PARA PENYINTAS

PARA PENYINTAS
Chapter 134. Perjalanan Ke Klan Kurcaci Biru (revisi)


__ADS_3

Catatan author:


Hari ini bonus 1 chapter.🥰


*


*


"Baiklah. Aku mengerti keinginan kalian. Dan memang klan Elf juga tak bisa membantu banyak. Jadi aku hanya bisa membantu mengantar kalian ke negri kurcaci biru." Glenn tak dapat lagi menbujuk tim Robert untuk menetap di negri itu.


"Juga, Angel sudah mengatakan keinginan Gilang. Aku senang dia bersedia menetap di sini. Setidaknya Angel masih punya teman." kata Glenn.


"Apakah ada pekerjaan yang bisa ku lakukan? Aku tak ingin hidup mandiri." kata Gilang.


"Ada. Tenang saja." Glenn tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih." Gilang berseri-seri.


"Besok pagi kita bisa ke istana dan berpamitan pada raja. Aku sendiri yang akan mengantar kalian." Ujar Glenn.


"Tidak perlu serepot itu. Kau bisa menugaskan satu pelayanmu sebagai penunjuk jalan." tolak Robert halus.


Glenn menggeleng.


"Jalan keluar dari tiap klan bisa sangat berbahaya. Jadi aku akan meminta izin raja agar bisa menggunakan teleportasi dari istana ke istana klan kurcaci biru."


"Oh, baiklah. Sebelumnya kami pikir ingin menunggangi kuda-kuda ke sana." Sahut Robert.


"Jalan ke sana terlalu berbahaya karena melewati area perbatasan klan Orc." Jelas Glenn.


"Kami mengikuti arahanmu saja." Robert mengangguk setuju.


"Baik, jadi kami pamit untuk bersiap-siap." Dokter Chandra mengakhiri pembicaraan malam itu.


Glenn mengangguk dan berdiri dari kursinya. Mengantar dua tamunya ke pintu ruang baca.


*


*


Pagi hari, semua anggota tim sudah berkumpul di meja makan. Semua tas sudah siap. Mereka menunggu Glenn dan Angel untuk sarapan bersama sebelum berangkat ke istana raja Elf.


"Laras. Sepertinya kalian tak sabar untuk meninggalkanku," sapa Angel begitu memasuki ruang makan.


"Kau segar sekali pagi ini. Apa tadi malam Pelangi muncul?" goda Laras sambil tersenyum.


"Kau mau tau saja atau mau tau banget?" Timpal Angel yang disambut gelak tawa Laras dan Silvia.


Mereka mulai nengambil tempat duduk masing-masing. Para pelayan hilir mudik melayani kebutuhan sarapan pagi itu. Suasananya ramai dan hidup. Jauh dari rasa sedih atas perpisahan. Angel dan Glenn benar-benar memahami isi hati tamu-tamunya yang merindukan rumah mereka. Jadi mereka ikut bersemangat dan mendukung keputusan yang diambil tim Robert.


"Ini untuk masing-masing kalian." Glenn memberi kode pada Randal.


Randal meletakkan baki kayu yang diatasnya terdapat banyak kantong kain dengan lambang keluarganya.


"Apa itu?" Tanya Robert.


"Berhubung kuda-kuda kalian tak bisa dibawa, maka aku membelinya." Sahut Glenn.


"Itu tidak perlu. Kuda-kuda itu juga kami dapatkan di alam liar, bukan dibeli." Robert menolak.


"Kalian mungkin akan membutuhkan uang untuk membeli perahu di negeri klan kurcaci biru. Mata uang ini bisa digunakan di sana." Glenn tersenyum.


"Ahh, kau benar." Dokter Chandra mengangguk setuju. Lalu diambilnya satu kantong dari baki kayu.


"Terima kasih Glenn."


Yang lain akhirnya ikut mengambil kantong uang yang diberikan Glenn. Wajah mereka cerah dan bahagia.


*

__ADS_1


*


"Angel, ini hasil sketsa kemarin. Kau simpanlah sebagai kenang-kenangan persahabatan kita." Niken mengangsurkan gulungan kertas ke tangan Angel.


Angel membuka gulungan itu. Mulutnya terbuka dan membentuk huruf O. "Indah sekali. Niken, terima kasih banyak. Ini akan jadi pengobat rinduku." Angel memeluk Niken haru.


