
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Saya sudah dapat alamat lengkap serta data diri pelaku dari kepolisian karena saya minta datanya dari kepolisian selain juga dari beberapa teman pelaku seni yang saya kenal.”
“Saya minta nanti saksi benar-benar bisa hadir menguatkan team kita ya mas Mukti. Sudah tercatat di sini atas nama Wayan, atas nama Made dan atas nama Ketut juga nama Hadade.”
“Semua bisa kok Pak, mereka sudah berjanji mau jadi saksi.” Mukti memastikan semua kawannya bersiap jadi saksi dalam kasus ini.
“Kalau begitu saya minta mereka mengirimkan kopi jati dirinya ya, semua saya perlukan untuk pelaporan sebagai saksi yang saya rekomendasikan.”
“Baik Pak, nanti malam saya akan berikan. Hari ini saya minta mereka untuk memberikan foto identitasnya melalui ponsel saja,” kata Mukti selanjutnya.
“Pak, mungkin nanti pada saat awal-awal sidang kami berdua tidak bisa datang,” Mukti memberitahu sebelum kejadian kalau dia dan Ayya akan berhalangan datang ke ruang sidang.
“Kenapa?”
“Kakak sulung saya menikah di Jakarta. Jadi kami minggu depan sudah berangkat ke Jakarta. Mungkin untuk satu atau dua minggu. Yang pastinya sih satu minggu Pak. Tapi keluarga besar mana membolehkan saya pulang cepat. Mungkin dua mingguan saya ada di Jakarta, makanya saya kasih tahu dulu ke Bapak kalau semua saya kuasakan ke Bapak saja,” kata Mukti.
“Kalau pelapor tak bisa hadir tapi ada pengacaranya tidak apa-apa kok.” kata pengacara.
__ADS_1
“Wah untung papa gerak cepat kalau aku cuma lapor terus aku enggak datang pasti bisa bermasalah ya Pak?”
“Ya kalau pelapornya enggak datang aneh dong kalau tidak ada pengacara yang mewakili,” jawab pengacara tersebut.
“Iya Pak. Terima kasih.”
“Kemasi semua barangmu. Besok pagi habis sarapan kita akan ke studio,” Mukti memerintah Ayya berkemas saat sudah selesai makan malam.
“Baik Mas,” jawab Ayya.
“Mbok, kami mulai besok pagi kembali ke studio. Kalau sudah ada yang mau sewa berikan saja,” Mukti memberitahu penjaga home stay.
Besoknya Mukti dan Ayu kembali ke Uluwatu karena banyak pekerjaan yang harus Mukti kerjakan. Tapi sebelum ke studio Mukti mampir ke villa Uluwatu milik Ambar. Dia mempersilakan Ayya mengemas bajunya.
“Sisakan dua pasang saja di kamarmu karena bajumu belum banyak, kecuali kamu mau belanja baju dulu,” ucap Mukti. Sebenarnya dia kembali ke villa karena laptopnya masih tertinggal di kamar villa.
“Hari ini kita ke studio ya bukan ke galeri. Di sana napasku berada, di sana dapurku kalau ibarat koki,” kata Mukti menjelaskan tempat produksi miliknya. Di studio lah semua hasil karya Mukti di buat. Di studio adalah kawah candra dimuka tempat menempa hasil karya emas Mukti.
__ADS_1
“Iya Mas,” jawab Ayya.
“Di sana dunia Mas berhenti berputar. Dari pagai hingga pagi lagi kadang bekerja tak ingat waktu saat sedang mood. Mas jadi lupa makan atau mandi. Ini yang bikin mama sering telepon kalau Mas disini, sekarang tugas mama telepon akan kamu gantikan. Kamu bebas enggak ngapa-ngapain selain ingetin Mas makan dan salat aja. Mas kalau sudah fokus kerja lupa segalanya. Itu aja tugas utamamu, paling ya cuma ingetin makan aja selebihnya enggak perlu. Terus kalau ada telepon juga kamu yang jawab. Paling yang cari di nomor studio hanya pegawai galeri. Jadi kamu bisa jawab dan catat dulu. Enggak perlu Mas bicara dengan para pegawai galeri. Semua kamu yang handle.”
“Studio itu bukan tempat pamer jadi enggak akan ada konsumen tanya soal barang. Kalau yang personal pasti akan ke nomor pribadiku. Nomor ponsel usaha kan sekarang sudah kamu pegang,” Mukti memang sudah menyerahkan ponsel usaha pada Ayya sejak mereka akan pulang ke bali dari Solo.
Studio adalah tempat Mukti membuat semua garapannya, dari studio inilah nanti barang seni yang telah siap jual dibawa ke galeri.
Di sinilah tempat tinggal Mukti yang sebenarnya. Studio di Uluwatu bukan di villa.
“Untuk seterusnya kita lebih banyak menetap di sini, maksud aku daripada di Galeri Badung atau Denpasar juga di Villa.”
“Iya Mas.”
“Semalam Mas sudah meminta siapkan satu kamar kosong untukmu. Malah masih ada tiga kamar kosong sih, cuma maksudnya ada satu kamar yang sudah aku minta bersihkan buatmu ,” kata Mukti.
“Ya Mas aku ngerti.”
\*‘Pantes tadi saat di villa Mas Mukti bilang bajunya yang ditinggal di villa hanya sedikit aja semuanya bawa, ternyata di sini tempat tinggal yang sebenarnya,’ \*batin Ayya.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok.