
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
Hari ini Mukti dan Sonny punya kegiatan berdua. Mereka akan hunting beberapa barang untuk isi rumah Ambar. Hari ini satu mobil bak barang dari Jogja kan datang. Sonny menyuruh dua orang kepercayaannya membawa pindahan barang yang Ambar dan Abu kirim dari Bali, Surabaya dan Jakarta ke Jogja saat transisi.
Mukti dan Sonny keluar dari rumah berduaan menggunakan mobil lamanya Abu yang biasa dipakai Pak Parman, mereka sengaja tak mau menggunakan mobil mewah milik Ambar maupun Abu karena akan mencolok dan membuat penjual yang mereka datangi memberi harga mahal bila melihat mobil mewah tamunya.
“Kamu bagaimana sama Ayu? Kalau kamu memang suka sama dia katakan aja itu lebih baik daripada kamu memendam perasaan seperti sekarang. Apa kamu masih mencintai almarhum Vio dan tidak bisa berpaling?”
“Kamu ingat, Mas lama memendam perasaan pada Adelia karena merasa Adelia belum siap menerima Mas. Dan kamu tahu, di Singapore ada seorang baru bertemu langsung mau ke Jakarta buat melamar Adelia. Lelaki itu enggak tahu sifat Adelia tapi dia yakin kalau Adelia perempuan yang tepat untuk dia nikahi. Kalau saja lelaki itu tahu papa Ariel dan mama Vonny adalah orang tua Adel, aku yakin saat itu lelaki India itu sudah melamar Adelia.”
“Apa itu yang ingin kau rasakan? Keduluan orang lain?”
“Aku enggak tahu apakah aku mencintai Ayya atau enggak. Tapi aku marah sekali karena sekarang dia banyak banget penggemarnya sampai seorang sutradara dari Bandung meminta dia menjadi figuran dulu untuk disiapkan naskah buat dia jadi peran utama.”
“Kamu marah karena dia mau ditarik dan lepas dari pekerjaannya atau karena kamu menahan hatinya agar hanya untukmu?”
“Kalau kamu memang ingin menolong dia seperti tujuanmu saat awal menolong dia, kamu tentu suka kalau Ayu menjadi lebih baik, yaitu bekerja dengan 5 hari kerja dengan waktu yang terjadwal. Dan juga kamu juga pasti akan senang bila bisa membuat dia terkenal dan banyak uang.”
“Beda kalau kamu punya hati untuknya, Mas rasa kamu ada perasaan sehingga tak rela kalau Ayu menjadi bintang terkenal dan menjadi milik umum bukan menjadi milikmu pribadi. Harusnya kamu tegas menentukan sikap. Belum tentu peruntunganmu sama dengan Mas yang masih bisa menyalip di tikungan saat si India akan datang melamar Adelia.”
__ADS_1
Mukti diam memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Ayya. Dia masih tak tahu apa rasa yang sekarang ada di dadanya. Dia baru satu kali jatuh cinta pada Vio dan tak seperti ini.
‘*Apa ini yang Mas Sonny rasakan pada Adelia? Karena pada Vio kan mas Sonny tak pernah jatuh cinta*,’ batin Mukti. Dia tak bisa mendefinisikan apa yang sedang ada dalam pikirannya kali ini.
*Dinda jangan marah-marah, nanti kamu lekas tua. Kanda, setia orangnya takkan pernah mendua. Dari jutaan bintang, dinda paling gemerlapan, dari segenap wanita, dindalahlah yang paling menawan*.
“Wah lagunya buat aku banget nih,” kata Sonny mendengar lagu dinda jangan marah-marah yang disetel di mobilnya yang mereka gunakan.
“Tapi itu bisa juga buat Ayu tuh, dia satu dari jutaan bintang yang paling gemerlapan buat kamu. Karena sama Vio kamu enggak cemburuan kayak gitu,” tadi Sonny mendengar cerita tentang bagaimana keqinya Mukti pada semua orang di rapat kemarin.
“Mas sudah dengar dari Mama kalau Ayu punya seorang pemuda dari zaman dia SMA yang berani datang ke rumah dan juga bilang katanya akan langsung melamar besok saat kamu pulang ke Bali,” ucap Sonny.
