
Z memeriksa area tengah gedung yang terbuka. Tak ada hal lain selain jejeran tong plastik tertutup. Cahaya merah kecil itu memeriksa setiap lantai dari jendela kaca. Tak ada Robert diantara para pekerja.
Pecahan jiwa Z kembali terbang tinggi. Dia mengamati lahan kosong yang membentang antara gedung pertanian dengan dua gedung berikutnya.
Tak ada apapun di situ yg bisa mengindikasikan ruang bawah tanah. tak ada lubang ventilasi, tak ada cerobong asap atau lainnya.
Z melesat menuju dua gedung di depan sana. Sebuah bangunan tinggi yang lebih mirip menara. Dan satu lagi bagunan tak jauh dari situ. Tingginya juga hanya 3 lantai.
"Kenapa menara itu mirip menara pengawas?" batin Z.
Z mendekati gedung tinggi itu dengan hati-hati. Jendela kaca di sini memiliki daun jendela. Z mengintip situasi di dalam sana. Dia menghindari masuk ke dalam gedung, khawatir terjebak di dalam untuk waktu lama.
Lantai 1 gedung itu terlihat terbuka luas. tak banyak daun jendela yang terbuka. Tapi hanya ada beberapa orang hilir mudik di situ. Z mengelilingi seluruh dinding luar lantai itu. Dia menemukan satu jendela kaca hitam tertutup. Tak bisa melihat tembus ke balik kaca. Tak ada ventilasi juga untuk mengintip. Jadi Z melewatinya.
Hingga lantai tujuh, Z masih belum menemukan Robert. Tapi perkiraannya semula ternyata benar. Gedung ini adalah menara pengawas. Seluruh dinding terbuat dari kaca. Hanya ada dua orang yang bertugas di situ sekarang. Mengawasi beberapa display besar di tengah ruangan.
Z naik ke atap menara. Ada banyak antena pemancar dan penerima di atas sini.
"Berarti di sini adalah pusat komunikasi dan pengawasannya. Apa sih yang mereka awasi?" batinnya. Z melihat ke sekelilingnya. Hanya ada tanah gersang di bawah langit suram.
Z berpindah ke gedung tiga lantai tak jauh dari sana. Ternyata di sini ada dua gedung persegi panjang berdiri berdampingan hingga berbentuk letter L. Dihubungkan dengan area terbuka.
Tempat ini berbeda dengan gedung lain. Di sini, terdapat pagar di sekeliling gedung. Di halamannya terparkir belasan kendaraan terbang seperti yang mereka naiki sebelumnya.
"Apa ini mess semua staf di sini?" pikirnya.
Z masih mengelilingi halaman gedung itu.
"So, apa kau mendengarku? Di mana kau?" Z memanggil lewat transmisi suara. Namun tak ada jawaban.
Z mendekati gedung itu. Hanya ada sedikit jendela kaca yang bisa dilihat dari luar. Z mengintip dari beberapa ventilasi yang ada. Dugaannya benar. Di dalam terdapat ruang-ruang kamar. Ukuran sedang dengan perlengkapan memadai untuk tempat beristirahat dan bekerja.
__ADS_1
Z sudah melihat keseluruhan blok bangunan ini. Dia ingin melihat bangunan yang satunya. Tapi langit sudah kemerahan. Dia harus segera kembali.
*
*
"Jadi bagaimana hasil pemeriksaan tadi?" tanya Michael lewat transmisi suara.
"Tinggal satu blok bangunan lagi yang belum ku periksa. Sudah keburu sore," sahut Alan lewat transmisi suara.
Alan menceritakan semua penemuannya. Michael mengerutkan kening mendengarnya. Tempat aneh macam apa ini?
"Alan, coba besok kau lihat apakah ada tulisan tentang tanggal, tahun atau nama negara tempat ini. Mungkin bisa jadi petunjuk," saran Michael.
"Oke. Besok ku cari."
Alan mengangguk.
*
*
Pagi hari, rutinitas mereka lalui dengan bekerja lagi. Kali ini mereka bertiga dibawa ke satu ruangan besar yang sangat berantakan. Mereka harus merapikan dan membersihkannya.
Ketiganya bekerja dengan gembira. Saat-saat seperti ini, mereka bisa bertemu dengan teman-teman yang lain.
Di jam istirahat, pecahan jiwa Z kembali melesat terbang menuju gedung yang kemarin belum diperiksanya. Gedung ini tertutup. Beberapa kendaraan lalu-lalang. Z tak menemukan ventilasi. Bagian atas gedung terdapat banyak mesin sirkulasi udara.
Z turun ke bawah. Mencari jalan masuk ke gedung itu. Ada dua kendaraan turun dan berhenti di bagian samping gedung. Beberapa orang turun dan mengeluarkan beberapa kotak barang lalu dimasukkan ke dalam gedung. Kendaraan yang satu lagi juga melakukan hal yang sama.
"Hemm ... ternyata ini gedung logistik. Semua persediaan penting mereka disimpan di sini. Apa isinya? Senjatakah?" pikir Z.
__ADS_1
Z mendekati bagian atas pintu tempat mereka keluar masuk. Dia menyelinap ke dalam.
"Benar. Ini gedung logistik."
Z mencoba melihat kotak-kotak yang ada. Z merasa itu adalah persenjataan. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, dia tak berani terlalu dekat.
Z naik ke lantai atas lewat tangga. Tempat itu seperti tempat pengolahan makanan. Tapi saat ini mesinnya tidak jalan. Namun terdapat beberapa rak besar di dinding yang diduga Z sebagai tempat menyimpan makanan olahan.
"Andai saja aku bisa membawa kalung penyimpanan. Aku bisa membawa beberapa persediaan makanan di sini."
Z berpindah ke lantai 3. Dia terkejut.
"Ya Tuhan, Robert!" batinnya.
Tak ada orang lain di situ. Hanya ada Robert yang terikat pada tiang. Tubuhnya memar dan sangat lemah.
Z mendekati.
"So ... Jenderal So! Apa yang terjadi?" Z memanggil lewat transmisi suara. Namun tak ada jawaban.
Z menempelkan dirinya di kalung Robert.
"Sunil, O! Ayo keluar. Robert terlalu lemah. Mereka menyiksanya."
Namun O juga tak menyahuti.
"Ya ampun. Aku lupa. Sunil belum makan sejak dari worm hole. Robertpun sama."
"Tunggu aku," bisik Z.
Z melesat keluar gedung itu, lalu terbang menuju gedung penjara.
__ADS_1
******