CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
BOCOR KARENA PAK PUTUT


__ADS_3

‘Kamu itu nggak pernah bikin aku bosan, hanya dengan kemeja sederhana seperti itu ditambah kulot batik outfit-mu sudah sangat cantik,’ kata Mukti melihat Ayya yang siap berangkat ke pengadilan. Mukti tersenyum manis. Tiap hari melihat pujaan hatinya dia tak pernah bosan sama sekali.


“Ibu Pinem, aku berangkat dulu ya,” pamit Ayya. Walaupun bu Pinem hanya pegawai di situ, tetap saja Ayya selalu pamit pada siapa pun yang lebih tua.


“Ya Mbak Komang, hati-hati.” jawab bu Pinem.


“Kami nggak usah disiapin makan malam Bu, sehabis dari pengadilan aku akan ke rumah papaku, kami makan malam di sana,” Ayya memberitahu kalau dia dan Mukti tak akan makan malam di studio.


“Ya Mbak, nanti saya nggak akan siapin makan malam buat Pak Mukti,” jawab bu Pinem lagi.


“Cie …, sehat bener nih kayaknya,” Made menyambut Mukti yang baru datang. Made memang berani menggoda sahabatnya karena PP WA Mukti saja menggunakan sahabatnya sedang mencium pipi Komang.


Pak Putut datang lebih dulu dari Lingga, Wayan dan Ketut saat di parkiran, tapi pak Putut menunggu mereka agar bisa masuk bersama.


“Mas Mukti selamat ya,” kata Pak Putut saat tiba di lobby ruang pengadilan.


“Selamat apa nih Pak?” tanya Mukti bingung.


“Sudahlah nggak usah diem diem begitu, Pak Abu semalam cerita kok,” jawab pak Putut.


“Oh itu baru antar kita kok Pak, belum diresmikan dan tidak akan di publish,” jawab Mukti sambil memandang Ayya lekat. Gadis yang dipandang dengan sepenuh jiwa hanya tersenyum manis saja.


“Masalah apa nih? Kok kami nggak tahu pak Putut,” kata Made.

__ADS_1


“Ini mas Mukti dan Mbak Komang sudah tunangan kemarin di Jakarta,” jawab pak Putut.


Wayan dan Lingga yang baru datang bersama Ketut tentu saja kaget mendengar pak Putut menjawab seperti itu pada Made.


“Wah Bro nggak bilang-bilang nih,” kata Made sambil memeluk sahabatnya erat dan mengucapkan selamat. Akhirnya semua mengucapkan selamat atas pertunangan mereka. Baik pada Mukti mau pun pada Ayya.


“Kalau bilang-bilang jadinya nggak surprise, ini aja nggak surprise karena sebenarnya kami ingin langsung menikah aja nggak usah berita pertunangannya di siarkan,” kata Mukti.


‘Wah papa Abu pakai cerita ke Pak Putut,’ kata Ayya dalam hatinya. Tapi dia tetap tersenyum menyambut ucapan semua teman akrab Mukti, termasuk Lingga.


‘Apa ya motivasi papa Abu cerita? Apa karena dia senang akhirnya kami bisa jadian atau apa? Entah yang pasti papa menghubungi pak Putut karena mengingatkan jadwal sidang atau konsultasi masalah ini,’ pikir Ayya  lagi.


Lingga jadi yakin kalau Mukti memang sudah tunangan karena pengacaranya dapat info langsung dari papanya Mukti bukan dari orang lain.


Tok … tok … tok.


Palu diketuk, hakim memutuskan Saras terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara subsider dikurangi masa penahanan.


Saras dan orang tuanya mengajukan banding, mereka tak terima karena mereka sama sekali tak berniat mencelakai Ayya. Menurut versi mereka, itu hanya kecelakaan tak sengaja.


“Ingat Yank, tadi mama udah telepon Mas, kamu jangan sampai lemah terhadap Saras,” bisik Mukti.


“Iya Mas, barusan juga sebelum masuk ke ruang sini aku sudah chat mama kok. Mama bilang kalau kita nggak perjuangin gini akan banyak perempuan lain yang lemah yang akan diam. Jadi kita harus memutuskan mata rantai orang seperti Saras dan orang-orang yang arogan juga tidak mengikuti jejaknya dia.”

__ADS_1


“Syukurlah kalau kamu tahu itu, karena mama benar-benar mewanti-wanti jangan sampai Saras lolos,” ucap Mukti.


“Aku yakin Papa telepon ke Pak Putut juga bukan karena masalah pertunangan kita tetapi karena dia ingin menegaskan jangan sampai kita kalah,” kata Ayya.


“Bener banget Yank, cuma akhirnya nyerempet hari jadian kita,” kata Mukti dengan tersenyum.


Sehabis sidang semua diajak makan oleh Mukti termasuk Pak Putut. Tentu saja mereka senang telah menang dengan dijatuhinya hukuman 3 tahun penjara bagi Saras. Masalahnya sekarang pihak Saras minta banding.


“Kalau masalah banding biasanya bukan malah diperingan tapi diperberat karena nanti akan diselidiki bukti lebih mendalam,” kata pak Putut.


“Jadi ngomong-ngomong kapan nih undangan pernikahannya Mbak Komang?” kata Putut pada Komang Ayu.


“Tunggu papa dan mama istirahat dulu sebentar Pak Putut. Papa dan mama habis capek memikirkan mas Sonny, nanti sudah itu baru saya dan mas Mukti menyusun skenario pernikahan kami,” balas Ayya.


“Ini gara-gara mainnya sama Carlo nih, omongannya skenario terus ya,” goda Wayan.


“Jangan nyebut nama itu deh, nanti ada orang cemburu,” goda Made.


“Kalau masalah cemburu mas Mukti jagonya. Bukan cuma sama Carlo tapi ke semua orang.” Ayya menceritakan liciknya Mukti saat Arjun datang ke studio. tentu saja semua temannya Mukti tertawa terbahak-bahak mendengar bagaimana liciknya Mukti membuat Arjun tak bisa bergerak.


“Lo kayak anak kecil tahu,” ejek Wayan.


“Kak Wayan nggak aneh kan soal mas Mukti seperti anak kecil.  Ingat waktu di Solo apa nggak? Lebih dari anak kecil waktu dia ngamuk-ngamuk di mushola sedangkan kita sudah nungguin dia di dekat mobilnya.”

__ADS_1


“Benar, ha ha ha benar banget,” kata Wayan mengingat kejadian di Solo. Mukti hanya cengar-cengir ketika dirinya dikupas seperti itu oleh Ayya dan Wayan. Dia rengkuh Ayya agar masuk dalam pelukannya.


__ADS_2