CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
SAHABAT LAMA


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Jangan lupa beli stock kertas isinya Pa,” kata Ayya



“Papa sudah belajar cara ganti kertasnya bila sudah habis secara benar kan barusan ke orang yang jaga?” Ayya memberondong pertanyaan pada papanya.



“Kamu selalu lupa kan kalau Papa dulu punya alat seperti ini.”



“Aku enggak lupa Papa dulu pemilik supermarket besar bahan bangunan. Tapi kan enggak pakai kayak ginian kan? kalau pun pakai ginian aku yakin bukan Papa kan yang ngisiin atau yang pasangin?” kata Ayya tak mau kalah. Mana mungkin big boss isi ulang kertas label harga kan?



“Ha ha ha, benar. Tapi setidaknya Papa bisa lah pasangnya. Kalau enggak bisa nanti baca petunjuknya. Tapi ingat juga kok cara yang diajarin oleh mas penjaganya barusan,” kata Wayan.



Wayan memang mengerti bahwa bukan Ayya tak ingat siapa dirinya, tapi justru karena ingat status dia dulu apa, sehingga Ayya mikir papanya tidak mengerti hal-hal yang kecil seperti itu.



“Bukunya sudah Pa?”



“Sudah, bukunya semua sudah,” kata Wayan.



“Papa ada buku pembelian, penjualan serta buku jual beli itu dibedakan.”



“Kenapa sih enggak digabung aja Pa?”



“Entahlah, pokoknya Papa sudah punya tiga buku itu, tapi yang sekarang Papa pakai itu langsung pakai jual beli aja enggak ribet.”



“Oh kalau buku penjualan itu bisa buat lihat omset bulanan Pa. Jadi kita bisa akumulasi omset kita dari omset harian.”



“Iya lah pokoknya semuanya tercatat,” kata Wayan.



‘Ya sudah yuk. Nanti kamu kesiangan,” ajak Wayan. Dia tak ingin putrinya kena tegur atasannya. Mereka pun bergegas ke galeri milik Mukti.



“Papa langsung aja ya,” pamit Wayan tak ingin turun dari motornya.



“Ya enggak begitu Pa. Masuk dulu lah, paling tidak say hello terhadap pak Mukti. Masa langsung pulang begitu aja.”



“Itu tamunya sudah datang, Papa enggak enak ganggu kamu kerja,” tolak Wayan.



“Enggak apa-apa Pa. Paling tidak say hello, lalu langsung pulang. Aku juga enggak enak kalau cuma di antar seperti itu. Kesannya Papa enggak sopan,” bujuk Ayya.



“Ya sudah yuk, jangan lupa tadi alatnya enggak masuk tas aku kan?” tanya Ayya.



“Enggak, alatnya kan sudah ada di bawah jok motor,” kata Wayan sambil membuka helm yang dia pakai.



Ayya membawa ransel laptopnya, didalamnya ditambah beberapa pakaian dari rumahnya untuk dibawa ke studio. Mungkin mereka akan menginap satu malam di sini. Atau paling tidak besok langsung ke studio. Entahlah yang penting Ayya sudah bawa baju. Tapi malas pakai tas terpisah, dia masukkan saja sekalian di ransel laptop.



“Wayaaaan!” teriak seseorang dengan suara intonasinya ke bule-bulean bukan medok Bali.



“Rudolf?” kata Wayan tak percaya melihat siapa yang memanggilnya.



“Kamu ngapain di sini?” tanya Rudolf sambil memeluk Wayan hangat. Dia tarik uluran tangan Wayan yang mengajaknya bersalaman.



“Aku mengantarkan anak gadisku, dia bekerja di sini,” jawab Wayan.

__ADS_1



“Kamu ngapain?”



“Aku langganan tetapnya pemilik galeri ini,” balas



“Jadi kamu tamu yang datang dari Belgia?”



“Iya benar, aku.” kata Rudolf.



“Ayya kenalin, ini teman Papa. Kami dulu akrab saat di kampus,” kata Wayan pada Ayya. Saat itu Mukti sedang menemani istri Rudolf melihat barang koleksinya. Tadi Mukti sudah melihat saat Rudolf berteriak memanggil Wayan, jadi dia tahu Ayya dan papanya telah tiba.



“Ini anak gadismu?”



“Ya benar, dia anak tunggalku.”



“Pasti istrimu cantik, mana dia?” tanya Rudolf.



“Istriku sudah meninggal. Kami hanya berdua,” kata Wayan sambil memeluk bahu putrinya.



“So sorry. Maaf aku mengingatkanmu pada hal yang menyedihkan,” Rudolf jadi tak enak pada sahabatnya itu.



“Tidak apa-apa. Kami cukup bahagia walau sekarang kami hanya berdua.” saat itulah Mukti datang.  Istri Rudolf masih sibuk mengamati beberapa barang yang dia inginkan.



“Mukti, kamu tahu ini teman akrab ku saat aku di kampus dulu. aku pernah bilang kan dulu pernah 2 tahun kuliah di sini, saat aku kabur dari Belgia. Dan ini teman akrab ku sebelum aku dipaksa pulang untuk kembali ke Belgia,” kata Rudolf.



