CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MBAK AYU DIMONOPOLI MAS MUKTI


__ADS_3

“Ayu,” ucap Ambar. Mereka duduk berdekatan, sedikit terpisah dengan yang lain.


“Ya Ma?” jawab Ayya.


“Mama minta maaf ya soal di mall tadi. Mama enggak tahu kalau kamu enggak suka muter keliling di mall,” ucap Ambar tulus.


“Enggak apa-apa kok Ma. Bukan salah Mama juga, santai aja,” jawab Ayya. Dia memang tak marah pada Ambar atau Vonny. Dia hanya kesal pada kata-kata Mukti yang mengejeknya di suruh have fun melakukan hal yang dia tak suka.


“Lalu kenapa kamu marah sampai matiin ponselmu?” desak Ambar.


“Aku enggak marah pada mama atau Tante Vonny. Aku kesal sama Mas Mukti Ma. sudah tahu aku enggak suka ke mall, dia malah bilang have fun di mall kan aku kayak gimana gitu. Kecuali kalau dia enggak tahu aku enggak suka ke mall. Seakan dia tuh ngejek aku,” ucap Ayya.


“Tapi gara-gara kamu begitu kan Mama jadi diteror terus sama dia. Dia tanya Mama sudah dapat info kamu sampai rumah belum.”


“He he he, sekarang aku yang minta maaf ke Mama. Karena kelakuanku Mama jadi di teror. Biarin aja lah Ma. Biar dia tahu kalau ngomong itu jangan sembarangan,” kata Ayya.


Dari kejauhan Mukti memperhatikan kedua wanita yang dia cintai sedang bisik-bisik. Dia perhatikan ekspresi wajah Ayya yang menggemaskan.

__ADS_1


Pagi ini di meja makan ada sarapan normal nasi maupun mie goreng tapi juga ada roti burger yang tinggal di beri keju tergantung sukanya orang yang mau makan juga sausnya.


“Yeeeaaay aku dibikinkan burger sama Mbak Ayu,” teriak Farhan begitu dia tiba di meja makan.


“Kalian racik sendiri ya suka sausnya seberapa sama banyaknya kejunya satu lembar atau dua lembar,” kata Ayya. Dia sedang meracik burger ekstra cheese.


“Pacar aku enggak ngeracikin aku?” goda Aksa. Karena dia tahu yang sedang Ayu racik saat ini adalah pasti buat Mukti.


“Kamu maunya bagaimana?”


“Sama lah sama kakakku,” kata Aksa.


Ayya meletakkan buger racikannya di piring dan dia letakkan garpu dan pisau.


“Eyang mau sarapan apa?” tanya Ayu lembut.


“Susunya jangan lupa diminum.”

__ADS_1


“Sudah 5usu sudah habis diminum,” kata Angga.


“Eyang mau makan mie goreng saja,” jawab Angga.


“Kamu bikin ini? Yang kemarin bahannya kamu beli?” tanya Ambar.


“Iya Ma itu request-nya Farhan,” jawab Ayya sambil menyerahkan mie goreng untuk eyang Angga.


“Senang ya kamu kalau dekat mbakmu,” goda Laksmi pada kedua putranya yang sedang lahap makan burger racikan mereka sendiri.


“Iya Ma. Kalau dekat terus aku senang banget. Sayang Mbak Ayu di monopoli sama Mas Mukti,” protes Farhan.


“Lho kok mas Mukti?” kata Mukti yang telah tiba dii meja makan. Dia tak percaya kedua adiknya mengatakan bahwa dia monopoli Ayya.


“Iya harusnya biarin aja Mbak Ayu tinggal di Surabaya atau di Solo jangan sama Mas Mukti terus,” jawab Farhan.


“Ya enggak bisa lah orang Mbak Ayu-nya punya Mas Mukti,” Kata bude Pras.

__ADS_1


Ayya dan Mukti yang jadi tokoh pembicaraan tentu hanya bisa diam. sesekali mereka memang saling tukar pandang.


Keduanya masih belum normal bicara. Lebih tepatnya Ayya masih malas bicara pada Mukti. Ayya ingat tadi malam Mukti menghampirinya dia di kamar untuk minta maaf.


__ADS_2