Glenn juga kagum dengan goresan tangan Niken. Gambar itu begitu hidup. Hampir seperti melihat gambar di alat yang dapat mengeluarkan cahaya silau saat pernikahannya waktu itu. Hanya saja, ini tidak memiliki warna lain selain goresan pena hitam di latar kertas putih.


"Kau sangat ahli." puji Glenn tulus.


Semua orang akhirnya berpamitan pada Angel dan Gilang. Sebab keduanya tidak ikut ke istana.


"Jaga diri kalian baik-baik."


"Tetap berbahagialah."


"Buat anak yang banyak, biar ramai."


"Aku akan merindukanmu Angel."


"Gilang, carilah istri di sini. Agar kau tak kesepian," canda Liam.


"Sudah, jangan menangis. Doakan kami semua bisa kembali ke Indonesia." Dokter Chandra memegang tangan Angel dan dengan sabar membujuknya.


"Terima kasih dokter." Angel mengangguk.


"Kalian berhati-hatilah." Kata Angel sebelum semua temannya melangkah memasuki teleportasi.


"Aku akan merindukanmu," teriak Laras sesaat sebelum cahaya biru kehijauan menyelubungi area teleportasi.


*


*


Raja tadi malam sudah mendapatkan pemberitahuan bahwa tim Robert akan pergi ke negri klan kurcaci biru pagi ini. Yang mulia akhirnya menyetujui permintaan Glenn untuk menggunakan teleportasi dari istana klan Elf menuju istana klan kurcaci biru.


"Sayang sekali kalian tak bersedia menetap di negri kami." Sang raja menggeleng sambil tersenyum


"Tapi kehadiran kalian membawa hal baru bagi negara kami. Terutama untuk bidang kesehatan. Terima kasih banyak." Sang raja menganggukkan kepalanya.


"Jika kalian sulit menemukan jalan pulang, kembalilah kemari. Kami akan selalu menyambut kalian."


"Terima kasih yang mulia."


Robert dan timnya menjawab serempak sambil menundukkan kepala.


"Ruang teleportasi sudah disiapkan. Kalian bisa berangkat sekarang. Dan Glenn, kau harus segera kembali. Ada pertemuan sore nanti." Raja mengingatkan Glenn.


"Baik Yang Mulia." Jawab Glenn.


Mereka mengikuti petugas istana yang mengawal menuju ruang teleportasi khusus istana.


Ruang itu tak begitu besar. Jadi kelompok itu dibagi 2. Yang pertama pergi bersama Glenn dan 2 orang pengawal istana. Kelompok berikutnya bersama Randal dan 2 orang pengawal Glenn.


Bagi dokter Chandra dan Silvia yang pernah memasuki ruang teleportasi jarak jauh ke klan penyihir, maka getaran ini tak asing lagi. Tapi tidak bagi anggota tim lain. Mereka jadi sangat ketakutan. Meski sudah ditenangkan, mereka tetap saja gugup.


Lalu cahaya kuning yang menyelubungi menghilang. Getaran itu juga menghilang. 2 orang kerdil berkulit biru serta bermata biru dengan seragam dan senjata sudah menunggu mereka.


"Selamat datang pangeran Glenn. Yang mulia raja sudah menunggu di istana." Sapa para pengawal istana itu hormat.


"Terima kasih." Glenn menunjukkan lencananya pada pengawal tersebut.


"Tapi masih ada 1 kelompok lagi di belakang." Jawab Glenn sambil berjalan keluar area teleportasi .


Pengawal itu akhirnya menemani Glenn untuk menunggu kelompok lainnya.


Tak lama kelompok kedua muncul di area teleportasi. Mereka terlihat lega karena perjalanan penuh getaran itu sudah berakhir.


"Rasanya seperti naik odong-odong," Canda Indra pada Niken.

__ADS_1


"Ppffttt. Kau ini. Jaga sopan santun di istana orang." Niken berusaha menahan tawa.


Tapi dia segera terpana saat melihat dua pengawal yang berdiri tak jauh dari Glenn. Mulutnya membuka dan matanya melebar tak percaya.


"Mereka seperti Smurf. Astaga, ini sungguh nyatakah? Apakah kita akan melihat rumah-rumah jamur di negri ini?" Niken tak berhenti mengoceh.


"Apa kalian ingin tetap disitu?" Tegur Glenn yang melihat anggota tim yang tersisa itu diam tak bergerak.


