PARA PENYINTAS

PARA PENYINTAS
Chapter 247. Insiden Kedua


__ADS_3

Petang itu Dean mengantarkan makanan Cloudy. Kapten Smith membiarkannya masuk. Tapi tak menyapanya sama sekali. Wajahnya masih terlihat masam. Dean juga cuek dan lebih memilih mengelus-elus Cloudy. Ruangan kabin itu sunyi.


Kemudian terdengar keributan di luar. Kapten membuka pintu kabinnya untuk melihat apa yang terjadi.


Di tengah dek, terlihat pria yang kemarin. Jason dipukul seseorang. Dia tak terima dan terjadi pertengkaran serius. Pengawalnya berupaya melerai perkelahian sambil melindunginya. Tapi justru didorongnya hingga jatuh.


"Kau harus hati-hati dengan mereka," ujar Kapten Smith.


Dean mengintip keluar. Melihat siapa yang dimaksud Kapten Smith. Itu pria jorok dari kamar tengah!


Jason sudah jatuh tertelungkup tak bisa bangun lagi. Pengawalnya pingsan setelah dipukul oleh pria itu di dadanya. Pukulan keras yang melemparnya hingga pinggiran kapal, lalu pingsan.


Dean hendak keluar untuk menolongnya. Tapi Kapten Smith menahan tangannya.


"Tunggu orang itu pergi," katanya tanpa mengalihkan pandangan dari dek.


Dean mengernyitkan dahi heran.


"Apa kau takut padanya?" selidik Dean.


"Tanggungjawabku adalah menjaga nyawa seluruh kru dan muatannya. Menjaga kapal ini tetap utuh dan bisnis dapat berjalan lebih lama." papar Kapten Smith.


"Jika mereka jahat, kenapa kau biarkan mereka ikut kapalmu?" Dean heran dengan keputusan yang diambil kapten.


"Mereka bukan pihak yang bisa disinggung. Ada pendukung kuat di belakang mereka. Bahkan Ketua Kota Pelabuhan tak bisa berbuat banyak untuk menghalangi mereka masuk kota. Apa lagi cuma menumpang kapal!" Kapten Smith mendengus kesal dengan respon Dean.


"Dia sudah pergi. Kau bisa menolong mereka jika mau. Atau, abaikan saja!"


Kapten Smith menutup pintu kabinnya dan melanjutkan kegiatannya di meja.


Dean melangkah keluar tanpa menjawab.


"Sampai besok, Cloudy," ujar Dean. Cloudy membalas dengan geraman manja, lalu kembali asik dengan jatah makannya. 2 ekor ikan segar!


Dean menutup pintu kabin kapten.


"Cloudy, kau beruntung memiliki tuan sepertinya. Kau bahkan bisa makan ikan segar sebesar itu. 2 ekor pula," celetuk Kapten Smith.


"Tunggu! Ikan segar? Bagaimana dia mendapatkannya?" gumam Kapten Smith. Meski sudah berpikir keras, sang kapten masih tidak dapat memikirkan cara yang masuk akal.


Di luar, Dean memeriksa pengawal yang tergeletak di pinggir kapal. Orang itu masih hidup.


Dean mengetuk pintu kabin yang paling ujung. Seorang pria membuka pintu.


"Ku rasa, temanmu pingsan di sana!" ujar Dean memberi tau.


"Apa?" Dia melihat keluar, dan mengenali Jason yang tertelungkup dan masih berusaha untuk bisa duduk.


"Brian, tuan Jason!" teriaknya di pintu kabin.


Lalu 3 orang yang ada di situ, berlompatan keluar. Mereka membawa temannya masuk ke dalam kabin. Dan Brian memapah Jason sendirian.


Dean memperhatikan Jason saat melintasinya. Tampaknya dia telah menerima pukulan yang serius. Jason terlihat kesulitan untuk bernafas.

__ADS_1


"Apa kalian bisa mengobatinya?" tanya Dean khawatir.


"Terima kasih."


Hanya kata itu yang diterima Dean. Brian dan Jason lalu menghilang di balik pintu kabin. Dean menghela nafas. Dia juga tak bisa berbuat apa-apa.


*


*


3 hari berlalu.


Dean memberi makan Cloudy pagi itu. Masih dengan ikan segar. Kapten Smith tak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


"Bagaimana kau bisa mendapatkan ikan segar untuknya?" tanya Kapten Smith.


"Ambil dari laut. Sangat banyak ikan di laut." Ujar Dean cuek.


"Kapan kau mengambilnya? Aku tidak pernah melihat kau memancing ikan." Kapten Smith mematahkan argumen Dean.


"Jadi kau mengawasiku heh?" dean menunjukkan wajah tak suka.


"Semua orang dan barang yang ada di kapal ini, berada dalam pengawasanku!" Kapten Smith menunjukkan kekuasaannya.


"Kenapa kau ingin tau?" tanya Dean mengalihkan topik pembicaraan.


"Stok ikan di kapal habis. Aku bosan makan sayuran. Tapi di kota Pelabuhan tidak ada daging-dagingan kecuali ikan...."


"Jadi kau mau ikanku?" Dean memotong kata-kata Kapten Smith.


