
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Ma, maaf kita nanti pulang ke hotel jam berapa ya?” Ayya bisik-bisik pada Ambar.
“Jam 03.00-an mungkin. Jadi kita nanti salat Ashar-nya di hotel aja enggak di sini,” balas Ambar.
“Oke Ma. Terima kasih.”
“Kenapa?” tanya Ambar penasaran.
“Temanku pengin ketemu. Dia tanya aku ada di hotel jam berapa. Bolehkan Ma?” tanya Ayya.
“Boleh aja, yang penting kamu enggak ke mana-mana kan. Kalau kamu pergi ya harus tanya Mukti dulu,” Ambar tak mau mengekang Ayya.
“Iya Ma. Cuma terima tamu aja kok,” Ayya juga mengerti. Tak mungkin berbuat lebih pada keluarga yang baik hati ini.
“Ya sudah enggak usah lapor enggak apa-apa. Orang namanya terima teman kok,” Ambar memberi masukan pada Ayya.
“Iya Ma,” jawab Ayya.
“Kenapa sih kamu pulang cepat?” protes Vonny pada calon besannya.
“Kan aku sama rombongan keluarga besar. Enggak mungkin aku tinggal di sini. Mereka salat dan ganti pakaian pasti enggak nyaman. Bukan enggak ada tempatnya, tapi enggak nyaman lah. Jadi lebih baik aku pulang ke hotel sama mereka semua.”
“Yang penting kan acara kita sudah terlaksana dan kita juga harus pikirkan untuk tiga minggu ke depan. Kami harus bahas itu semua kata Ambar karena mereka besok langsung pulang ke Jember, Surabaya dan Solo.” balas Ambar.
“Mereka naik kereta atau pesawat?” tanya Vonny.
“Sama aja sih naik pesawat sama naik kereta. Dan mereka memilih naik pesawat. Farhan dan Fahri juga langsung sekolah kan besok Senin jadi memang enggak bisa lama.”
__ADS_1
“Iya, aku ngertiin. Tapi kita tetap bahas persiapan pernikahan kan?” Vonny langsung menanyakan kelanjutan pembicaraan mereka.
“Iya, kita tetap bicara di GC ( group chat ) dengan Adel dan Laksmi,” kata Ambar.
“Sonny mungkin yang pulang ke hotel belakangan.” jelas Ambar. Tak mungkin Sonny pulang karena keluarga besar Sjahrir masih berada di rumah ini.
“Baiklah,” Vonny akhirnya menerima keputusan sahabatnya yang sejak tadi sudah meningkat menjadi calon besan. Sesuai dengan rencana Ambar, jam 14.30 mereka pulang ke hotel.
“Kamu tinggal sini aja Yu,” Adelia mencoba menahan Ayya.
“Wah enggak bisa Bu,” jawab Ayya.
“Kok IBU sih? Sama calon kakak ipar ya panggil kakak lah,” goda Adelia.
“Iya Yank panggil Kak dong,” sahut Aksa.
“Dik Aksa jangan didengerin Kak,” bantah Ayya.
“Kamu bilang adik Aksa tapinya panggil aku Kakak. Berarti kamu bukan pacarnya Aksa dong?” goda Adelia tambah bersemangat.
“Iih sudah ah, enggak usah godain aku kayak gitu. Pokoknya pamit dulu ya,” Ayya jadi serba salah sendiri.
“Iya hati-hati ya Yu,” jawab Adelia.
“Ma, aku ke lobby ya,” Ayya izin pada Ambar, sehabis sholat ashar Ayu pamit keluar karena Arjun sudah tiba di lobby.
“Sudah datang temanmu?” tanya Ambar.
__ADS_1
“Iya ma, sudah sejak Mama masih shalat tadi,” jawab Ayya. Mukti mendengar itu kaget. Ternyata Ayya janjian dengan seseorang. Mukti bisa menduga pasti Arjun, karena kalau Sri pasti tak bisa kabur keluar cafe jam segini kecuali pas libur.
“Kamu kedatangan siapa?” tanya Mukti memastikan dugaannya.
“Ada Arjun di bawah Mas,” jawab Ayya.
“Arjun datang? Kamu janjian?” kata Mukti dengan sedikit meninggi.
“Iya, tadi dia telepon kapan aku kembali ke hotel,” jawab Ayya jujur.
“Jadi dia tahu kamu ada di Jakarta?”
“Tahu Mas. Kan kemarin waktu pas di Solo dia tanya, aku bilang mau ke Jakarta. Lalu dia tanya menginap di mana. aku jawab ya enggak tahu karena aku memang belum tahu hotel ini.”
“Tadi pagi dia tanya ya aku jawablah, dan aku tadi tanya Mama kita kembali ke hotel jam berapa. Aku sudah lapor kok ke mama mau ada temanku datang. Ini kan bukan hari kerja jadi aku bebas terima tamu,” Ayya pun melenggang meninggalkan Mukti yang geram karena Arjun menemui Ayya.
‘*Pasti aja lah mereka saling tahu, kalau orang pacaran kan selalu tanya kekasihnya ada dimana*,’ Mukti makin geram mengingat Arjun dan Ayya selalu saling tukar info posisi.
“Dek kamu biarin pacarmu ketemu sama selingkuhannya?” Mukti menggoda Aksa, mencoba membangkitkan amarah adiknya.
“Maksud Mas apa?” tanya Aksa santai sambil bermain ludo dengan kedua adiknya. Laksmi memang membawan mainan untuk anak-anaknya. Dia tak ingin anak\=anak bermain gadget.
“Itu pacarnya Ayu datang,” jelas Mukti.
“Oh biarin aja. Aku mah enggak cemburuan,” balas Aksa.
Mendengar itu Mukti tambah geram. Dia pikir dengan memanas-manasi Aksa adiknya akan memantau Ayu dan Arjun di bawah.
Mukti yang rencananya mau pulang hari Senin sore jadi memajukan kepulangannya. Dia akan pulang bersama semua rombongan yaitu hari Minggu siang. Besok memang semua akan pergi ke bandara bareng untuk kembali ke kota masing-masing. Ada yang ke Solo, Surabaya ada yang ke Jember lewat Malang.
biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY yok.