CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
SEBELUM JANUR KUNING MELENGKUNG


__ADS_3

“Sri sini,” ajak Komang Ayu sambil melambai pada Sri.


Sri pun mendekat ke arah Komang yang sedang duduk bersama Mukti dan Carlo. “Kamu sudah makan?”


“Sudah,” jawab Sri yang sedang memegang sepiring potongan buah.


“Halo Carlo ketemu lagi,” sapa Sri.


Tadi Sri pun sama dengan Ayu, dia makan papeda karena di cafe sudah familiar dengan makanan tersebut. Makanan yang buat orang umum terlihat aneh.


“Mas mau nambah?” tanya Ayu. Walau ada teman-temannya tentu dia tak mau mengabaikan bosnya, karena akan ketempuan salah.


“Kayaknya Mas nambah ikannya deh Yank,” Mukti menyodorkan piringnya pada Ayu.


“Pakai ketupat santan ya Mas?”


“Tapi kamu nanti bantuin makan ikan bakar dan ketupatnya ya Yank,” jawab Mukti.


“Ya, aku mau,” balas Ayu sambil berjalan ke meja untuk mengambil ketupat santan dan ikan bakar lagi.


‘Yank? Aku pikir tadi salah dengar, tapi kalau sudah dua kali itu aku bukan salah dengar,’ kata Sri dalam hati.


*‘Wah kok beda ya pakai Yank,’ *kata Carlo.


‘Pantas dia menolak aku, ternyata mereka adalah pasangan. Kenapa ya Komang Ayu enggak jujur aja kalau dia adalah pacar bosnya?’ Carlo jadi tahu mengapa Komang Ayu menolak dirinya.


“Sayang kamu sudah makan?” tanya Ambar yang mendatangi Ayu dan Mukti. Ayu baru saja kembali mengambil ketupat santan dan kauh ikan.

__ADS_1


“Aku sedang makan Ma. Aksa dan adik-adik sudah makan. Mama sudah?” jawab Ayu.


“Mama nanti sama tante Vonny.” Ambar dan Vonny memang sibuk menyapa para tamu lebih dulu. Mereka janjian makan nanti saja.


“Eyang Angga sama eyang Soetiono bagaimana Ma? Sudah makan belum? Aku malah lupa loh enggak ambilin mereka,” sesal Ayu. Dia merasa bersalah karena teledor melupakan kedua eyangnya tersebut.


“Sudah kamu urus masmu saja, enggak usah ngurusin yang lain,” balas Ambar.


“Mama menyapa yang lain ya.”


“Iya Ma,” jawab Ayu.


‘Oalah ternyata di dalam keluarganya juga semua tahu kalau Komang Ayu itu memang kekasih bosnya. Sampai mamanya saja bilang kamu urus masmu saja,’ kata Carlo dalam hatinya lagi. Dia benar-benar patah hati sekarang.


‘Tapi sebelum janur kuning melengkung, aku tetap akan fight. Aku akan terus berjuang tak mau menyerah,’ tekad Carlo sambil tersenyum culas.


‘Ternyata Komang sudah diakui oleh keluarganya Pak Mukti. Buktinya mamanya pak Mukti saja nyuruh dia hanya memperhatikan masmu. Berarti kan memang status Komang sudah bukan pegawai biasa,’ kata Sri dalam hatinya. Dia juga menduga-duga seperti Carlo. Siapa pun yang mendengarkan kata-kata Ambar tentu tidak akan berpikir yang lain kecuali satu itu bahwa, Komang Ayu kekasihnya Mukti.


“Kamu lihat adik-adik enggak?” Laksmi dan Ambar 11-12 dalam pengawasan anak. Mereka sangat teliti.


“Tadi adik-adik sama aku Tante, sama Aksa juga dan mereka sudah makan kok. Jadi Tante enggak perlu bingung cari mereka,” balas Ayu.


“Oh ya sudah. Tante pikir kamu lupa sama adik-adikmu cuma mikirin masmu aja,” goda Laksmi. Dia tenang mendengar putra-putranya diawasi Ayu dan Aksa.


“Ya enggaklah adik-adik tetap prioritas aku,” Ayu membela diri.


“Ya sudah Tante kembali ke Om ya,” pamit Laksmi.

__ADS_1


“Iya Tante,” balas Ayu.


‘Makin jelas, tantenya juga berkata seperti itu. Tetapi aku tak akan mau menyerah,’ Carlo kembali menegaskan dalam hatinya dia tetap akan berjuang walau harus jatuh bangun.


Mukti tak peduli pada pandangan Sri dan Carlo dia meneruskan makan.  Bahkan sesekali dia menyuapi Ayya dengan ketupat santan dan ikan bakar seperti tadi dia bilang mereka akan makan bareng ketupat santan. Begitu terus sampai makanan di piringnya habis dan Ayya meneruskan makan papeda di piringnya.


Mukti berdiri dan mengambil dua buah puding, satu puding untuknya yang banyak fla dan satu puding untuk Ayya.


“Ini Yank, Mas ambilkan buatmu,” kata Mukti. Dia kembali duduk di sebelah Carlo yang sedang ngobrol dengan teman dari managemen artisnya.


“Terima kasih ya Mas,” jawab Ayya. Dia belum selesai makan sehingga pudingnya dia letakkan dulu di meja. Ayu kembali ngobrol bersama Sri.


“Kamu banyak hutang sama aku,” bisik Sri.


“Iih utang apa sih?” kata Komang Ayu seakan tak mengerti apa yang Sri maksudkan.


“Aku banyak ketinggalan cerita tentang kamu,” jawab Sri.


“Memangnya aku lari ke mana koq kamu ketinggalan?”


“Eh Carlo, kamu kapan lagi shooting?” tanya Ayu, sengaja ingin mengalihkan pembicaraan.


“Sampai besok break karena besok kan kita masih ke resepsi jadi manajemen kasih break buat aku sama beberapa orang yang harus datang ke resepsi.  Mungkin kita mulai shooting hari Senin,” jawab Carlo.


“Wah, andai aku bisa lihat kamu shooting,” kata Sri.


“Datang saja. Kamu mintalah nomorku di Komang. Dia ada kok nomor aku. Nanti aku kasih tahu di mana posisiku saat kamu mau datang ke lokasi,” jawab Carlo.

__ADS_1


“Ya nanti aku kasih,” kata Ayu. Mukti hanya duduk diam di sebelah Komang Ayu. Yang penting tidak ada yang boleh mendekat ke perempuan yang sedang dia dekati itu.



__ADS_2