CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
JANGAN PERNAH POSESIF


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 “Jadi aku enggak ada harapan?” tanya Carlo.


“Kalau harapan terserah yang penting aku tidak memberi harapan. Karena seperti tadi aku bilang, kamu belum kenal aku. Kamu enggak tahu latar belakangku. Kamu enggak tahu sifat burukku dan yang pasti aku enggak akan memikirkan permintaan kamu! Jadi ya berjalan apa adanya aja,” jawab Ayya tanpa ragu.


“Baiklah, satu permintaanku, jangan tutup komunikasi kita. Karena dengan komunikasi mungkin kita ada kecocokan,” pinta Carlo penuh harap.


“Oke boleh, dengan catatan jangan main asal telepon karena pekerjaanku sama dengan pekerjaanmu. Sama-sama di dunia seni kadang lagi banyak tamu lalu telepon, aku enggak bisa terima. Jadi kamu harus mengerti bahwa aku enggak bisa terima telepon setiap saat. Kalau kamu berniat telepon, kamu bilang dulu bisa telepon enggak,” jawab Ayya.


“Dan satu lagi, enggak usah pernah posesif walaupun kita jadian sekali pun. Aku tidak mau di posesifin. Aku bukan burung di dalam sangkar yang diikat. Aku mau bebas tapi aku tahu diri kebebasanku sampai mana terlebih kita bukan apa-apa,” jelas Ayya. Dia ingat pengalaman kemarin dengan Arjun yang jadi posesif walau belum jadian. Baru dibilang boleh datang ke rumah saja sudah menganggap dirinya milik Arjun.


“Baik akan aku ingat,” jawab Carlo.


”Kalau begitu aku pamit ya. Aku pasti aku ditunggu teman-teman. Sejak tadi mereka sudah calling terus.”

__ADS_1


“Oke, thanks ya kunjungannya,” jawab Ayya. Keduanya berdiri dan menghampiri rombongan Mukti.


Carlo pun pamit pada semuanya, dia bilang bahwa dia akan kembali ke Jakarta besok pagi.


“Apa alasan Carlo datang?” tanya Mukti saat mereka habis isya bersama Made. Mukti dan Made  sholat isya-nya menunggu Ayya yang tadi sedang bicara dengan Carlo.


“Enggak ada apa-apa.” jawab Ayya menghindar.


“Cuma bilang aja besok mau pamit karena dia harus kembali ke Jakarta.”


“Enggak mungkin dia enggak ada apa-apa. Datang ke sini khusus buat teman baru dan enggak mungkin dia bawain kamu bunga serta coklat.” Mukti tak terima alasan enggak ada apa-apa yang disampaikan oleh Ayya.


“Kamu bohong kan sama Mas?”


“Bohong apa sih?” Jawab Ayya.


“Pasti ada sesuatu yang dia bilang. Kalau hanya ingin memberi coklat, seorang bintang tenar bisa kasih ke siapa pun, enggak perlu antar pribadi ke sini,” desak Mukti.


“Enggak bohong koq,” jawab Ayya lagi, lalu dia segera ke dapur untuk mengolah nasi goreng seafood seperti yang tadi dia janjikan.

__ADS_1


“Komang Ayu kamu masaknya cepat banget sih,” kata teman-teman Mukti yang masih berada di situ. Semua masih ada, kecuali Ketut karena jam 10.00 Ketut sudah pulang mengingat dia masih punya baby. Tentu dia harus menemani sang istri saat malam. Tidak boleh egois mentang-mentang ayah lalu semau-maunya. Dia menghargai istrinya yang sudah susah payah lelah sejak pagi.


Nasi goreng seafood itu tentu tidak pedas karena bumbunya pakai merica, jadi Ayya sengaja menyediakan acar segar.


“Silakan ya kalau mau makan. Ini sudah aku taruh di magic jar. Kapan aja kalian mau makan sudah ready,” Ayya menaruh magic jar di tengah meja juga beberapa piring dan sendok.


“Mas aku tidur duluan ya,” pamit Ayya.


“Ingat, jangan bikin kopi lagi,” Ayya mengingatkan agar Mukti tak sembunyi-sembunyi menambah kopi. Karena malam ini bu Pinem sudah menyeduhkan kopi yang Ayya racik tadi sebelum dia ngobrol dengan Carol.


“Iya,” jawab Mukti. Semua melihat bagaimana Mukti dan Ayya saling perhatian pada pasangannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.


__ADS_1


__ADS_2