CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KEJUTAN DARI MAMA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



Sehabis salat Subuh, Made dan Mukti bersiap berangkat ke tempat pameran. Keluarga Made nanti akan berangkat jam 09.00 pagi karena mereka tidak ikut mempersiapkan segalanya di area pameran.



Di villa juga ada beberapa rekan yang ikut menyewa villa secara bersama daripada hotel.  Mereka tentu menyewa dengan diskon khusus selain Ketut dan Wayan yang memang tinggal satu villa dengan Made dan Mukti.



Mukti, Made, Wayan dan Ketut beriringan berangkat ke lokasi pameran dengan mobil masing-masing. Mereka berempat berangkat duluan untuk memperhatikan kekurangan yang ada di lokasi.



“Kamu sudah cek makanan?” tanya Wayan pada Made.



“Sudah katanya mereka oke,” jawab Made.



“Bagaimana dengan dokumentasi?” kata Ketut pada Wayan.



“Fix dokumentasi sudah  stand by di arena dari semalam. Karena mereka sudah meliput sejak malam. Saat kita resik-resik tadi malam di liput oleh mereka untuk memasukkan video runtut-an acara sejak awal kata Ketut.



“Alhamdulillah baguslah kalau memang mereka sesuai dengan program yang kita mau,” kata Made. Made memang meminta ada dokumentasi sejak persiapan hingga sesudah penutupan.


__ADS_1


Mukti dari tadi masih diam dia memperhatikan semua sekeliling.



Akhirnya semua selesai. Jam 08.00 Mukti dan tim melakukan doa di belakang gedung.



“Mukti, lihat itu,” Made menunjuk sosok perempuan cantik yang tersenyum manis di pintu pameran.



Mukti melihat Ambar tersenyum di depan pintu. Mukti langsung berlari menghampiri mamanya.



“Mama bikin kejutan buat aku,” kata Mukti. Dia memeluk dan menciumi wajah Ambar dengan lembutnya. Made tentu terharu melihat kelakuan Mukti dan Ambar seperti itu.



Made tahu Mukti bukanlah anak Ambar dan baru saja terjadi permasalahan sangat besar antara mereka. Tapi ternyata cinta mereka tak bisa pupus. Made berharap itu yang akan dia rasakan terhadap Pram putra istrinya. Pram adalah anak mantan istrinya yang kehamilannya membuat Made harus menikahi Pricilla. Tapi cinta tulus Made pada Pram membuat lelaki itu memperjuangkan hak asuh bagi putra sambungnya itu.




“Iya. Kami sejak semalam di Bali,” jawab Ambar.



“Kami Ma?”



“Iyalah Mama dan papa,” kata Ambar sambil tersenyum.


__ADS_1


“Lalu sekarang Papa ke mana?” tanya Mukti. Walau dia tahu andai belum ada badai, Abu juga pasti akan hadir. Sekarang Abu sengaja sedikit membatasi kedekatan dengan Mukti untuk meredam kemaranhan Aksa yang masih besar pada dirinya.



“Papa ada perlu ke departemen, jadi memang dia ke sini untuk urusan pindah lokasi usaha. Begitu tahu Papa mau ke sini Mama sengaja atur waktu biar barengan sama pameranmu,” kata Ambar lagi.



“Makasih supportnya ya Mama. Makasih banget,” ucap Mukti.



“Ayo Ma, kenalan sama Wayan dan Ketut. Mereka belum kenal Mama kan?” Mukti mengajak Mamanya ke arah teman-temannya. Mukti berjalan sambil menggandeng mamanya.



Ambar memang sengaja datang hanya untuk memberi support pada pembukaan pameran yang akan digelar Mukti selama 3 minggu. Ambar tidak menunggu sampai pameran selesai. Sore ini juga dia akan segera pulang ke Solo karena kasihan bila Angga dan Aksa terlalu lama ditinggal



Baik Abu pulang atau tidak dia tetap akan pulang hari ini. Karena itu Ambar sudah membeli tiket hari ini. Kepulangan Abu masih tentatif, bisa pulang sekarang atau besok bahkan lusa. Tergantung urusannya di departemen perdagangan dan perindustrian.



“Jadi Papa belum tentu pulang hari ini Ma?” tanya Mukti saat tahu Ambar akan langsung pulang sore ini ke Solo.



“Papa belum tentu, tergantung selesai atau tidaknya urusan papa. Kalau Mama pasti pulang hari ini,” kata Ambar.



“Kasihan eyang dan Aksa sendirian lama. Kalau hanya Aksa aja, Mama enggak kepikiran. Karena ada eyang kasihan kalau tidak dibuat kan masakan khusus buat orang tua seperti beliau. Nanti kalau asal makan bisa bahaya,” jelas Ambar.



‘*Mama tuh selalu seperti itu hanya berpikir untuk kebahagiaan orang saja*,’ kata Mukti dalam hatinya.dia lalu memperkenalkan mama-nya pada beberapa rekannya disana.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok



__ADS_2