
“Kalau begitu ya sekarang parah,” kata Angga.
“Mukti sudah yakin dia pasti kehilangan Ayu. Lebih-lebih yang mengirim video itu Ayu. Artinya Ayu langsung tahu dari sumber utama, bukan ‘katanya’ atau dari orang ketiga,” kata Angga lagi.
“Itulah apa yang tadi aku bilang. Di rumah sakit pun tetap akan parah karena dia sudah yakin Ayu itu nggak akan maafin dia. Jadi ya tinggal kita bagaimana ngomong ke dia saja,” kata Ambar.
“Satu-satunya jalan kita harus ketemu siapa biang keroknya yang kirim video itu ke Ayu. Walau memang kita harus jungkir balik cari pelakunya. Kalau ketemu akan aku buat dia terpuruk sampai dia nggak bisa bernafas,” kata Abu kesal.
“Aku belum dapat bukti pelaku utamanya Pa. Tapi dari penyelidikan aku berkali-kali kami melihat Carlo berbicara di cafe tersebut. Padahal dia kan bukan sedang di Solo. Posisi dia ada kerjaan di Kupang. Dia sedang syuting di Kupang. Kok dia beberapa kali ada di Solo. Itu yang bikin aku penasaran,” ucap Sonny.
“Sedang aku selidiki apa hubungannya dengan kejadian Mukti kemarin.”
“Aku sudah menekan orang untuk memberikan CCTV asli, karena yang mereka berikan tadinya adalah CCTV yang beberapa partnya sudah dipotong. Aku tahu itu karena part saat kejadian missing.” ujar Sonny lagi,
“Nah itulah. Kalau kita dapat CCTV aslinya kita akan tahu siapa dalangnya.”
__ADS_1
“Belum tentu langsung tahu dalangnya Pa. Kita pasti baru tahu pelaku-pelaku utama saja. Dalangnya masih sembunyi.”
“Semoga saja besok kami dapat rekaman aslinya.”
“Apa motivasinya ya? Apa dia yakin kalau Ayu dan Mukti berpisah dia atau siapa pun bisa langsung menjadi jodohnya Mukti atau menjadi jodohnya Ayu?” tanya Adelia.
“Kalau misalnya seorang perempuan yang melakukan hal tersebut apa dia yakin begitu Ayu dan Mukti berpisah dia akan menjadi jodohnya Mukti? Kan belum tentu juga. Mungkin saja Mukti cari yang lain. Begitu pun kalau orang laki pelaku utamanya. Apa yakin Ayu akan bisa dia dapat bila Ayu berpisah dengan Mukti?”
“Kalau orang sudah gelap mata ya seperti itu,” kata Angga.
“Jadi kita deal ini mau mutusin besok Mukti dibawa pulang?” tanya Abu.
“Ya sudah aku akan minta dokternya bikin surat pulang saja dan aku akan minta obat-obatan untuk Mukti di rumah yang sesuai agar dia tenang,” kata Adelia.
Jadi walaupun Adelia dan Sonny ada di Jogja pengawasan mereka ke rumah sakit lebih daripada pengawasannya Ambar dan Abu karena Ambar dan Abu hanya melihat yang ada di depan mata sedangkan Adelia dan Sony tahu lebih detail dari dokter ahlinya.
__ADS_1
“Sonny sebelum ini diputus, Papa mohon sama kamu benar-benar cari siapa penyebab utamanya. Tapi mohon jangan sampai Aksa tahu lebih dulu,” ucap Abu.
“Ada apa dengan Aksa Pa?” tanya Adelia.
“Hari pertama Ayu kabur, Mukti habis dihajar Aksa,” kata Abu.
“Astagfirullah, beneran Pa?” tanya Adelia tak percaya.
“Ya beneran lah. Orang Muktinya babak belur,” kata Sonny.
“Aku salut sama adik cantikku itu. Dia bisa langsung nyebur ke keluarga Lukito dan mendapat cinta penuh dari kalian semua. Aku bahagia masuk ke keluarga Lukito. Kalian benar-benar yang terbaik buat aku,” kata Adelia. Dia menghargai cinta keluarga Lukito terhadap Ayu yang sangat besar.
“Ayu itu memang istimewa di mata kami. Bukan kami tidak menyayangi kamu,” kata Angga.
“Tapi Ayu masuk dari bukan siapa-siapa. Dia bisa menempatkan diri. Dia tidak butuh harta, kalau dia butuh harta cincin tunangannya itu dijual bisa dapat satu motor matic yang terbaru. Dia tinggalkan itu saat dia pergi. Dia juga tinggalkan ponsel yang Mukti berikan. Kalau laptop pastilah dia nggak gunakan karena mungkin dia nggak butuh buat kerja. Tapi kalau handphone? Handphone terbaru saja dia tinggal. Itu bisa kita pastikan bahwa dia memang masuk ke keluarga kita bukan cari harta. Tapi dia senang sama cinta kasih keluarga kita.”
__ADS_1
“Cinta lengkap yang tidak dia dapatkan sejak kecil. Dia hanya punya cinta ibu yang penuh, tapi ayahnya jauh. Sekarang dia punya cinta ayah ibunya meninggal. Jadi dia senang ada dalam keluarga kita. Itu yang membedakan dia sama kamu. Kamu dari sejak awal memang punya cinta kasih keluarga yang utuh.” jelas Angga.
“Iya Eyang aku sama sekali nggak ngiri sama Ayu. Serius aku nggak ngiri. Aku tahu kalian cinta sama Ayu, sedemikian rupa. Cinta yang sama dari aku juga buat Ayu. Aku merasa senang punya adik. Benar-benar rasa cinta aku sama dia sama atau bahkan lebih besar dari cinta aku ke Aksa,” kata Adelia jujur.