
“Kamu kasih list belanjaan sebanyak itu memangnya uangnya cukup?” tanya Mukti. Maksudnya bukan soal uang di ATM, karena kalau dana di ATM saat ini pun dia bisa langsung kirim ke rekening Ayya. Yang dia maksud adalah uang cash di dompetnya Ayya.
“Cukup kok Mas, lagian yang dibeli kebanyakan sayur dan buah. Ayam, ikan dan dagingnya cuma dalam jumlah sedikit. Aku nggak beli banyak kok. Jadi cukup uang cash di aku. Nanti pas kita pergi lagi ingetin aja ambil uang cash lagi buat dapur,” kata Ayya.
“Di dompet Mas masih ada deh uang cash. Kamu ambil gih di kamar,” kata Mukti.
“Nggak Mas, nggak akan aku ambil uang di dompet, walau sudah jadi istri pun aku tak akan pernah buka dompetmu,” kata Ayya.
“Cie …, bahasanya …,” goda Mukti.
Ayya langsung tersipu malu, barusan dia sudah mengatakan walau sudah jadi istri berarti kan memang akan terjadi.
“Tetap aja harus ada privasi walau bagaimana pun, kalau soal handphone okelah karena banyak orang yang berbuat bohong atau selingkuh dari handphone. Tapi kalau soal dompet nggak boleh dibuka pasangannya, kata Ayya mengalihkan godaan Mukti mengenai kalimatnya tadi.
“Kan semua PIN juga kamu udah tahu baik itu PIN ponsel maupun PIN ATM semuanya udah Mas ganti sesuai dengan tanggal lamaran kemarin,” kata Mukti.
“Sudah sekarang ngopi dulu,” Ayya memberikan kopi dan pisang rebus untuk Mukti.
Ayya tahu untuk sarapan Mukti masih belum mau jadi pagi-pagi baru dikasih kopi dan pisang rebus saja.
Untuk sarapan nanti Ayya akan bikin nasi goreng saja karena tadi malam bu Pinem menyediakan nasi tapi belum dimakan karena mereka habis makan iga bakar, jadi pagi ini nasinya mau diolah menjadi nasi goreng oleh Ayya.
__ADS_1
Nasi goreng ini nasi goreng polos dengan bumbu kencur. Tak ada campuran seafood, ayam atau apa pun. Hanya benar-benar cabe, bawang merah dan kencur saja bumbunya.
Sebagai pelengkapnya Ayya menambahkan ayam goreng tepung serta kerupuk saja.
Ayya juga membuat sedikit acar mentah. Nasi gorengnya dibuat nanti saja saat akan dimakan, ayam sudah dimarinasi tinggal digoreng. Ayya hanya menyisakan 2 piring nasi putih yang akan dia masak, yang lain biar dioleh bu Pinem untuk semua yang makan di studio.
“Iya Ma, wa’alaykum salam,” kata Ayya.
“ ….”
“Mama jadi pulang hari ini?”
“ ….”
“ ….”
“Iya nggak apa-apa, nanti kabarin ya Ma, kalau pas Mama mau berangkat ke bandara.”
“ ….”
“Salam buat mama Vonny ya Ma.”
__ADS_1
“ ….”
“Lain ya namanya menantu mah pagi-pagi udah di absen,” kata Mukti protes pada Ayya.
“Kalau mau protes langsung ke orang nya Mas. Jangan ke aku. Aku kan cuma terima telepon?”
“Mama bilang apa?” tanya Mukti.
“Mama tanya kok Mas belum kirim menu sarapanmu, ya aku bilang Mas baru minum kopi dan pisang rebus aja. Mama tanya aku masak apa buat sarapan.”
“Aku bilang aku nanti mau bikin nasi goreng kencur.”
“Mama sama papa kapan pulang?” tanya Mukti.
“Mereka naik penerbangan terakhir yang ke Solo berangkat dari Soetta jam 9 malam,” jawab Ayya.
“Dari rumah mama Vonny mereka berangkat habis salat magrib dan niatnya makan malam di bandara sama pengantin baru dan mama Vonny juga Om Ariel,” Ayya kembali melanjutkan info dari Ambar tadi,
“Memang kenapa nggak penerbangan siang atau sore aja?” tanya Mukti.
“Mama bilang pagi-pagi ini di rumah sakit ada acara perpisahan kak Adel jadi mereka baru siap selesai siang sore beres-beres baru antar ke bandara.”
__ADS_1
“Emang kak Adel mau langsung resign?”
“Katanya kak Adel resign dari polinya dulu, kalau dari rumah sakit kayaknya masih lama karena kan dia manager keuangan. Tapi dari poli dia akan resign mulai hari ini.”