CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
PERANG BATIN


__ADS_3

Di kamar Ayya tidak bisa tidur.


Memang ungkapan Mukti tadi bukan pertama kali. Mukti sudah mengatakan cinta ketika mereka di Solo dulu. Tapi karena belum kenal lama Ayya pun tak peduli. Saat itu Ayya berpikir Mukti mengucapkan karena dia diminta jadi artis saja. Mukti tak mau rugi melepaskan karyawan yang baru dia ‘tebus’ dari kehancuran hidup akibat tak bisa pulang dari Jakarta.


Ungkapan kedua ketika di mobil saat dia kecelakaan dan ungkapan ketiga adalah tadi di teras belakang rumah Om Ariel.


Ayya juga mengingat semua perlakuan manis maupun posesif dari Mukti.


Tak ada yang terlewat, seperti melihat film dokumenter, Ayya melihat semua sejak awal dia dibantu Mukti di cafe, lalu dia harap-harap cemas sepanjang malam benarkah lelaki itu benar mengajaknya naik pesawat ke Bali dan sampai menjadikannya asisten pribadi.


Semua sikap posessif yang lelaki itu tunjukkan adalah bukti cinta Mukti untuknya. Tetapi Ayya yang selalu menyanggah bahwa itu adalah cinta yang murni.


¥ : ”Kenapa sih kamu tidak bisa percaya sama dia?” kata sisi kiri pikiran  Ayya bertanya. ( eyank kasih kode ¥ )


£ : ”Jangan cepat percaya, dia kan hanya mencari kompensasi aja. Dia tidak benar-benar cinta sama kamu kok,” sisi kanan pikiran Ayya memberi masukan pada Ayya. ( eyank kasih kode £ )


¥ : ”Kalau dia mau, kan dia bisa dapat yang lebih dari kamu tetapi memang dia cuma mau sama kamu berarti dia tulus.”


£ : ”Jangan percaya, tidak ada orang yang tulus. Dia pasti hanya sekadar cari iseng aja.”


¥ : ”Kalau hanya cari kesempatan, dia pasti akan memanfaatkan kesempatan di mana pun. Dia bisa aja kan masuk kamar kamu lalu melakukan hal yang tidak tidak. Paling tidak dia akan mencium bibir kamu!”

__ADS_1


£ : ”Ah jangan. Jangan percaya. Pokoknya kamu tidak usah terima cinta dia!”


¥ : ”Kamu terlalu, kalau dia lelah menunggu, kamu akan ditinggal.”


£ : ”Tidak apa-apa kamu ditinggal sama dia, banyak kok pria lain yang mencintai kamu apa adanya. Buktinya seperti Carlo kurang apa? Dia lebih baik. Biarin aja tidak usah dipikirin cintanya Mukti. Kamu sudah bekerja, berarti kamu tidak usah takut berhutang budi lagi.”


¥ : ”Nah itulah yang harus kamu pikirkan. Hutang budimu. Kalau tidak ada dia, kamu pasti tidak akan bisa datang ke pemakaman ibumu.”


£ : “Jangan mau cinta karena balas budi. Itu tidak baik.”


¥ : “Sudah. Kamu harusnya terima dia mumpung masih ada kesempatan. Jangan sampai dia mundur.


Begitu percakapan dua sisi mata batinnya Ayya yang berdebat sendiri antara mereka. Ayya benar-benar tak mengerti apa yang harus dia pilih.


Ayya berupaya memejamkan matanya tapi tidak bisa tidur.


“Aku harus bikin minum su5u coklat supaya cepat terlelap,” batin Ayya.  Su5u coklat memang baik untuk orang yang tak bisa tidur.


Ayya lalu keluar mengarah ke dapur untuk membuat minuman su5u coklat panas.


“Sedang apa kamu?” tanya Ambar ketika melihat Ayya duduk di meja makan tengah malam.

__ADS_1


“Eh Mama, bangun Ma?” tany Ayya.


“Iya, Mama kepengen minum. Ternyata air putih di kamar habis,” jawab Ambar.


“Kamu ngapain?”


“Aku tidak bisa tidur Ma. Ini aku bikin su5u coklat hangat.”


“Kenapa tidak bisa tidur? Cerita sama Mama,” pinta Ambar.


“Tidak apa-apa kok Ma. Tidak ada yang perlu diceritain,” tolak Ayya.


“Kamu tidak percaya sama Mama?”


“Bukan tidak percaya Ma, tapi memang tak ada yang perlu dibahas.”


“Dengar ya Ayu. Kamu itu bukan pegawai nya Mukti. Di mata Mama kamu itu anak perempuan mama. Seandainya kamu tidak berjodoh dengan Mukti pun Mama tidak problem kok. Mama tidak meminta apalagi memaksa kamu menerima cinta Mukti.”


“Tapi dengarkan Mama sebentar aja. Mama tidak akan menyita waktu tidur kamu karena Mama juga harus istirahat.”


“Ya Ma, aku akan dengarkan.”

__ADS_1


__ADS_2