CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MENGAPA CARLO TIAP HARI KE CAFE TEMPAT KEJADIAN?


__ADS_3

“Sudah semua?” tanya Ayya datar.


Mukti sangat ketakutan melihat raut wajah Ayya yang datar. Baginya sungguh sangat menyeramkan. Datar begitu malah mengerikan. Mukti  lebih suka melihat wajah Ayya yang marah, ketakutan atau apalah. Yang penting jangan datar tanpa ekspresi seperti sekarang. Benar-benar sangat menyiksa karena tak bisa diduga apa yang ada dalam pikiran gadis itu.


“Iya Yank, itu sudah semua versi Mas. Kalau versinya Made dan Wayan nanti Mas bisa ceritakan kalau kamu ingin tahu,” jawab Mukti.


“Waktu aku pergi apa yang terjadi di rumah keluarga Lukito?” tanya Ayya.


“Sejak hari Senin pagi kamu tahu sendiri Mas sama Made maupun Wayan berupaya cari CCTV di cafe tersebut. Tetapi nggak bisa tembus. Mas juga cari cara, pokoknya sampai dua hari itu Mas cari terus bersama Made dan Mukti. Kami benar-benar tak bekerja di pameran. Hanya cari … cari dan cari, baik CCTV mau pun saksi yang bisa membantu kami menguraikan tragedy tersebut.”

__ADS_1


“Made sudah memberitahu kalau kedua gadis tersebut mau bicara harus lewat Wayan tidak lewat Mas atau Made, karena kami tak mau bicara apa pun lagi dengan mereka. Jadi kalau ada apa pun mereka harus bicara melalui Wayan. Dan sudah di ultimatum bahwa tidak akan ada pernikahan walau mereka hamil. Jadi selama penyelidikan kami tak mengajak mereka ikut aktiv. Kamu jangan bayangkan kami ke mana-mana mengajak mereka. Sejak pertemuan sehabis hari Minggu siang itu, kami tak pernah bertemu lagi.”


“Mas  yakin mereka juga tidak akan main-main untuk membiarkan hamil. Nah hari Rabu pagi saat kamu pergi itu kan Mas sudah pergi sama Made dan Wayan. Mas nggak tahu apa-apa. Mas enggak tahu kamu pergi. Tiba-tiba papa telepon, papa tanya Mas di mana. Mas bilang Mas masih urus permasalahan di pameran. Papa bilang apa Mas sibuk dengan pela-cur?”


“Mas kaget, mas tanya apa maksud papa menuduh Mas main perempuan. Papa bilang kamu pergi karena punya bukti video perselingkuhanku.”


“Mas tanya maksud papa kamu pergi bagaimana? Mas bingung video apa, karena Mas enggak tahu ada video apa pun. Mendengar Mas enggak tahu tentang video, papa bilang : Oke kamu lihat aja video yang papa kirim. Lalu papa mengirim video yang dari kamu langsung Mas!” Mukti menarik napas berat mengingat video itu.


“Siang itu papa menghubungi Mas Sonny. Mas Sonny yang juga telah melihat video itu marah besar. Dia tak mau kak Adelia marah karena kamu hilang dan dia mengancam buat kak Adel tak akan ada adik ipar selain kamu walau perempuan itu hamil sekalipun.”

__ADS_1


“Mas Sonny juga menyesalkan karena waktu itu sudah lewat dari 3 x 24 jam, yaitu waktu yang bisa digunakan untuk pencegahan kehamilan dengan obat khusus. Mas mana tahu tentang obat anti hamil seperti itu. Kalau sudah lewat dari tenggat waktu itu harus ke dokter kebidanan dan mas Sonny bilang tak mungkin membawa kak Adel dalam persoalan ini sebab dia sedang hamil takut jiwanya terguncang.”


“Sejak saat itu Mas Sonny langsung over handle. Mas Sonny minta aku dan Made serta Wayan tidak melanjutkan perburuan di sini. Mas disuruh diam. Mas Sonny yang akan bergerak dengan orang-orang mafianya. Mas tidak boleh campur tangan, nanti malah mengganggu penyelidikan dari Mas Sonny.”


“Dari penyelidikan mas Sonny itulah kami tahu peran sertanya Silvana tapi belum tahu tentang Silvana itu ternyata kakaknya Saras. Dan dari mama, Mas Sonny tahu bahwa Carlo tiap hari menghubungimu.”


“Saat itu juga mas Sonny mencoba mencari alasan mengapa Carlo tiap hari menghubungi kamu. Ternyata Carlo ada di Solo, padahal seharusnya dia sedang syuting di kota lain yang ada di sini harusnya Lukas dan mas Sonny juga tahu setiap hari Carlo itu ke cafe tempat kejadian. Itu yang sekarang masih diselidiki mas Sonny.


“Mengapa Carlo tiap hari ke kafe tempat kejadian?”

__ADS_1


“Mas belum tahu, tiap hari dia ke cafe tempat kejadian karena itu sedang diselidiki oleh Mas Sonny dan teamnya.”


__ADS_2