
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
Saat Ayya sedang cuci piring terdengar ponselnya berbunyi. Sejak tadi memang Ayya dengar waktu sedang makan. Tetapi kan dia tidak mungkin meninggalkan meja makan.
“Bude sebentar ya, tu ponselku bunyi,” pamit Ayya, dia langsung cuci tangan dan berlari ke kamarnya. Kamarnya dekat dengan dapur sehingga terdengar dengan jelas bunyi ponselnya.
“Iya kenapa?” tanya Ayya menjawab panggilan telepon dari Arjun.
“Aku enggak tahu aku bisa izin atau enggak, aku kan di sini juga bukan orang main. Aku kan kerja,” kata Komang Ayu.
“Kan habis maghrib sudah bukan jam kerja?” Arjun tak mau menerima penolakan.
“Aku kan bukan pegawai kantor, kamu juga jam kantormu bukan jam 08.00 sampai jam 5 sore kan? Kamu ada yang sampai jam 09.00 malam tergantung toko tutup. sama saat aku masih kerja di cafe seperti itu kadang sampai jam 10.00 malam tergantung kafe tutup.”
“Nah sekarang aku itu jadi sekretaris pribadinya orang. Jam kerjanya enggak kayak orang-orang lah. Nggak bisa seperti itu,” Ayya menerangkan bahwa dia tidak bisa izin sembarangan.
“Nanti aku tanya dulu ya, aku bisa keluar enggak habis magrib. Mungkin kalau tidak terlalu jauh aku berani izin. Nanti aku bisa naik ojek online aja.” kata Ayya.
“Tapi aku tidak janji, aku tanya dulu baru aku kabari kamu. Kalau sudah dapat izin baru aku kabari kamu, bukan sekarang.”
“Sekarang aku enggak bisa ngomong sembarang waktu. Harus cari timing yang tepat. Boss ku lagi sibuk. Dia sedang angkat-angkat barang karena orang tuanya sedang pindahan rumah. Tentu aku enggak berani mengganggu waktu kerjanya dia,” jelas Ayya.
Mukti yang akan ke belakang untuk mengambil air es mendengar semua itu.
“Ya, Wa’alaykum salam,” jawab Ayya. Mukti langsung berlari menjauh ke depan. lalu dia pura-pura baru akan ke dapur, sehingga Ayya tidak akan curiga kalau tadi dia mendengarkan pembicaraan antara Ayya dan Arjun.
__ADS_1
Ayya langsung kembali ke cucian piring, dia rampungkan semuanya lalu dia mulai menyiapkan salad di bowl besar lalu dia siapkan juga mangkok mangkok kecil serta sendok kecil untuk makan salad tersebut.
“Apa itu Yu?” tanya Ambar.
“Ini tadi aku bikin salad buah Ma, mungkin ada yang mau.”
“Loh katanya kamu tadi beli sayuran buat salad?” tanya Ambar, karena barusan dia dengar salad yang dibuat adalah salad buah.
“Salad sayurnya besok Ma, gantian. Aku sih suka salad sayur. Enggak pernah bosan, makan satu panci salad sayur juga habis.” Ambar tertawa mendengar kata kiasannya Ayya yang bisa makan satu panci salad.
“Kamu tuh berarti sama aja sama kelinci,” kata Ambar.
“Kok kelinci Ma?” tanya Ayya.
“Ya kan kelinci makanannya sayuran,” kata Ambar.
“Ma, kalau buat yang bawa barang, ini sudah aku siapkan sirup. Tadi aku beli jajan pasar Ma. Aku keluarin itu aja ya Ma. Atau Mama mau ada ide lain?” tanya Ayya.
“Itu saja sudah cukup. Nanti kalau agak sore mungkin kita bikinkan mie instant. Biar mereka agak kenyang.”
“Oke nanti aku bikinkan mie instan tapi emang mama udah beli mie nya?” Ayya tahu tak ada mie instant di lemari dapur,
“Tadi Mukti beli satu dus mie instan,” jawab Ambar.
“Iya nanti aku bikinkan mereka. Maaf ada berapa orang?”
__ADS_1
“Tukangnya empat sama Pak Parman 1, jadi 5, nanti aja bikinnya.”
”Iya Ma, kan sekarang kita kasih snack dulu sama sirup. Tapi tetap aku bawakan air putih yang banyak, karena orang seperti itu pasti capek banget.
“Iya bener,” Ambar setuju, kuli angkut pasti butuh banyak minum.
“Sini mbak, saya keluarkan ya,” bude Parman menawarkan bantuan dia yang membawa sirup dan kue jajan pasar.
“Iya Bude. Monggo dibawa aja,” akhirnya Bu Parman yang mengeluarkan sirup, air putih juga jajan pasar buat para tukang.
“Bude nanti kasih tahu aku, kapan suruh bikin mie instan buat para tukang ya,” pinta Ayya.
“Kalau ada mas Aksa pasti dia juga minta dibikinkan. Dia paling suka mie instant,” seperti biasa bu Parman memberi info tentang anggota rumah ini.
“Nanti kalau Aksa pulang langsung aku bikinkan mie instan pakai sayuran dan telur setengah matang juga aku bikin tambahan sosis,” kata Ayya.
“Jangan lupa pakai tambah cabe rawit Mbak, mas Aksa suka kalau tambah cabe rawit.”
“Cabe rawitnya glundung atau dipotong?” tanya Ayya ingin tahu lebih detail.
“Potong dua aja,” jelas Bu Parman.
“Oke nanti aku bikinkan mie instan buat Aksa. Kalau dia datang aku langsung bikinkan aja,” kata Ayya.
‘*Iiiiiih, dia memang cari perhatian banget sama Aksa. Pantas tadi Aksa bilang pacarnya ada di sini. Sekarang yang perempuan malah mau bikin mie instan spesial. Bikin aku keqi aja kan nih anak*.’
‘*Mana aku dari pagi enggak negor, malah dari kemarin kayaknya dia enggak negor*,' batin Mukti tambah kesal.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.