
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Sehabis pameran 3 minggu, jadi hampir 3 bulan dari perkenalan dia bicara. Saat sesudah penutupan. Dia bilang menyukaiku dan ingin menjajaki serius dengan Mas.”
“Mas saat itu masih dengan Vio. Mas tak mau selingkuh, tak pernah dalam hatiku mau diselingkuhi atau selingkuh. Jadi Mas dengan lembut bilang maaf saya tidak bisa mengikat hubungan. Saat ini saya belum berniat untuk mengikat hubungan. Saat itu hubunganku dengan Vio masih sembunyi-sembunyi, belum kami umumkan ke keluarga. Kami berniat mengumumkan bila visi yang Vio bilang selsai dan dia sudah memutuskan pertunangan dengan mas Sonny.” Ayya ingat cerita itu saat Mukti cerita tentang hubungannya dengan Vio.
Belum sempat diumumkan ke seluruh keluarga bom sudah meledak diluar jadwal yang Mukti tentukan. saat itu Vio masih tunangannya Mas Sonny.
“Made melihat bagaimana Mas menjawab walau dari jauh. Tidak mungkin dia tidak mendengar jelas suaraku, tapi Made tahu Mas tidak bentak-bentak Saras. Mas bahkan menepuk bahunya dan bilang : lebih baik kamu cari yang lain, yang bisa menerima kamu dengan apa adanya karena aku tahu kamu perempuan baik. Itu kata-kataku untuknya sebelum Mas tinggal dia menghampiri Made dan Ketut yang hari ini hadir.”
“Setelah itu kami enggak pernah ketemu lagi dan baru bertemu adalah kemarin itu. Kemarin dia nawarin Mas tambahan lauk, saat Mas sudah selesai makan. Mas bilang enggak cukup. Saat itu piring belum Mas taruh masih tinggal dua suap. Dia mau nambahin.”
“Enggak berapa lama setelah itu piring ditaruh. Sesudahnya kamu tawarin puding tapi kan sudah ada jeda antara makan dengan puding. Dan kamu juga membawakan puding sesuai dengan yang mama bilang yaitu banyak fla, jadi aku mau.”
“Mungkin itu pemicu dia marah. Ditawarin oleh dia aku enggak terima ditawarin kamu aku terima! Jadi dia langsung marah sama kamu dan membalas pada kamu,” jelas Mukti panjang lebar.
__ADS_1
Ayya hanya termenung mendengar semua pangkal masalah penyebab dia jadi sasaran Saras.
“Buat ngelengkapin laporan besok, pengacara minta kita bikin visum di dokter lalu dilaporkan ke polisi dan pengacara peganga salinannya.”
“Sekalian kamu kontrol ke dokter yang dirujuk kemarin dari dokter IGD ke dokter kulit dan kecantikan.”
“Kenapa harus kontrol seperti itu?”
“Kemarin aku lupa aja belum bikin visumnya jadi besok sekalian minta ke dokter yang kemarin untuk dibuatkan visum buat pengaduannya. Kemarin enggak nyangka harus bikin pengaduan. Selain keluarga, teman-teman Mas juga mendukung.”
“Aku sih manut aja,”jawab Ayya ketika tahu besok harus bikin visum sesuai dengan ketentuan pengacara.
“Ya sudah sekarang kamu tidur aja sana,” perintah Mukti.
__ADS_1
“Tadi katanya mau dicek kerjaanku,” protes Ayya. Dia sudah bawa laptop dan dia nyalakan malah tidak jadi diperiksa.
“Tinggalin aja laptopmu memang ada rahasia? Nanti Mas cek kok. Kamu langsung istirahat biar enggak kecapean. Besok kan bikin visum.”
“Capek apa sih? Wong enggak ngapa-ngapain masak capek,” Ayya tentu tak merasa lelah karena seharian hanya di rumah saja.
“Aku masih mau bahas yang tadi,” Ayya ingin kembali membahas Saras. Dia masih bingung mengapa dirinya jadi sasaran bidik perempuan cantik itu. Tadi Mukti sudah memperlihatkan rekaman CCTV dari galeri Made.
“Yang tadi apa?” tanya Mukti ingin kejelasan maksud pertanyaan Ayya.
“Yaitu siapa tadi namanya, Saras? Jadi aku korban kecemburuan yang salah sasaran. Kenapa dia cemburu sama aku, wong aku enggak punya perasaan apa-apa sama Mas Mukti,” jelas Ayya dengan tanpa berdosa.
Waduh siapa yang mau nemenin Mas Muktinya nangis di pojokan? Siapa yang mau ngasih kopi buat dia biar dia agak cooling down? Eyank tunggu ya
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.
__ADS_1