CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
RAJIN CALLING


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 “Selamat pagi cantik,” sapa Carlo begitu teleponnya diangkat.


“Hai pagi juga. Masih di Bali?” tanya Ayya. Dia sedang mempersiapkan sarapan buat Mukti sehabis selesai salat subuh.


“Iya nih. Kami ngelembur, baru aja pulang dari lokasi shooting,” balas Carlo.


“Jadi kamu enggak tidur semalaman?”


“Tidur saat orang shooting bagiannya. Pas bagian aku ya enggaklah dan aku baru pulang. Baru sampai ke hotel tempat menginap.”


“Selamat istirahat,” jawab Ayya yang sedang mempersiapkan bubur sumsum untuk sarapan Mukti pagi ini.


Mukti yang sedang berkarya tentu saja melihat pagi-pagi sudah ada yang menghubungi Ayya.


“Siapa yang pagi-pagi telepon?” tanya Mukti saat mereka sedang berjalan ke arah pendopo untuk sarapan. Ayya memanggil Mukti untuk sarapan makanya mereka berjalan bersisian.


“Carlo Mas, aktor yang tadi malam kenalan itu loh,” kata Ayya tanpa rasa bersalah.


“Aneh ya, bukan jam yang tepat loh telepon orang saat subuh,” tegur Mukti.


“Dia yakin aku sudah bangun dan dia baru saja pulang shooting. Jadi dia telepon sebelum dia tidur. Begitu tadi dia bilang waktu aku tanya ngapain pagi-pagi telepon.”

__ADS_1


“Lalu ada keperluan apa?”


“Just say hello aja,” Kata Ayya


“Hmmmmmm,” jawab Mukti.


“Suka enggak Mas?” tanya Ayya. Dia juga ikut sarapan pagi ini. Karena bubur sumsum ini enaknya dimakan saat hangat.


“Suka, suka banget,” jawab Mukti.


“Pasti sudah langsung dikirim ke mama ya?”


“Enggak ke mama. Tapi ke grup keluarga sehingga semua bisa tahu sarapanku pagi ini apa. Kamu tahu enggak kalau enggak ada kamu, dari pagi sampai malam itu aku di absen sama mama. Dia pasti ngobrak-ngabrik aku untuk makan. Sekarang mama jadi tenang kalau aku kirimin apa yang aku makan dari pagi siang dan malam.”


“Mama seperti itu?” tanya Ayya tak percaya.


“Kamu tahu kalau saat kami ujian semester mama langsung akan terbang. Jarak Denpasar ~ Paris atau Denpasar ~ LA seperti jarak dari rumah ke pasar aja.”


“Kalau kami barengan ujian semesternya dia bingung sendiri. Akhirnya separuh di aku, separuh waktu di Mas Sonny.”


“Mas Sonny pintar, dia cerita pada Mama jadwalnya setelah selesai ujian sehingga mama selalu nongkrongin aku di Paris saat aku ujian semester. Aku enggak bisa bohong karena mama akan tanya ke Made.”


“Padahal mama sudah sejak kamu usia 3 tahun tahu kamu bukan anaknya ya?”


“Itulah mama. Cintanya pada anak-anak itu tak terhalang jarak oleh darah. Dia tetap mencintai aku seperti dia mencintai mas Sonny dan Aksa.” kata Mukti.


“Itu sebabnya buat aku dia adalah perempuan utama.”

__ADS_1


Ayya menjadi teringat sesuatu, dia hanya berkata dalam hatinya : ‘Pantas.’


‘Tapi ….’


“Kamu sudah tidur ya?” tanya Carlo.


“Enggak. Aku baru saja selesai bikin adonan kue untuk dikukus besok pagi. Kenapa?” tanya Ayya.


“Enggak, takutnya kamu sudah tidur dan aku ganggu.”


“Belum, tapi ini mau tidur. Sudah selesai yang aku siapkan.”


“Kamu di mana?” tanya Ayya basa basi.


“Baru saja selesai shooting dan kami sedang berjalan buat makan.”


“Oh oke. Silakan dilanjut. Saya off dulu ya ,” Ayya melihat Mukti memandanginya dengan tatapan tak suka.


“Aktor muda itu rajin banget sih absen pagi siang malam,” omel Mukti dengan keki. Dia ucapkan semua perkataan itu pelan-pelan karena dia masih berada di depan pahatan yang sedang dia kerjakan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.


__ADS_1


__ADS_2