
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
Diskusi keluarga dimulai dari Abu yang minta maaf terhadap Ambar dan Sonny juga Aksa. Dia mengakui bersalah tak mencari kebenaran dan hanya percaya pada sosok ibunya.
Abu memutuskan prioritas yang harus dipikir adalah menetapkan dimana akan tinggal juga memikirkan masa depan Aksa.
Ambar juga sama, dia minta maaf pada semua anaknya dan berkata tak mau lagi menetap di Bali karena rumah Bali penuh goresan luka. Bukan villa di Bali. Tapi rumah tinggal mereka.
Setelah berembug dengan segala pertimbangan masak, mereka membuat keputusan bahwa akan pindah ke Solo. Mereka sekarang berembug strategi menghadapi Menur.
Strategi pertama yaitu Ambar akan "ngebom". Ya Ambar akan balas dendam pada Menur.
"Adek kalau Adek ditinggal Mama selama ujian gimana?" kata Ambar pada Aksa.
"Aku bisa, ditinggal sendiri. Aku bukan anak TK Ma. Mama bahkan Mas kuliah S2 aja selalu kalang kabut kayak gini." Aksa tak bergurau. Dia serius mengatakan dia sanggup ditinggal Ambar saat sedang ujian SMP.
"Sekarang waktunya kita bergerak Ma. Adek pastikan Adek enggak apa apa. Adek tahu Mama pergi buat kita semua. Jadi ternang aja Mama menjalankan misi kita," Aksa malah memberi spirit buat Ambar.
"Mama mau ke Surabaya. Kita ngebom dulu. Mama langsung enggak sabar saat tahu kondisinya seperti ini."
__ADS_1
"Mukti kamu jagain dan temani Aksa selama Mama pergi." Perintah Ambar pada anak kedua. Dia tak ingin Aksa sendirian saat ujian.
"Siap Ma," kata Mukti. Mukti dan Sonny tahu. Ini pertama kalinya sang mama bertekad pergi kala ada salah seorang anaknya ujian. Itu arti nya persoalan yang akan mama lakukan super penting.
"Mama akan buat eyang Menur terkapar tanpa daya." Ambar bicara dengan penuh dendam. Dia tak percaya sejak dia menikah sudah diganggu dengan intrik jahat sang mertua.
"Ingat Mama sama Papa mau ke Surabaya, habis dari Surabaya Mama mau langsung ke Solo. Itu tak bisa ditunda."
"Kita cari tanah dan sekolah nanti selama rumah dibangun kita ngontrak yang dekat sekolah Aksa satu tahun. Jadi Mama agak lama perginya."
"Cari sekolahan kan enggak bisa ditunda. Begitu Adek lulus kita bersiap," kata Ambar selanjutnya.
"Mama nggak sabar mau nikam eyang Menur besok. Jadi pagi kita berangkat bareng Mas. Papa pesan tiket sekarang." perintah Ambar pada Abu.
"Sepertinya baju Mama di rumah Surabaya masih ada. Mama bawa baju sedikit aja, Mama sudah enggak sabar nih," ucap Ambar.
"Mendingan bawa baju dari sini aja takutnya baju di Surabaya sudah enggak bagus Ma. Atau masih bagus tapi bau apek karena lama sekali Mama enggak pulang ke Surabaya," kata Abu.
"Ya udah baju Mama aja, baju Papa banyak tuh di Surabaya," tukas Ambar
__ADS_1
"Iya baju Papa malah di rumah sana semua." Abu malah semua barang sudah pindah semua. Besok mereka akan mengosongkan rumah Surabaya agar siap jual. Abu sudah janjian dengan seorang pengusaha barang bekas.
Nanti barang yang akan mereka pertahankan akan di kirim ke alamat Sonny di Jogja lebih dulu.
"Papa harus ikutin skenario Mama ya," di kepala Ambar sudah tersusun step by step cara buat nikam balik Menur.
"Oke siap," kata Abu.
"Ya udah, ayo sekarang kita makan. Mas minta diantar makanannya," Ambar meminta agar makanan mereka segera diantar.
Semua bahagia bisa makan dalam formasi lengkap lagi. Makan dengan suasana kehangatan keluarga.
\*\*\*
"Adek, nanti makan pagi sampai makan malam akan Mama pesankan di dapur. Kalau Adek mau tukar menu bilang ya." Semua sudah Ambar pikirkan. Ambar memberitahu pada Aksa dia sudah menyiapkan makan sejak pagi hingga malam. Buat Aksa, Mukti dan Sonny tak ada yang bisa menggantikan Ambar sebagai seorang ibu. Dia ibu sempurna bagi mereka.
"Mukti, dua hari sekali petugas cleaning service akan membersihkan rumah. Mama sudah pesan ke kantor, cleaning service atau bagian dapur yang datang harus laki-laki dan kejujurannya bisa dipertanggungjawabkan," kembali Ambar memperlihatkan kejeliannya.
Bukan tak percaya Mukti. Tapi banyak perempuan diluar sana yang akan menggunakan kesempatan mencari juragan kaya agar bisa hidup enak tanpa kerja.
\*\*\*
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ yok
__ADS_1