"Akan ku pertimbangkan!" Jawab Dean cuek.


"Hah! Kau ini. Sama sulitnya dengan menghadapi iparmu itu. Kalian sangat perhitungan sekali." Kapten bersungut-sungut.


"Sampai bertemu lagi Cloudy." Dean membuka pintu kabin dan melangkah keluar.


"Jika tak ada halangan, besok kita sampai di kota Levin."


Suara sang Kapten menghentikan langkah Dean. Ditolehkannya kepala ke arah Kapten yang memandangnya dengan tenang.


"Kapal akan bersandar dan bongkar muat selama seminggu. Kalian bisa berjalan-jalan di kota itu dan menikmati suasana. Atau membeli persediaan."


Dean mengangguk dan tersenyum misterius.


"Kapten, aku mencium bau busuk di kabinmu hari ini. Kau bisa membersihkannya dengan santai saat kapal berlabuh besok!" Dean melangkah pergi.


Kapten menghela nafas setelah pintu ditutup.


"Kau ketahuan!" ujar Kapten Smith dingin.


Seseorang yang bersembunyi di bawah meja kapten, keluar dan menunjukkan dirinya.


"Hehehee... kau mencoba menipuku. Kau bermain kata untuk memperingatkannya, bukan?"

__ADS_1


Pria itu mencoba mengintimidasi Kapten Smith. Tapi tak semudah itu mengganggu ketenangan pria yang sudah 30 tahun berpengalaman di laut.


"Kau memang bau busuk! Dia mengatakan yang sebenarnya. Kau membongkar persembunyianmu sendiri!"


Kapten membalas dengan kata-kata yang tajam. Dia sudah muak melihat kearoganan pria itu setiap kali menumpang di kapalnya.


Pria itu tertawa dengan keras mendengar komentar Kapten Smith.


"Untuk apa mandi? Itu cuma buang-buang waktu! Hahahaa...."


Pria itu berjalan ke arah kandang.


"Sebentar lagi kau jadi milikku!"


Dia meletakkan tangannya di depan kandang. Tapi Cloudy langsung menggeram dan mencakar tangan asing itu.


"Binatang sial! Lihat saja, setelah tuanmu mati, maka akan jadi giliranmu untuk dikuliti!" teriaknya marah.


Cloudy terus menggeram dan mulai menggoyang-goyang kandangnya. Ditunjukkannya gigi-gigi runcing dan taring yang setajam pedang itu, untuk mengancam orang yang mengganggunya.


"Menjauh dari sana kalau kau tak ingin terluka. Dia tak mengenalmu, dia tak suka padamu! Pergi dari sini!"


Kapten Smith mengusir pria itu dari kabin. Dia sudah bertoleransi untuk mengangkutnya, demi keamanan seluruh kru dan kapal ini. Tapi pria itu selalu ingin merampok dan mengganggu penumpang lain. Dia sudah tidak tahan lagi.


'Andai saja ada orang yang bisa mengatasi pria menjengkelkan ini dan membuangnya ke laut' batin Kapten Smith.


Prakk!!


Pintu kabin kapten dibanting dengan kerasnya. Seorang kru yang melintas di dek, melihat hal itu dan terkejut. Salahnya, dia berhenti dan memperhatikan pria yang baru keluar dari kabin kapten sembari marah.


"Lihat apa kau? Apa kau sudah bosan hidup?!" Pria itu berteriak dengan keras.


Kru tersebut buru-buru pergi ke arah lain.


Pria itu melintasi dek dengan congkaknya. Di seberang sana berdiri Dean dan Sunil. Dia melewati keduanya saat berjalan menuju kabinnya. Secara sengaja dia menyenggol tubuh Sunil dengan sikutnya. Sunil dengan sigap menghindar dan memukul punggungnya. Dia terhuyung 2 langkah ke depan. Lalu berbalik dan menatap Sunil murka.


Dia ingin berteriak marah, tapi yang terdengar adalah lenguhan kesakitan.


"Akhhh...." Pria bau itu berusaha menggapai punggungnya untuk mencari tau apa yang telah menyakitinya. Tapi dia bahkan mulai kesulitan untuk mempertahankan posisi berdirinya.


"Aakkkkhhhh!!!" teriakannya kencang sekali.


Dua temannya langsung keluar kabin dan mendapati rekannya sudah berjongkok di lantai. Di kiri 2 pria kabin sebelah, sedang mengawasi. Di kanan, 2 pria lain juga sedang mengawasi.


"Apa yang terjadi?" tanya salah seorang diantaranya.


"Mereka...." pria bau itu menunjuk ke arah Dean dan Sunil.


Temannya memandang ke arah Dean dan Sunil dengan pandangan tak senang.


"Hei, kami hanya berdiri di sini melihat pemandangan!" Sunil membalas tatapan orang itu dengan berani.


2 pria lain di ujung sana masih mengamati. Mereka adalah para pengawal Jason. Alan dan Robert keluar kabin setelah mendengar keributan di depan pintu. Kapten juga mengamati kejadian itu dari kabinnya yang terbuka lebar. Senyumnya tersungging.

__ADS_1


******


Jangan lupa like dan komen di tiap chapter yaa.. 🥰💙


__ADS_2