CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
BALASAN TELAK DARI MUKTI


__ADS_3

“Kamu dari mana Yank?” teriak Mukti yang langsung berlari menuju teras galeri. Padahal di situ sedang banyak tamu dan juga ada beberapa teman Mukti yang datang. Mukti tak peduli. Mukti langsung memeluk Ayya yang baru turun dari ojek online.


Ayya sudah bilang pada tukang ojeknya kalau ditanya dia naik dari mana jangan sebutkan sama sekali.


“Aku habis main ke rumah temanku kok,” jawab Ayya liirh dalam pelukan Mukti.


“Kenapa ponselmu dimatiin?”


Mukti menatap tajam mata Ayya.


“Aku pengin main bebas, nggak mau diganggu,” balas Ayya. Dia tak menyangka sejak tadi masih dalam dekapan lelaki yang telah melamar dirinya di depan kedua orang tuan lelaki tersebut.


“Kamu tahu nggak sejak kamu datang kamu belum lapor mama? Mama kalang kabut sudah tiga kali dia telepon kamu tadi. Pertama Mas bilang kamu lagi tidur dan HP-mu dicas.”


“Yang kedua Mas bilang kamu keluar nggak bawa HP, jadi HP-mu Masih di dalam kamar.”


“Dan ketiga, Mas bilang kamu belum pulang. Jadi kamu siap-siap jawaban yang sama kalau mama tanya seperti itu. Aku nggak ingin Mama kecewa karena kamu lupa.”

__ADS_1


‘Astagfirullah, aku memang salah. Seharusnya begitu turun di bandara tadi aku langsung lapor mama bahwa aku sudah tiba,’ kata Ayya dalam hatinya. Dia langsung menyalakan ponselnya walau Masih ada dalam pelukan Mukti.


Mukti memeluk dan mengecup kening Ayya. tak perduli ada siapa pun di sana. Sekarang semua pegawainya Mukti tahu siapa Ayya buat Mukti.


“Jangan pernah pergi tanpa izin lagi ya. Satu hari ini kamu dua kali bikin Mas super ketakutan. Terlebih kamu enggak bisa di hubungi,” Mukti mengadu keningnya dengan kening Ayya. Dia tatap erat mata tunangannya itu.


“Ya udah Mas, aku mau masuk,” kata Ayya.


“Sini kenalin dulu sama teman-teman aku sebentar,” Mukti pun menarik Ayya menuju lokasi teman-temannya. Mukti memperkenalkan Ayya pada beberapa temannya yang datang.


“Sudah kamu jangan macam-macam Lin, ingat kehamilanmu,” ancam Mukti.


“Macam-macam bagaimana? Aku cuma tanya aja kok,” sahut perempuan bernama Lina tersebut.


“Seleramu dari dulu seperti itu ya. Tak pernah berubah,” kata seorang lelaki macho dengan sedikit brewok.


“Kamu suka yang natural, nggak banyak dandan dan manis sama seperti saat kamu mengejar Vio dulu.”

__ADS_1


Ayya langsung diam begitu dia dibandingkan dengan Vio.


“Maaf, saya mau masuk dulu,” kata Ayya. Tanpa menunggu persetujuan dia langsung masuk meninggalkan Mukti yang makin kalang kabut.


“Kenapa sih mulutmu nggak di sekolahin? Kenapa sih kamu bandingin tunangan aku dengan mantanku saat SMA dulu? Kamu tuh seharusnya pakai otak dong,” kata Mukti dengan suara keras.


“Kalau aku bandingin istrimu yang lagi hamil ini dengan 3 mantanmu kamu mau nggak? Istrimu ini paling jelek di antara tiga mantanmu yang dulu kan? Aku nggak tahu kenapa kamu pilih dia sebagai istri. Mungkin istrimu menang di kasur ya karena yang 3 yang dulu kamu bilang nggak pintar kan di kasur, permainan mereka standar tak selihai perempuan malam teman tidurmu setiap hari. Apa mau bandingin lagi sama perempuan-perempuanmu yang bukan pacarmu yang tiap malam kamu datangin?” akhirnya Mukti membuka semua aib temannya.


“Apa? Jadi dengan pacar-pacarmu kamu dulu telah melakukannya padahal kamu bilang kamu nggak pernah melakukan sebelum menikah dan aku adalah perempuan pertama!” kata istrinya yang sedang hamil.


“Gofur jagonya jajan, mana mungkin kamu yang pertama. Kamu tuh cuma dapat sisa,” ada teman yang lain akhirnya ikut bicara setelah Mukti membuka aib Gofur.


Gara-gara Ayya di buat perbandingan oleh teman Mukti, akhirnya malah rumah tangganya ribut karena Mukti langsung membalas dengan telak.


“Sorry ya. Aku nggak mau bikin ribut. Tapi kamu yang mulai duluan, tidak ada maaf kalau sampai tunanganku ngamuk. Makanya silakan kamu urus istri yang sedang hamil. Itulah karma yang harus kamu pikul. Aku nggak peduli rumah tanggamu hancur,” kata Mukti. Lalu dia tinggalkan teman-temannya masuk ke dalam padahal mereka datang ke galerinya.


Biarin aja Mukti dibilang bukan tuan rumah yang baik, yang penting dia sudah mengeluarkan uneg-uneg karena temannya lancang mulut terhadap Ayya.

__ADS_1


__ADS_2