
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Aku berangkat dulu Ma,” pamit Mukti pada Ambar. Dia akan menjemput Laksmi, eyang Angga dan anak-anak di stasiun.
Abu belum membeli mobil baru untuk dia dan Ambar. Ada mobil lama yang dari Jakarta. Aksa menggunakan motor sport dan ada motor matic buat operasional ke warung, pasar atau ke lahan yang sedang dibangun.
“Hati-hati dan enggak usah mampir-mampir. Biar mereka sarapan barang kita semua,” pesan Ambar.
“Bereeeeeeeees Ma,” Mukti langsung membawa mobil Abu.
Tentu saja Laksmi senang tiba di rumah kontrakan kakaknya. Tak disangka kakak serta papanya tinggal dirumah super kecil. Tapi kehangatan keluarga memang yang utama.
Sehabis makan siang Mukti mengantar Laksmi dan anak-anak ke homestay yang Ambar sewa. Ambar tak jadi menyewa hotel karena keluarga Sjahrir dari Jakarta juga akan gabung di liburan kali ini.
Kebersamaan dalam keluarga yang Ambar tekankan, maka dia lebih memilih homestay untuk tempat tinggal para tamunya karena mansion miliknya belum siap dihuni.
"Hallo apa kabar Tante?" Sapa Adelia pada Laksmi. Rombongan keluarga Sjahrir datang dengan taksi bandara. Mereka tak mau dijemput oleh Abu. Dari bandara mereka langsung menuju home stay.
Laksmi menyambut Adelia dan Vonny serta Sjahrir. Mereka ngobrol sejenak.
"Aku tinggal ya," pamit Mukti.
"Loh mau ke mana?" tanya Adelia.
"Mau jemput mas Sonny," balas Mukti.
"Dia Jogja ~ Solo pakai pesawat?" Adelia tak habis pikir bila memang Sonny pakai pesawat. Bukan soal harga tiketnya. Tapi dari kantor atau rumah Sonny ke bandara itu jauh. Dari sini ke bandara juga jauh. Dua jarak itu kalau di gabung sebanding dengan jarak Jogja ~ Solo kurang sedikit lah, kan mending naik mobil saja.
"Enggak dia naik kereta. Dia naik kereta PRAMEKS kok," jawab Mukti.
"Oh gitu," Adelia mengerti sekarang.
__ADS_1
"Naik kereta murah banget kan Jogja Solo," jelas Mukti.
"Aku mau ke stasiun dulu," pamit Mukti.
"Aku ikut dong pengen tahu," pinta Farhan sang kakak, anak pertama Laksmi yang berusia 10 tahun.
"Mas, aku juga ikut," kata Fahri yang kecil. Usianya 7 tahun.
"Ya udah ayo kita pergi bertiga," kata Mukti.
"Berempat! Aku juga ikut," kata Adelia yang telah memegang dompetnya.
"Asyik," kata dua jagoan itu.
Mereka naik mobil Mukti. Bukan mobil Mukti sih tapi mobil Abu yang dari Jakarta kan dibawa oleh pak Parman ke Solo.
Sonny kaget ketika dijemput oleh pasukan. Dia pikir Mukti datang sendirian. Dua jagoan kecilnya Laksmi memeluk kakak sepupunya. Mereka tak lupa salim pada mas Sonny idola mereka.
"Baik, alhamdulillah baik," jawab Adelia ramah.
"Eh jangan deket-deket calon istriku," kata Mukti, mereka tertawa, karena memang itu cuma candaan Mukti aja.
"Gimana kalau kita makan di alun-alun. Katanya sih banyak kuliner enak, suasananya juga enak. Aku sudah search sejak di Jakarta kemarin," Adelia mengusulkan mereka hunting kuliner enak di alun-alun.
"Ayo ayo," kata dua jagoan kecil bersemangat.
"Ayo Mas," ajak Mukti. Dia ingin membahagiakan adik-adik kecilnya.
"Oke siap," akhirnya mereka ke alun-alun Solo mencari kuliner.
Mukti sudah mengirim pesan pada Laksmi agar tak khawatir karena dia membawa dua permata milik tantenya itu.
"Wah kasihan Mas Aksa enggak ikutan," kata Farhan.
__ADS_1
"Siapa bilang aku nggak ikut?" kata Aksa.
Rupanya Mukti mengirim pesan pada Aksa kalau mereka akan makan malam di alun-alun, sehingga Aksa menyusul.
"Yeaay ada Mas Aksa," kata Farhan dan Fahri. Mereka pun heboh makan bersama.
Ambar tentu kaget saat diberitahu anak-anak semuanya ada di alun-alun. "Anak-anak ninggalin kita berdua loh Mas," Ambar memberitahu suaminya.
"Mereka ke mana?" kata Airlangga.
"Mukti jemput Sonny di stasiun lalu sengaja makan malam di alun-alun bersama Farhan dan Fahri Pa," kata Ambar.
"Wah gitu," Airlangga senang semua cucunya akrab walau sebenarnya Mukti dan kedua anak Laksmi bukan cucunya.
"Iya Pa."
"Wah senangnya anak-anak berkumpul bersama. Jadi Laksmi dan Vonny di homestay?" Abu pun berkomentar.
"Iya mereka makan malam bertiga. Karena Adelia juga ikut."
"Adelia juga ke alun-alun?" tanya Abu.
"Iyalah, komandannya ada di sana gimana mereka nggak ikut semua?" Ambar tahu Aksa menyusul karena ada kakak cantik tercintanya.
"Eealah aku pikir Adelia nggak ikut," kata Abu.
"Ikut, jadi awalnya dia dan Fahri sama Farhan ikut jemput Sonny. Begitu niat mau berangkat ke alun-alun Mukti ngabarin Aksa. Tadi Aksa udah pegang piring mau makan. Pas ada khabar itu dia langsung meluncur buat nemuin Adelia," kata Ambar pada Airlangga.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY yok
__ADS_1