hormat.


" Ah.. Baiklah. Kami akan ke sana." Wajah Laras berseri-seri. Sudah beberapa hari mereka tak melihat Angel dan ngobrol bersama. Bukankah undangan ini kesempatan yang bagus?


Yang lain segera mengikuti langkah pelayan yang membawa mereka menuju taman.


Angel duduk di gazebo di tengah kolam. Dia terlihat makin cantik. Segar dan bersinar seperti peri di negeri dongeng. Hanya saja Angel tak punya sayap.


"Angel..." Sapa Laras begitu melewati jembatan menuju gazebo.


"Aku merindukanmu." Mereka berpelukan dengan hangat.


"Aku juga merindukan kalian," balas Angel berseri-seri.


"Kau semakin cantik hlo," puji Niken.


"Kau juga akan semakin cantik jika menikah dengan orang yang kau cintai," balas Angel.

__ADS_1


"Aku iri padamu," bisik Silvia.


"Apa mau ku carikan jodoh di sini?" Tanya Angel antusias.


"Ah, tidak. Tidak. Bukan seperti itu maksudku. Aku iri dengan keberuntunganmu. Kau mencintai seseorang dan ternyata dia juga mencintaimu. Meskipun kalian tak pernah mengatakan pada siapapun, tapi dia memang jodoh yang ditakdirkan. Itu sebabnya segala halnya jadi mudah dan lancar." Silvia menjelaskan perkataannya.


"Jodoh. Kata ajaib yang ku tunggu untuk menghampiriku."


Niken melirik Indra dengan alis digerak-gerakkan naik turun. Semua orang jadi tertawa melihat kekonyolannya.


"Tuh In. Pacarmu sudah tak sabar lagi. Kenapa kalian tidak resmikan saja hubungan kalian di sini?" tanya Robert memanaskan suasana.


Wajah Indra makin merah mendengar guyonan teman-temannya.


"Apa kau ingin menikah sekarang?" tanya Indra pada Niken.


"Masa kau melamar Niken dengan kata-kata seperti itu? Gak romantis banget," ledek Leon sambil tertawa.


Indra merasa kikuk. Tapi hanya bisa meringis mengingat kesalahannya. Tapi matanya menatap penuh harap ke mata Niken.


Niken tersenyum sangat manis. Entah ini lamaran atau tidak, tapi dia sangat bahagia. Dia tau bahwa Indra adalah orang yang tidak romantis. Jadi Niken mengapresiasi keberanian Indra menanyakan hal itu sekarang.


"Aku ingin kita menikah setelah kita keluar dari dunia ini. Bisakah?" Tanya Niken balik.


"Tentu. Tentu saja bisa. Kau tinggal mengatakannya saja. Maka akan kuwujudkan," janji Indra. Niken lalu memeluk Indra mesra. Tanpa sadar keduanya saling dibuai alunan nada asmara yang membius hati keduanya.


"Wow... romantis sekaleeee.. Kami dianggap patung taman," canda Liam.


Sementara yang lainnya menahan tawa sambil menutup mulut mereka yang terbuka.


Keduanya segera tersadar dari hipnotis romantisme. Wajah Niken dan Indra memerah seperti kepiting rebus.


Lalu tawa yang susah payah ditahan tadipun akhirnya pecah berderai. Gazebo itu jadi ramai dan hangat. Pelayan menyajikan aneka minuman segar dan hidangan ringan sebagai teman bercengkrama.


*****


Note.


Terima kasih atas dukungan para readers setia. Meski hanya up 1 chapter sehari, tetap ditunggui. Per tanggal kemarin Novel ini sudah dikontrak pihak NT. Alhamdulillah.


Seperti yang pernah author janjikan untuk menambah chapter usai kontrak, mohon bersabar ya. Karena author sedang full pekerjaan. Insyaallah selepas ini akan nambah jumlah chapternya.


Nanti 2 chapter sehari cukup kan yaa..😉


💙💙💙💙💙 buat para readers.


Ditunggu like, komen, gift n vote nya yaa.. Biar author makin semangat lagi nulisnya. 🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan bosen yaa.. kalau ada ide, atau kesalahan author, langsung komen aja. Biar segera diperbaiki.


Thanks alot 😘


__ADS_2