
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Duduklah kalian. Aku akan coba urai benang kusut ini," Airlangga meminta agar Abu dan Mukti duduk.
"Kamu tahu siapa dirimu?" Tanya Airlangga to the poin.
"Aku baru tahu Eyang. Ada surat dari mama. Datang ke tiga galery ku. Ini surat mama dan surat bukti DNA ku dengan mama dan bukti test DNA ku dengan papa," Mukti menyerahkan semua yang ia dapat dari Ambar.
"Apa yang kau rasa saat tahu kau bukan siapa-siapa kami? Apa yang kau rasa saat tahu perempuan yang sudah tahu kau bukan anak suaminya tetap merawat dan mengasihimu walau suaminya sering memarahi dirinya akibat semua tingkah lakumu?"
"Apa yang kau rasakan saat lelaki yang merasa ayah kandungmu lebih mementingkan dirimu daripada anak kandungnya bahkan saat lamaran anaknya kau jegal di Kediri?" Pertanyaan beruntun Airlangga keluarkan.
"Jujur Eyang. Saat tahu aku bukan anak papa dan mama dunia rasanya runtuh."
"Karena tak pernah satu kali pun aku merasakan dibedakan pemberian kasih sayang dan harta bahkan oleh mama yang jelas-jelas sudah tahu aku juga bukan anak kandung suaminya yang seperti semua orang tau. "
"Mama adalah malaikat buatku. Dia yang selalu ada saat aku sakit dan terluka."
"Soal lamaran di Kediri sungguh aku kaget melihat perempuan yang akan dinikahi mas Sonny adalah perempuan yang selama ini sudah tidur denganku sejak SMA."
"Bahkan dia sudah dua kali membunuh anak kami tanpa aku tahu. Aku baru tahu setelah dia dua kali melakukannya."
"Aku nakal tapi aku bukan pembunuh. Terlebih membunuh anak sendiri. Aku kecewa dan benci pada kelakuannya tapi aku terlalu mencintainya sehingga tak bisa menjauh dari pesonanya."
"Saat tahu dia akan menikah dengan mas Sonny aku tak rela mas Sonny dapat sampah bekasku. Selain aku tak rela berbagi Vio dengan orang lain. Itu sebabnya aku melarang papa menikahkan mereka."
"Esoknya Vio mengajakku bertemu. Dia bilang tak pernah sedikit pun mencintai mas Sonny. Dia minta aku sabar hingga misinya selesai"
"Aku yang selalu tak bisa menolak pesonanya tak bertanya apa misinya."
"Dan aku menurut ketika dia minta kami menikah. Dia bilang agar aku yakin kalau dalam hatinya hanya ada aku."
"Saat dia ditangkap, aku bingung Yang. Aku tak percaya kalau istriku yang menjadi lawan papa kandungku. Begitu saat itu yang aku tahu."
__ADS_1
"Lalu aku ingat papa selalu membelaku apa pun yang aku mau. Jadi pasti kali ini papa juga bakal mengerti bila aku mencarikan pengacara untuk istriku."
"Lagi pula versi Vio dia tak bersalah. Semua itu salah papa," ucap Mukti.
"Mengapa Abu yang salah? Jelas-jelas Vio dan Imelda yang menggerogoti uang perusahaan Abu." Menur tak suka Mukti dan Vio menyalahkan Abu.
"Semua berawal.dari kisah Papa dan DIANDRA Pa. " Jawab Mukti.
"Siapa Dianda? Apa maksudnya Abu?"
"Dianda? Diandra Indarwasty?
"Benar Pa. Diandra Indarwasty," sahut Mukti.
"Apa hubungan dia dengan Vio? Dan kenapa aku yang salah?"
"Dia ibu biologis Vio. Dia yang sudah papa tolak berkali-kali!
"Bukan Pa. Sama sekali bukan. Aku bersumpah Ambar perempuan pertama dan hanya dia yang aku cinta." Dengan tegas Abu berkata tak pernah berhubungan dengan Diandra.
"Jadi siapa Diandra?" Tanya Menur.
Abu menarik napas lalu dia mengingat masa lalunya.
"Aku aku lupa cerita pastinya. Aku serius, aku lupa soal Diandra ini Pa,"
"Seingatku ceritanya dulu ada anak kecil. Dia sekitar 3 atau 4 tahun di bawah aku. Aku masih SMA di Surabaya Papa Inget kan waktu itu aku pernah cerita habis nolong anak kecil hampir diperkosa saat sepulang main bola?" Abu mencoba menggali ingatan Airlangga.
"Pulang main bola, hujan maka aku neduh disebuah rumah kosong. Nah di situ ada anak kecil mau diperkosa nggak kecil banget sih Pa," cerita Abu.
"Ya udah lumayan lah" kata Abu ke Airlangga. Karena kedatangan aku si pemerkosa itu kabur Pa."
"Aku tanya namanya. Dia bilang Diandra. aku antar lah dia ke rumahnya karena sudah mau malam dan hujan."
__ADS_1
"Sampai situ sudah, aku nggak berpikir panjang."
"Ternyata esoknya dia terus cari aku di SMA. Rupanya kami satu Yayasan," kata Abu
"Saat dia sudah SMA Diandra kembali mendekati aku dan mengatakan sayanglah, mengatakan cintalah padaku. Tapi aku nggak suka itu aku cuma anggap dia anak kecil."
"Ya sudah just it nggak pernah berpikir akan lebih dari itu."
Dia terus ngejar aku sampai aku mau nikah." Abu menarik napas panjang.
"Saat aku mau nikah dengan Ambar, Diandra dan Imelda datang dalam waktu hampir bersamaan dan menyatakan cinta padaku. Tentu saja aku tolak karena cintaku hanya untuk Ambar seorang," tegas Abu.
Mukti masih terus mendengarkan cerita versi Abu. Karena versi Vio sangat berbeda.
Lalu Abu meneruskan ceritanya. "Setelah aku punya Sonny. Witri mulai mengejar-ngejar aku di kantor. Tiba-tiba Diandra datang lagi. Dia ngejar aku. Dia bilang dia cinta aku."
"Aku bilang aku sudah nikah dan punya anak. Aku katakan kalau aku memang sejak dulu nggak pernah ngasih harapan ke Diandra. Kenapa dia ngejar aku gitu."
"Kan aku nggak berpikir panjang. Tiba-tiba aku tahu rupanya Diandra ngejar aku karena dia hamil entah oleh pacarnya atau dia diperkosa lagi atau bagaimana aku nggak tahu."
"Pokoknya saat itu dia hamil itulah yang mungkin anak itu yang jadi Vio aku nggak tahu Pa." Abu terus menujukan kalimatnya pada Airalngga.
"Yang pasti aku nggak pernah berhubungan dengan Diandra tapi memang dia tergila-gila sama aku sejak aku nolongin dia waktu diperkosa itu."
"Gitu cerita lengkapnya. Nah karena kehamilannya Diandra diusir oleh orang tuanya. Larilah dia ke Bali duluan daripada aku."
"Aku tuh kan pindah ke Bali setelah Mukti usia lima bulan."
"Mungkin hamilnya Diandra itu yang jadi Vio. Karena seumuran dengan Mukti. Tapi itu bukan anakku Pa."
"Dianda selalu bilang Vio itu keponakan yang dia rawat bukan anaknya. Dan aku bertemu hanya saat bersama Ambar imunisasi Mukti."
"Aku engga tau apa salahku ke Vio dan Diandra. Mengapa peristiwa sekarang dikatakan dimulai dari salahku?" Tanya Abu dengan penasaran.
__ADS_1