
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Sri. Bulan ini aku sama sekali enggak bisa bayar kamar kost ya,” kata Komang lirih.
“Kenapa?” Sei menjawab dengan pertanyaan.
“Ibu anfal lagi dan rasanya semakin berat. Aku mau pulang aja gimana ya?” kata Komang ragu. Sungguh berat beban yang saat ini harus dia tanggung. Sang ibu semakin parah dan butuh biaya sangat besar sedang papanya sedang tak bisa dimintai dana karena semua uang papanya sudah habis diserahkan buat membayar pada bu Dewi. Itu pun papanya masih kurang dana banyak.
“Ya janganlah, kalau kamu pulang malah enggak ada income.” kata Sri.
“memang kalau aku pulang enggak ada income. Tapi kan aku bisa ngurusin ibu?” bantah Komang. Hari ini Komang dan Sri sering memang gajian dan semua uang gaji Komang sudah dia setor untuk pengobatan ibunya yang makin parah melalui rekening pakde Saino.
Semalam Pakde Saino sudah bilang dia sulit membantu lagi karena memang sedang sepi tarikannya. Tentu saja Komang tambah bingung. Akhirnya dia pinjam ke beberapa temannya untuk menambahi uang obat bagi ibunya.
“Sudah yang penting kamu rajin kerja aja, semoga kamu banyak tips dari pengunjung sehingga bisa menambah uangmu,” kata teman-temannya.
“Iya, terima kasih,” jawab Komang. Memang beberapa teman banyak yang selalu mendukungnya dalam saat kesulitan seperti ini. Komang tak akan melupakan para sahabatnya yang selalu siap membantu walau semua bukan orang berlebih sekali pun.
"Gimana rasanya Mas?" tanya Mukti.
" Aduh deg-degan tapi sekarang plong lah udah menceritakan semuanya," jawab Sonny sambil memeluk Adelia erat. Saat ini sidang di hentikan untuk salat dan makan siang selama 60 menit. Nanti Mukti yang maju sebagai sosok yang pernah menjadi suami siri untuk memberikan fakta-faktanya.
"Kita makan dulu biar bertenaga," ajak Adelia.
__ADS_1
Sehabis makan siang giliran Mukti maju menjadi saksi dalam persidangan. Mukti membuka semua fakta tentang Vio. Saat palu diketuk bahwa sidang hari itu selesai Mukti langsung keluar.
Mukti benci pada Vio tapi dia tidak bisa membuang rasa cintanya pada Vio. Dalam pikirin Mukti memang hanya Vio yang dia cinta. Tapi kalau ingat kelakuannya Mukti sangat benci.
Terlebih lebih Vio adalah kaki tangannya Menur, orang yang sudah merusak hidupnya sejak bayi.
Menur adalah perekayasa "kehadirannya" karena Menur yang membuat dia sengaja "diciptakan".
Menur pula yang membuat dia jadi melakukan hal buruk pada Vio saat SMA sehingga dua bayinya dibunuh oleh Vio. Walau masih cinta Mukti tak akan pernah mau menjadi pendamping Vio lagi.
Dulu dia menikah siri karena belum tahu bahwa Vio telah membunuh dua bayi mereka.
"Aku benci kamu, sangat benci. Bagaimana mungkin wajah manismu, wajah polos wajah yang iinnocent itu membunuh dua bayi kita."
Mukti tak ingin melihat Vio lagi. Cintanya belum hilang tapi takkan pernah mau dia mencintai seorang pembunuh terlebih yang dibunuh adalah anaknya sendiri.
Di belakang gedung pengadilan Mukti meratapi nasibnya. Dia yang hanya buat boneka Menur. Untung berada di tangan Ambar dan Abu sehingga hidupnya masih lebih baik.
"Kamu dari mana sih Dek," Sonny bertanya pada Mukti yang baru menghampirinya.
"Tadi aku ke WC, makanya aku lari begitu selesai sidang. Perutku enggak enak," ungkap Mukti beralibi.
"Kamu masuk angin?" kata Adelia.
__ADS_1
'*Aduh aku lupa kakak iparku kan dokter! Walau dia dokter kandungan, tapi kan pernah jadi dokter umum*.'
"Aku enggak tahu, tapi mungkin juga sih. Pokoknya aku cuma kebelet aja tadi. Jadi aku lari," kata Mukti.
"Mas kira kamu ngejar Vio," tuduh Sonny.
"Ngapain aku ngejar dia Mas?"
" Aku akui sampai saat ini aku masih mencintai dia, itu tak bisa aku pungkiri. Dia wanita pertama dan satu-satunya hingga saat ini."
"Inget ya hingga saat ini, next time aku enggak tahu tapi aku tidak akan pernah mungkin menemui Vio lagi untuk bicara. Aku tak akan mungkin menemuinya lagi untuk berbaik hati, aku tak akan mungkin menemuinya lagi untuk memberi dia toleransi."
"Dia pembunuh Mas, inget itu, tak ada maaf untuk seorang pembunuh. Lebih-lebih orang yang membunuh anaknya sendiri."
"Mas bisa bayangkan kalau itu terjadi pada istri Mas, apa yang akan Mas lakukan?"
"Mungkin aku cekek sekalian dianya!" Jawab Sonny geram membayangkan bila istrinya membunuh anak-anaknya.
"Nah kita juga jadi pembunuh kan? Itu yang aku tidak mau Mas. Aku tidak mau jadi pembunuh, jadi kubiarkan dia jauh dari aku. Jadi mohon jangan pernah berpikir aku akan mendekati Vio lagi."
"Sampai kapan pun tak akan mungkin ada pengampunan buat pembunuh anak kandung. Itu pendapatku, aku tak peduli pendapat orang lain. Banyak orang yang suka nyampurin urusan orang lain. Yang penting untuk aku, seperti itu keputusanku," kata Mukti tegas.
"Ya sudah, enggak usah kita bahas sosok yang membuat kita jadi makin sebal."
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang beda thema dari novel yang biasa eyank tulis. Kita masuk thema HOROR dan ini berdasar kisah nyata yang di kembangkan.
Cuzz ke novel dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok
__ADS_1