CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MAKHLUK LANGKA


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Vitamin yang dari kak Adel memang sangat bagus. Aku bisa ngerasain manfaatnya di badan.  Pagi ini rasanya fresh banget, tidur sebentar tapi berkualitas memang beda daripada tidur lama tapi tidak berkualitas.”



Jam 03.00 Mukti sudah bangun, dia lalu keluar dia nyalakan lampu tempat produksi di teras studionya.



Di teras itu tidak ada atapnya, hanya ada plastik tenda yang digelar sesuai dengan tinggi bahan baku. Tiap proyek maka pemasangan plastik tenda berubah ketinggiannya. Karena itu tidak pernah dibuat atap yang permanen. Plastik tenda digelar hanya supaya saat hujan bahan baku tidak kehujanan dan Mukti yang bekerja di bawahnya juga tidak langsung kena sinar matahari saat siang terik. Tapi udara tetap lancar karena tidak ada tembok.  sirkulasi angin  tetap lancar.



Karena terbiasa kerja tengah malam maka banyak lampu sorot yang mengarah ke bagian tengah, tempat produksi. Mukti langsung menyalakan lampu dan dia mulai bekerja. Tadi bangun tidur dia sudah langsung membuat kopi untuk dirinya sendiri.



“Loh, kok sudah bangun duluan Mas?” tanya Ayya, saat dia mau membangunkan Mukti untuk salat subuh dia melihat lampu sorot di ruang produksi menyala sangat terang, maka diurungkannya mengetuk pintu kamar Mukti.



Ayya sudah selesai wudhu dan bersiap akan sholat Subuh karena sudah adzan.



“Tadi jam 03.00 aku terbangun lalu mulai bekerja,” jawab Mukti, dari sudut matanya Mukti melihat gadis itu sudah berganti pakaian tidur dan bersiap hendak sholat.



“Bukannya tadi malam dikasih vitamin buat tidur nyenyak ya?”



“Iya tidurnya nyenyak kok, tapi terbiasa bangun jam 03.00 kalau sedang ada kerjaaan. Enggak bisa tidur lagi, ya sudah langsung bekerja saja,” jelas Mukti


__ADS_1


“Ya sudah break dulu, ayo kita salat,” ajak Ayya.



“Bangun jam tiga sudah langsung ngopi kan?” Ayya menatap tajam Mukti yang tak bisa berkelit.



“Iya, sudah bikin kopi,” kata Mukti dengan rasa bersalah Mukti ingat bahwa peraturan baru dia hanya boleh minum kopi pagi saja. Bukan sepanjang hari seperti biasa.



“Enggak apa-apa lah dispensasi kalau untuk tengah malam,” kata Mukti.



“Jangan galak-galak lah,” goda Mukti lagi.



“Ini saja aku termasuk makhluk langka lho.”




“Aku tuh enggak ngerokok, itu kan makhluk langka kalau buat seniman seperti aku. Kerja tengan malam, butuh ide cemerlang, tapi enggak pakai bantuan asap rokok,” ujar Mukti.



“Kenapa enggak ngerokok?” tanya Ayya, dia juga penasaran kalau memang dikaitkan dengan pekerjaan Mukti.



“Enggak suka aja, dari dulu memang enggak pernah pengen nyoba ngerokok. Mungkin karena lingkungan enggak ngerokok. Papa dan eyang Angga enggak ngerokok, jadi mas Sonny juga enggak merokok. Ya aku enggak pengin nyoba juga.”



“Walau lingkunganku semua ngerokok, malah pada gila rokok, sehari ada yang bisa 4 bungkus tapi aku enggak.”


__ADS_1


“Ya sudah ayo, tinggal nungguin Mas nih.” kata Ayya. Mukti langsung bergegas ke kamarnya untuk wudhu.



Saat Mukti dan Ayya sedang salat, bu Pinem mulai beraktivitas di dapur. Sehabis salat Mukti langsung kembali ke pekerjaannya dan Ayya ke dapur.



“Mau bikin apa Bu?” tanya Ayya.



“Biasa aja lah yang simple buat sarapan. Nasi dengan sayur sop dan tempe tahu goreng,” kata Bu Pinem.



“Ya sudah Mas Muktinya eggak usah disiapin sarapan, aku bikinkan sekarang karena dia sudah dari jam 03.00 Bu. Biar aku bikinkan dia nasi goreng seafood aja pakai sisa nasi semalam ya? Biar sarapan sekarang, mungkin nanti jam 10-an dia baru akan makan lagi,” kata Ayya.



“Iya enggak apa apa Mbak Komang. Kalau Pak Mukti sudah dari jam 03.00 kerja, kasihan kalau nunggu saya masak.” ujar bu Pinem,



Ayya pun segera membuat satu piring nasi goreng seafood, ada udang dan cumi lalu dia hias dengan timun tomat dan selada.



“Mas sarapan dulu yuk. Sudah dari jam 03.00 pasti sudah lapar,” Ayya mendekat ke teras studio memanggil Mukti untuk sarapan, di meja sudah ada satu gelas teh hangat dan suplemen vitamin melengkapi nasi goreng seafood special.



“Masih setengah lima Yank,” kata Mukti.



“Mas itu dari jam 3 sudah mulai kerja, jadi sekarang harus makan dulu,” perintah Ayya. Gadis itu tak enak bila kata-kata YANK itu terdengar dengan  oleh ibu Pinem.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE yok.

__ADS_1



__ADS_2