“Iya kemarin aku dengar juga kok. Pemuda tersebut janjian ingin bertemu dengan papanya saat besok Ayya pulang ke Badung. Aku memang sudah mengizinkan dia habis lamaran Mas nanti untuk dia berlibur di Baali satu atau dua hari. Kami memang harus pulang ke Bali karena banyak pekerjaanku tertunda. Aku sudah lama tidak bekerja membuat patung padahal pameran sudah dekat.”
“Habis Mas lamaran aku dari Jakarta langsung balik ke Bali. Karena aku tidak bisa lagi menunda pekerjaanku dan aku akan datang dua atau tiga hari menjelang pernikahan Mas saja. Mohon maaf aku enggak bisa ikut membantu persiapan pernikahanmu,” jelas Mukti pada Sonny.
“Soal persiapan pernikahanku, kamu enggak perlu memikirkan, aku juga enggak mikir karena itu sudah dipegang WO dan juga dipegang oleh mama Vonny dan mama Ambar. Kamu tahu dua mama itu kan walau sama-sama sibuk tapi mereka bukan ibu rumah tangga biasa. Mereka pemikir ulung juga pebisnis. Jadi aku yakin mereka tak akan mungkin menyisakan satu hal kecil apa pun untuk tidak mereka pikirkan dan tangani. Terlebih mereka adalah teman dekat, jadi pasti komunikasi mereka sangat intens. Kita enggak perlu ngapa-ngapain lagi,”
“Bagaimana dengan hotel tempat para keluarga kita menginap Mas? Sudah dibahas belum? Enggak mungkin kan semua nginap di rumahnya Kak Adel.”
__ADS_1
“Keluarga inti kita termasuk tante Laksmi semuanya nginep di rumah Adel yang sekat situ, bukan rumah yang mereka tinggali karena tak mungkin calon mempelai satu rumah. Bagaimana pengaturan TEMON dan lain-lain kan? Tapi keluarga yang lain dari Jember atau dari Surabaya mereka nanti ada penginapan khusus juga mobil transportasi sama dengan keluarga Adel yang dari Bandung dan Ambon.”
“Keluarga inti dari Ambon nanti yang tetap menginap di rumah Adel tapi yang lain menginap di hotel yang sama dengan keluarga kita sehingga nanti ada bus khusus yang mengangkut mereka. Sehabis lamaran atau nanti setelah akad nikah baru kita menginap di rumah Adel. Terutama aku dan mama serta papa yang sejak awal tak bisa menginap di rumah Adel.”
“Kalau kamu, Aksa dan tante Laksmi bisa menginap di rumah Adel. Saat akan prosesi masuk ke rumah Adel baru kalian ikut barisan kami yang datang dari luar,” ucap Sonny.
“Oh baguslah kalau soal itu sudah terpecahkan. Aku suka takut ada keluarga yang *kapiran* ( terlantar ),” ucap Mukti.
“Enggak hanya *TETE* ( kakek dalam bahasa Ambon ) dan \*NENE \*( nenek dalam bahasa Ambon ) saja yang menginap di rumah inti. Selebihnya paman atau bibinya Adel menginap di hotel bareng dengan keluarga kita dari Jember. termasuk Eyang dan segala macamnya. Kita enggak bisa kasih dispensasi untuk eyang dan pakde dan bude untuk menginap di rumah Adel karena kita kan memang pihak lelaki.”
“Lagi pula rumah Adel sudah enggak cukup lagi. Nanti untuk kamar hotel juga sudah diberi nomor sehingga tidak rebutan masuk di hotel. Sudah ada nama mereka serta nomor kamarnya.”
“Kalian mau bulan madu ke mana?” tanya Mukti.
“Aku belum tahu dan belum bahas serius dengan Adel,” jawab Mukti.
“Dia bukan perempuan matre yang ingin ke tempat yang bagus indah dan mahal tapi tidak mengenal di hati. Adel lebih memilih tempat yang menyentuh hatinya.”
“Dari pembicaraan kami, dia malah kemungkinan ingin di Jogja aja berdua tanpa gangguan. Tapi dia juga bilang ingin ke Singapura tempat kami pertama kali jadian karena di sanalah aku mulai serius padanya dan mengatakan keseriusanku padanya jadi dia ingin hanya ke Singapura.”
“Padahal aku sudah menawarkan untuk ke Belanda karena dia ingin ke negara kincir angin, tapi dia belum menentukan akan ambil Belanda sebagai tempat bulan madu atau memilih destinasi lainnya.”
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.