
“Siang itu kamu pasti tahu jadwalnya Made memberi diskusi atau apa Mas nggak tahu jadwal mereka. Atau mungkin kamu juga nggak tahu karena Made yang menentukan bersama para mahasiswi tersebut. Mas belum pernah satu kali pun kenal dengan para mahasiswa itu. Tidak pernah bicara. Siang itu Mas ngajak Wayan untuk makan siang. Kita bareng Made yuk begitu yang Wayan bilang.”
“Mas bilang, oke. Jadi jelas ya di sini. Mas ngajak Wayan makan siang. Wayan bilang makan bareng Made lalu Wayan menghubungi Made. Made bilang dia ada di cafe seberang gedung pameran, jadi bukan di cafe belakang. Tapi di cafe seberang gedung pameran. Tidak persis di seberangnya, pastinya kamu tahu posisinya. Kalau naik mobil harus mutar arah dulu. Kalau jalan kaki ya lumayan jauh. Nyebrangnya juga jauh.”
“Akhirnya Mas dan Wayan ke cafe tersebut. Ternyata saat itu Made belum selesai memberi arahan pada 4 mahasiswi. Keempatnya ada saat itu.”
__ADS_1
“Mas duduk bersama Wayan karena tidak mau mengganggu Made. Setelah Made selesai, Made menghampiri meja kami. Jelas ya Made menghampiri meja Mas. Bukan Mas mendatangi Made dengan para mahasiswa itu. Jadi Mas bertiga makan. Mas tidak tahu empat mahasiswi itu Mas ada atau tidak. Mas tidak perhatikan sama sekali.”
“Menu yang Mas pesan saat itu ayam bakar utuh. Tentu saja dengan lalapan dan sambal. 1 ayam utuh itu kami makan bertiga. Kami rasa cukuplah satu ayam bertiga. Jadi kami tidak nambah lauk apa pun. Minum kami berbeda waktu itu. Wayan minta soft drink, Mas seperti biasa lemon tea dan Made waktu itu es teh manis biasa tanpa lemon.” “Mas nggak tahu kapan Mas selesai makan. Sama sekali tidak tahu! Begitu bangun Mas ada di ruangan bersama perempuan yang entah namanya siapa. Saat itu Mas juga belum kenal dia. Lalu tiba-tiba kami sama-sama menyerang. Mungkin kamu tidak tahu proses awalnya di videonya. Kalau di video yang Mas lihat cuma ada kejadian saat sudah melakukan. Saat awalnya itu sama sekali tanpa pendahuluan. Tidak ada rayuan apa pun dari Mas atau dari dia. Tapi langsung saja melakukan tanpa pemanasan apa pun. Mas juga nggak ngerti.” Mukti menggeleng kepalanya berulang seakan ingin membuang semua kenangan buruk itu.
“Sehabis melakukan itu ada Mas ingin ke kamar mandi, tapi sebelumnya ada air di meja kamar dalam botol tersegel. Mas buka dan minum. Sehabis minum air itu Mas tidak tahu apa pun sampai bangun. Saat itu Mas pikir masih sore karena kan sebelumnya makan siang.” jelas di sini Ayya melihat Mukti mulai sangat gelisah.
__ADS_1
“Saat sadar Mas kaget ada perempuan tersebut. Mas langsung ke kamar mandi. Dia waktu itu belum bangun. Mas langsung ke kamar mandi bersih-bersih diri.”
“Tadi saat Mas nyalakan ponsel Mas kaget karena ternyata di ponsel, hari sudah berbeda tanggal. Mas bingung Mas matikan lagi. Bagaimana mungkin sudah berganti tanggal? Artinya Mas di situ semalaman nggak sadar dan enggak bisa dihubungi.”
“Mas yakin kamu sudah mencari ke mana-mana karena dari panggilan tak terjawab sudah jelas kamu mencari. Belum lagi panggilan mama dan papa serta eyang. Jadi Mas sadar kalau telah terjadi kekacauan. Mas sangat ketakutan ketika itu.”
__ADS_1
“Itu sebabnya Mas matikan dulu. Mas belum bisa berpikir dan ke kamar mandi. Sehabis bersih-bersih akhirnya Mas berniat mau menyalakan ponsel lagi untuk mencari Made dan Wayan. Saat itulah perempuan itu menangis, dia bangun lalu kaget kondisinya seperti itu. dia menangis. Mas nyalakan ponsel. Ponsel baru nyala pas panggilan dari kamu masuk. Mas langsung bilang sama perempuan tersebut : diam atau saya hajar kamu! Mas benar-benar ancam dia karena Mas takut.”
“Mas takut kalau Mas reject panggilanmu itu akan lebih berbahaya. Akhirnya Mas mengangkat panggilanmu dan kesalahan Mas adalah berbohong bahwa Mas ada di ruang pamer. Saat itu Mas sendiri nggak tahu kamar itu letaknya di mana. Mas sungguh nggak tahu. Lebih-lebih kamu bilang 5 menit harus sampai di gedung pameran. Mas saja nggak tahu Mas ada di mana, bagaimana mau 5 menit sampai ruang pamer? Mas juga belum tahu mobil Mas ada di mana. Saat itu benar-benar blank. Itulah Mas bilang, itu kesalahan fatal saat Mas bilang ada di ruang pamer!”