
“Versi atau cerita dari Papa bagaimana Pa?” tanya Ayya.
“Mereka benar timnya Silvana, karena dari beberapa CCTV di ruang pameran memang terlihat satu orang selalu bersama Silvana ketika datang ke pameran,” jelas Abu.
“Tapi di ruang interogasi mereka belum memberi jawaban pasti. Mereka masih berkelit.”
“Aku sudah punya laporan tentang Karenina yang berambut pendek dan Ellyandri yang rambutnya sebahu itu, kata Sonny sambil melihat handphonenya. Ada email yang baru dia terima tadi.
“Karerina dan Ellyandri ini sahabat sejak SMP. Mereka sama-sama dari keluarga broken home walau bukan keluarga minus. Orang tua keduanya bukan orang terpandang dan cukup kaya. Hanya dari keluarga biasa-biasa saja. Di kampusnya sehari-hari mereka menggunakan mobil sendiri-sendiri. Walau bukan mobil merk terbaru tapi sebagai seorang mahasiswi mereka terbilang cukup mapan. Padahal kedua orang tua mereka tak punya mobil. Di sini mulai bisa dilihat kejanggalan.”
“Karenina ini simpanan bos pabrik rokok di Kediri. Jadi dia sering bolak-balik ke Kediri atau bosnya yang datang ke Jogja. Sedang Ellyandri ini lebih parah. Dia malah mucikari gadis-gadis mahasiswa yang berprofesi ayam kampus.” tentu saja Adelia, Ambar dan Ayya tak percaya mendapat info tersebut.
__ADS_1
“Mereka menjadi mahasiswi itu hanya kamuflase membuat harga mereka lumayan tinggi dibanding dengan penjaja biasa.”
“Dan kemungkinan video tersebut adalah video rekayasa. Bukan video asli. Papa ingat obat yang maaf Bu Witri kasih buat Papa puluhan tahun lalu?” kata Sonny.
“Di situ seakan-akan Papa melakukan tidur bersama sepanjang malam. Padahal itu halusinasi!”
“Sepertinya itu yang Made serta Mukti alami. Nanti aku akan buktikan di CCTV-nya yang sedang aku tunggu.” jelas Sonny.
“Kan tadi sudah aku bilang Ma. Karenina itu istri simpanannya bos rokok di Kediri sedang Ellyandri itu mucikari, sekalian ya penjaja lah. Masa kayak gitu virgin sih Ma?”
“Karena kan yang di video itu seperti terlihat memang benar-benar asli dan ada ceceran darah,” jawab Ambar.
__ADS_1
“Ma, tadi sudah aku bilang kamu kemungkinan itu editan. Sama seperti maaf sekali lagi, video tentang Ayu. Mama tahu sendiri Ayu nggak ke mana-mana. Kalau pun dia keluar rumah selalu sama Mukti. Kok bisa ada video Ayu?”
“Iya juga ya,” kata Adelia.
“Kak Adel juga baru tahu sekarang?” kata Ayya.
“Kalau aku nggak ikutan sekarang di zoom meeting ini. Aku juga nggak tahu Dek. Kan Mas Sonny baru dapat datanya barusan. Kami tadi pulang juga nggak bareng dan nggak sempat ngobrol masalah tersebut,” kata Adelia.
“Jadi aku minta kalian memang benar-benar cek masalah Lukas dan Carlo. Aku juga akan melihat hubungan Karenina dan Ellyandri dengan pembuat video serta pelaku. Sebab aku yakin kedua gadis ini hanya menerima bayaran sebagai artis saja. Bukan mereka yang jadi dalang. Jadi aku minta kita bergerak sangat hati-hati. Dalam artian dalangnya ini belum terungkap. Belum tentu Silvana juga. Karena seperti yang Papa bilang. Silvana belum mengakui bahwa dia dalangnya. Dan dia malah bilang nggak tahu apa-apa soal video tersebut.”
“Dipaksa seperti apa pun Silvana belum ngaku dia membuat video tersebut. Silvana hanya terobsesi pada Mukti dan dia ingin memisahkan Ayu dengan Mukti. Itu yang pasti. Kalau soal video itu sepertinya jalur yang berbeda. Jadi kita punya banyak jalur. Untuk itu agar jalur tidak krodit kita harus bermain sangat cermat,” kata Sonny.
__ADS_1
“Besok Ayu lakukan sesuai dengan planning kemarin. Kamu temui Carlo dan lihat apa alasan dia mencari kamu sejak tragedi tersebut. Wayan Made dan Mukti mendampingi Ayu dengan menyamar. Papa jangan lupa bodyguard juga stand by. Takut-takut ada apa-apa jangan sampai Mukti, Wayan dan Made turun tangan. Karena nanti bisa membawa ke masalah hukum. Kalau bodyguard mereka lebih aman bila berkaitan dengan hukum,” kata Sonny lagi.