CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
AKU DI SEBELAHMU


__ADS_3

Tiga serangkai sampai di lokasi gedung pameran masih terlalu pagi. Tetapi sudah banyak orang, termasuk orang-orang dari kantor gubernur. Mereka sudah menjaga ketat. Di setiap titik sudah disiapkan gerbang sensor untuk meneliti apakah yang masuk membawa barang-barang yang tak diinginkan.


Benar-benar semuanya ada gerbang detektornya untuk menjaga keamanan para tamu nanti sore. Jadi dari pagi semuanya sudah diteliti. Barang-barang di dalam ruangan juga sudah di scan dengan alat detektor tersebut. Mobil yang masuk pun sudah dipindai dengan alat detektor. Benar-benar sangat ketat.


“Kalian lihat-lihat ya bila ada yang mencurigakan atau tidak,” kata Mukti sebelum turun dari mobil.


Begitu turun dari mobil, 6 orang sudah menunggu Mukti. Semua adalah anak buahnya Abu. Begitu Mukti berangkat Abu memang langsung mengirim pesan anak buahnya agar stand by dan menugaskan satu orang masing-masing mengawasi Made dan Wayan, 4 orang khusus mengawasi Mukti. Abu tak mau kecolongan anaknya kenapa-napa. Jadi untuk Mukti memang 4 orang yang jaga, sedang Made dan Wayan masing-masing dijaga 1 orang saja.


“Mas kata bapak 4 orang menjaga Mas Mukti dan 1 orang masing-masing menjaga temannya,” bisik komandan regu yang ditugasi Abu, saat Mukti keluar dari mobil.

__ADS_1


“Ya nggak apa-apa. Tapi upayakan jangan terlihat mencolok. Takutnya orang jadi curiga.”


“Sudah dikasih tahu kan foto perempuan yang kemarin dikirim papa?” Mukti memastikan mereka tahu tersangka utama selain curiga dengan sosok siapa pun yang dicurigai.


“Sudah Mas. Foto perempuan tersebut sudah kami rekayasa dengan berbagai penyamaran, jadi walau dia pakai penyamaran cara apa pun kami bisa tahu. Karena bisa jadi dia tidak menggunakan wajah aslinya.”


“Oh iya ya. Bisa saja dia menyamar. Oke saya akan perhatikan itu,” kawab Mukti.


Ayu memandang Mukti turun dari mobil sudah dijemput 4 orang pegawainya Abu. Tadi Abu memang sudah bilang pagi ini Mukti berangkat pagi dan akan diawasi oleh 4 orang pegawainya.

__ADS_1


Mukti tak melihat keberadaan Ayya, bukan tak melihat maksudnya dia tak memperhatikan perempuan tersebut karena memang bukan Ayya ‘kan? Dia langsung masuk ke ruang pameran memperhatikan segala macamnya.


Belum jam buka pameran, tentu Ayya sebagai orang umum tidak bisa masuk ke ruang pameran tersebut kalau belum dibuka untuk umum. Semuanya nanti akan diperiksa, jadi Ayya hanya cukup memandang Mukti dari jauh.


Hari terakhir pameran dibuka jam 08.00 pagi. Biasanya dibuka jam 09.00, jadi Ayya tak terlalu lama menunggu di teras ruang pamer. Dia menyelesaikan sarapannya dengan santai.


Ayya membuat foto selfie di ruang pameran. Sengaja diambil dengan latar belakang Mukti. Beberapa kali posisinya agak dekat, tapi beberapa agak jauh. Semuanya selfie! jadi ada foto dirinya.


Mukti, Made dan Wayan yang sedang konsentrasi melihat persiapan penutupan tak ada yang sadar Ayya ada di sebelah mereka. Penjaga tentu selalu mengawasi sekitar. Namun, mereka tak bisa melarang orang selfie kan?

__ADS_1


Sesudah itu Ayya langsung pulang. Dia ingin istirahat dan tidur.  Penutupan pamerannya nanti sore, dia merasa Mukti dan Made serta Wayan aman karena dijaga oleh timnya Abu.


__ADS_2