CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TAK ADA OTAK


__ADS_3

Sejak dulu Kak Lingga itu mengejar cinta Mas Mukti calon suami saya ini. Tapi rupanya Mas Mukti tidak menyukainya. Itu bukan salah saya kan kalau mas Mukti memilih saya dari pada kak Lingga?”


“Dari beberapa teman sesama seniman, Ibu bisa tanya, semua tahu motivasi Kak Lingga mengejar Mas Mukti yaitu harta! Bukan cinta. Kalau Ibu mau marah silakan. Itu fakta yang saya kemukakan,” kata Ayya tanpa takut.


“Kak Indra juga sudah menasehati bahwa pak Mukti tak akan pernah mencintai kak Lingga. Tapi kak Lingga yang terus berupaya mendekati pak Mukti. Kak Lingga baru berupaya belajar mundur setelah tahu bahwa pak Mukti tunangan dengan saya.” Ayya menarik napas panjang, dia ingat kapan Lingga sadar tak bisa menggapai Mukti lagi.


“Kemarin saya belanja bulanan, karena saya baru datang dari Solo. Tiga bulan saya dan mas Mukti meninggalkan rumah sehingga kulkas kosong. Kami bertemu di supermarket dengan kak Lingga dan kak Sekar. Saya menyapa duluan kak Lingga. Ingat ya Ibu, garis bawahi saya menyapa duluan Kak Lingga,” ucap Ayya berulang.

__ADS_1


“Kak Lingga dengan manis memperkenalkan kak Sekar sebagai tantenya yang baru datang dari Australia, sudah selesai berkenalan saya langsung belanja lagi karena memang niat kami ke situ bukan mau tidur tapi mau belanja. Saya tidak mengerti kesalahan saya pada mereka di mana. Karena waktu saya mau lanjut belanja pun saya pamit baik-baik kepada mereka. Sehingga sampai titik itu saya sama sekali tidak bersalah pada kak Sekar maupun Kak Lingga.”


“Sehabis belanja saya dan Mas Mukti makan di cafe gelatto itu. Kami makan tenang, tidak ada gangguan apa pun. Kami sudah bayar. Kami akan pulang, lalu tragedi terjadi. Saya disiram satu mangkok besar es krim. Tentu Ibu dan Bapak pintar kan, kalau es krim itu dingin dan lengket sehingga saya terpaksa mandi di cafe!”


“Malam-malam saya harus berulang kali membasuh tubuh karena es krim itu manis dan lengket tanpa air panas tanpa handuk. Kebetulan calon suami saya pintar, dia membelikan saya baju kering, saya pakai itu tanpa dibelikan pakaian dalam. Untung waitress yang dipesani calon suami saya membelikan kain pantai, sehingga saya tutup dengan itu agar dada saya tak memancing pikiran kotor orang. Kalau tidak ada kain pantai, mungkin bisa orang salah paham.”


“Akibatnya tadi malam saya demam tinggi dan sekarang suhu tubuh saya masih panas.”

__ADS_1


“Lalu sekarang Ibu minta saya menarik laporan?”


“Silakan saja Bu. Tapi saya tidak berkompeten. Yang melaporkan bukan saya Bu. Maaf. Jadi nggak ada urusannya dengan saya. Yang melaporkan Mas Mukti. Kalau Ibu mau minta keringanan minta pada Mas Mukti. Apakah dia rela mencabut laporan penganiayaan terhadap calon istrinya? Karena ini sudah ditangani oleh pengacara keluarga Lukito, artinya selain Mas Mukti, juga ada mama Ambar yang berkuasa apakah laporan akan diteruskan atau dicabut. Silakan Ibu berhubungan dengan mereka berdua. Jadi sekali lagi saya tekankan, saya sama sekali tidak ada hubungan dengan kasus hukum ini. Saya korban Bu, Pak. Korban dari keganasan anak Anda yang gelap mata. Mereka marahnya sama Mukti kenapa balasnya ke saya yang tidak tahu apa-apa? Jadi mohon maaf sepertinya otak anak Anda itu nggak ada sama sekali. Tidak ada otak! Walau dia kuliah di luar negeri jauh-jauh dengan biaya super mahal hasilnya seperti anak TK. Itu sama saja idiot Pak,” kata Ayya geram.


“Silakan Bapak mau mati-maki saya yang hanya anak SMA dari kampung di Badung. Tapi saya masih punya otak. Kalau saya di cubit orang, saya balasnya ke orang itu. Bukan ke adiknya, bukan ke istrinya,” Ayya benar-benar menampar wajah empat orang tua yang hadir itu.


Mami dan papinya Sekar hanya berpandangan, karena apa yang Ayya katakan adalah benar. Kalau yang melapor bukan Ayya, maka Ayya tidak bisa mencabut laporan dan mereka juga yakin Mukti tak akan mungkin mencabut laporan karena itu penganiayaan terhadap calon istrinya. Dia sangat mencintai calon istrinya. Jadi tak mungkin ada cabutan gugatan dari Mukti dan keluarganya.

__ADS_1


Terlebih kata-kata idiot yang Ayya gunakan, sekolah tinggi-tinggi sampai luar negeri tapi membalas kekesalan terhadap Mukti pada Ayya itu memang benar-benar hal yang tidak masuk akal.


__ADS_2