
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
Kusno sudah belanja bahan masakan dalam jumlah banyak pagi ini, semalam kepala cafenya atau pemimpin kafenya bilang akan ada rombongan yang memesan tempat duduk jam 11.00 sampai jam 02.00 dan minta area dikosongkan untuk 23 orang. Mereka pesan 30 porsi makanan. Nanti porsi tambahannya terserah pesanan personal begitu yang koordinator konsumen semalam bicara pada manager cafe.
Kepala cafe juga sudah mengirim pesan kepada semua karyawan bahwa hari ini akan sibuk dengan banyaknya pesanan dan mereka diminta kerjasamanya.
Sri dan Komang yang memang tinggal dekat dengan cafe pagi-pagi datang lebih cepat. Mereka bersiap membantu Kusno dan koki lainnya.
“Masak apa kita hari ini?” tanya Komang pada Kusno. Sebenarnya Sri suka pada Kusno sejak lama, tapi Kusno nya tak menggubris. Kusno lebih menyukai Komang dan Komang tak mau menerima Kusno karena tak mau menyakiti Sri walau sebenarnya Komang juga suak dengan Kusno. Sri ~ Kusno ~ Komang terlibat suka segitiga. Belum taraf cinta. Untuk itu Komang mengalah.
“Aku bikin ayam goreng mentega aja, lalu yang menu pedasnya aku bikin balado ikan tongkol,” kata Kusno sambil membersihkan ikan tongkol segar yang baru dia beli.
__ADS_1
“Sayur nya standar kok, capcay aja, enggak ada yang aneh,” kata Ramlan, pegawai cafe lainnya
“Aku bantuin aja ya, takut salah. Aku bersih-bersihin dan aku potongin sesuai arahan kalian,” kata Komang.
Komang langsung mengerjakan semua yang dia bisa. Komang mencuci sayuran, lalu dia tanya bagaimana potongan dan seberapa ukurannya sesudah diberi contoh dia langsung kerjakan.
Komang tak bisa dijebak dengan kesalahan yang tidak dia buat. Karena dia sudah pernah dulu waktu masih jadi pegawai baru ada senior perempuan yang tidak suka apa yang semua dikerjakan Komang pasti disalahkan
Sejak itu Komang selalu hati-hati. Cara memotong wortel aja banyak modelnya ada iris tipis miring ada iris tipis bulat ada potongan dadu kecil ada potongan seperti lidi dan sebagainya, untuk itu Komang selalu bertanya sebelumnya. Sekarang dia sudah lebih pintar untuk mengantisipasi kesalahan yang tidak dia buat. Selalu dia tanya dulu sebelum dia lakukan, padahal perempuan senior itu sudah tidak ada tapi pelajaran itu tetap Komang gunakan agar tidak ada kesalahan yang dilimpahkan padanya.
__ADS_1
Semua rekan kerja Komang tahu ketelitian Komang seperti itu, mereka juga tahu mengapa Komang melakukan hal tersebut.
“Sayurannya sudah semua, ada yang perlu aku kerjakan lagi?” tanya Komang dia akan bersih-bersih meja depan walau semalam sebelum pulang semua ruangan sudah dibersihkan. Baik meja mau pun lantai. Tapi setiap pagi pasti mereka akan bersihkan lagi.
“Rasanya enggak ada sih, paling kita nanti masak nasi lebih cepat dan lebih banyak,” jawab Ramlan.
“Kalau masak nasi dan sebagainya, aku enggak mau ngerjain ya, bukan enggak bisa, tapi takut salah. Kebetulan pas aku masak kelembekan atau terlalu keras nanti berakibat buruk pada nama cafe. Jadi kalau soal itu aku tidak akan ikut campur,” jawab Komang dengan sopan.
Komang bukan koki, karena itu dia tidak mau melakukan hal yang akan berakibat fatal pada nama cafe.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK yok
__ADS_1