Randal menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat kelompok yang dibawanya tidak mengikutinya keluar.


"Kita sudah sampai. Ayo keluar." Randal menyentuh tangan Indra.


"Ah, ya.. sudah sampai ya. Ayolah."


Ditariknya tangan Niken untuk berjalan. Yang lain akhirnya tersadar juga dan mengikuti Indra serta Niken.


Mereka dibawa menuju tempat dimana raja klan kurcaci biru telah menunggu. Mata anggota tim Robert tak bisa melepaskan pandangan dari sekitarnya. Istana ini terlihat sangat unik. Plafonnya lumayan rendah, tapi masih bisa dilewati tanpa harus membentur kepala.


Bentuk pintu dan jendelanya terlihat imut, lucu dan menggemaskan. Dinding berwarna kuning krim seperti mentega yang biasa ada di atas tart. Terlihat sangat lembut. Kayu-kayu penyangga dibentuk seperti sulur-sulur melengkung berwarna hijau pastel. Tapi bingkai pintu berwarna oranye yang tampak kontras dengan dindingnya. Seperti Candy Castle dalam dongeng kanak-kanak.


Sampai di sebuah ruangan, seorang penjaga mengabarkan kedatangan mereka. Pintu lengkung berwana biru pastel didorong agar membuka.


Terlihat ruangan yang semarak di seberang sana. Mata Niken takjub melihat ruangan itu. Sangat penuh warna, memberi kesan dinamis, ceria. Bias warna-warni yang terpantul dari kaca jendela patri yang indah, memberi kesan hidup. Ruang besar yang seperti ruang pertemuan itu jauh dari kata seram.


'Andai aku bisa menggambar saat ini. Tempat yang menakjubkan' batin Niken kagum.


"Salam Yang Mulia raja klan kurcaci biru. Semoga anda berumur panjang." Glenn membungkukkan sedikit badannya.


Anggota tim Robert mengikutinya dalam memberi salam.


"Terima kasih. Silahkan duduk. Raja klan Elf sudah mengabarkan kedatangan kalian. Jadi apa yang bisa ku bantu?" Tanyanya ramah.


Glenn menyerahkan segulung kertas pada pengawal raja.


"Raja kami menitipkan surat ini untuk yang mulia." Jawab Glenn.


Raja menerima gulungan surat dan membacanya. Lalu senyumnya terkembang.


"Benarkah itu? Cahaya di tengah laut itu adalah jalan menuju dunia lain? Selama ini masyarakat kami menduga bahwa itu adalah perangkap monster laut." Raja klan kurcaci biru itu tampak sangat antusias.


Glenn menoleh pada Robert.


"Mohon ijinkan salah seorang dari mereka untuk menjelaskannya yang mulia."


Sang raja mengangguk.


"Tolong jelaskan." Perintahnya.


Robert maju sedikit lalu menjelaskan pemahaman mereka berdasarkan pengalaman selama perjalanan mencari jalan pulang.


"Jadi memang tidak ada garansi bahwa itu benar-benar jalan menuju dunia lain. Karena sekali kita melewatinya, kita takkan bisa kembali lagi untuk mengabarkan situasi di seberang sana.


Sang raja mengangguk-angguk mengerti.


"Jadi ini hanya untung-untungan saja. Jika nasib baik, maka kalian akan tiba di tempat yang baik. Jika nasib buruk, maka hal buruk juga menunggu. Kalian benar-benar nekat."


"Sungguh kalian tak ingin tinggal di dunia kami saja? Bukankah dunia kami ini indah?" Rayu sang raja.


"Terima kasih banyak yang mulia. Tapi keluarga kami di dunia lain mungkin sedang bersedih dan kebingungan menunggu kami kembali." Robert menolak dengan halus.


"Hahh.. memang tak ada yang lebih nyaman dari rumah dimana keluarga kita menunggu. Baiklah, aku tak kan menahan kalian. Aku cukup senang bisa mengenal manusia dari dunia lain. Ini akan jadi cerita menarik generasi mendatang." Raja tak mendesak lagi.


"Tak banyak yang bisa ku lakukan selain membantu perjalanan kalian. Jadi sambil menunggu persiapan ke sana selesai, silahkan beristirahat sejenak.


*****


Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi umat muslim sedunia.


Maafin author yang masih banyak typho. 🙏

__ADS_1


__ADS_2