“Rupanya Pak Wayan ini yang dicari-cari sejak dulu,” kata Mukti.



“Kenapa kamu cariin aku?” tanya Wayan.




“Kamu kere karena kamu kabur, kalau enggak kabur kamu itu miliuner,” kata Wayan sambil tertawa.



Rudolf memang dulu sempat kabur ke Indonesia karena tak suka akan kewajiban mengelola perusahaan multinasionalnya di Belgia sana. Dia lebih suka dengan pahatan dan seni itu sebabnya dia lari ke Bali.



“Mister Rudolf memang sudah berapa kali bilang pada saya mencari sahabatnya ketika di kampus, tapi dia tidak memberitahu nama lengkapnya. Nama Wayan di sini kan pasaran, aku jadi bingung,” kata Mukti.



“Dan saat dia minta fotomu, aku bilang tak punya, karena zaman kita kuliah belum ada ponsel dengan kamera seperti sekarang.”



“Kalau pun ada foto juga belum tentu dia tahu aku. Kami baru berkenalan dua minggu lalu,” jawab Wayan yang memang baru kenal dengan Mukti.



“Aku minta nomormu,” lalu mereka pun bertukar nomor telepon.



“Mari kita makan dulu,” ajak Rudolf.



“Tidak, aku sudah makan, tadi anakku memasak untukku. Aku enggak mau makan lagi. Sudah cukup kenyang,” tolak Wayan.



“Kalau begitu kita ngopi yuk dan kenalkan ini istri aku Cynthia,” kata  Rudolf memperkenalkan istrinya yang baru menghampirinya. Jangan berpikir istri Rudolf adalah perempuan bule putih.  Istri Rudolf berkulit hitam, cantik tapi bukan bule. Rupanya dia memilih keturunan Afrika, mungkin terbiasa dengan keturunan Indonesia yang sawo matang. Rudolf  lebih suka warna gelap untuk menjadi istrinya.



“Apa anakmu enggak seperti zebra?” kata Wayan menggunakan bahasa Bali yang tentunya tidak dimengerti oleh Cynthia. Sejak tadi mereka menggunakan bahasa Inggris tentunya.



Rudolf langsung tertawa terbahak-bahak. Dia memperlihatkan foto dua orang lelaki yang sangat gagah.


__ADS_1


“Ini dua anak kami.”



“Wow gagah. Bagaimana kalau kita jodohkan? Sepertinya anakmu lebih tua dari anakku,” canda Wayan.



“Ih Papa,” protes Ayya, sambil memukul lengan papanya. Mukti saat itu langsung memasang wajah datar.



“Ha ha ha bercanda sayank,  Papa enggak akan jodohin kamu kok. Papa sudah tahu kok siapa yang suka sama kamu. Papa ingin kamu menemukan cintamu seperti ibu menemukan Papa,” kata Wayan memeluk bahu Ayya.



“Ayo kita ngopi,” aja Rudolf pada Cynthia dan Wayan.



“Aku masuk ya Pa,” pamit Ayya.



“Ya, Papa nanti langsung pulang ya,” jawab Wayan.



“Ya Pa.” Ayya langsung mencium tangan Wayan dia pun masuk.



“Mas pasti belum makan kan?” kata Ayu sambil berbisik saat melewati Mukti.



“Belum.”



“Ya sudah enggak usah ikut ngopi, ini aku bawakan lontong opor. Makan dulu baru nanti ikut ke cafe sana,” Ayya meninggalkan Mukti.



“Baik Nyonya,” kata-kata Mukti ini masih terdengar oleh Ayya yang sudah berlalu.



“Saya tidak ikut ngopi ya, saya bikin catatan dulu,” pamit Mukti pada Rudolf dan Cynthia.



“Baik aku tunggu di cafe sambil ngopi dengan Wayan,” kata Cynthia.



“Iya Miss enggak apa apa aku bikin pembukuan bersama Ayya.”



Dibelakang Ayya langsung menyiapkan sarapannya Mukti. Mukti melahap lontong opor yang dibawakan Ayya.



“Ini bukan beli kan?”



“Buat apa aku minta petikkan daun pisang kalau semua ini hasil beli?”



“Ini apa? tanya Mukti melihat tiga butir obat dalam piring kecil.



“Itu suplemen pagi dari Kak Adel, jadi habis sarapan minum itu,” kata Ayya.



“Kamu kapan belinya?”



“Semalam mama dan kak Adel barengan kirim nama dan aturan minum suplemen ini. Tadi dari rumah ke Apotek lalu ke toko buku baru ke sini,” balas Ayya.



Dengan pasrah Mukti pun meminum suplemen yang direkomendasi kan oleh Adel.



“Apa harus minum pagi, siang, dan malam atau bagaimana?”



“Pagi aja, malam ada satu supaya tidurnya nyaman aja sih bukan bukan obat tidur, supaya tidurnya berkualitas.



Tanpa berdebat Mukti pun meminumnya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.



__ADS_2