CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TAK SEMUA BISA DITUKAR DENGAN UANG


__ADS_3

“Kenapa Yank?” tanya Mukti.


Ayya memang menghentikan telepon ke grup Lukito family dia langsung mengirim chat japri ke Mukti minta Mukti ikut ke belakang saat dia ke toilet. Dia ingin bicara.


“Aku mau ke rumah sakit. Carlo Mas ikut ketahuan nggak ya sama mereka? Atau Mas lebih dulu sampai sana, sehingga nggak kelihatan ikutin kami. Aku cuma mau bilang bodyguard dikasih tahu dulu. Suruh pada temenin aku ke rumah sakit, karena aku bukan mau pulang. Aku enggak punya nomor bodyguard,” jelas Ayya.


“Mas berangkat sekarang sama teman-teman ya. Carlo kami sekarang naik satu mobil nggak apa-apa kan?” jawab Mukti.


“Nggak apa-apa Mas. Carlo sekarang kan sudah ketemuan satu mobil ya nggak apa-apa. Carlo tadi masak mau ketemuan sudah satu mobil kan aneh,”


“Oke Mas berangkat duluan ya. Nanti kami tentu akan menunggu supaya Carlo lihat kami tiba duluan. Bukan kami ngikutin kamu,” jawab Mukti.


“Iya Mas. Jangan lupa ya bilangin bodyguard-nya suruh ikutin mobil pak Parman.”


“Siap Bu komandan. Kamu hati-hati ya. Walaupun sudah ketahuan oknum yang menyembunyikan video CCTV. Tapi kan kita juga belum tahu siapa dalangnya. Karena baru hari ini Mas Mukti mau culik orang itu untuk ditanyain siapa dalangnya.”

__ADS_1


“Sekarang kita juga harus cari tahu apa hubungan Karenina dan Ellyandri dengan masalah penyebaran videomu. Juga apa hubungan Silvana dengan kasus ini. Karena Silvana bilang dia tidak tahu apa-apa masalah video. Kan jadi ribet nih,” kata Mukti.


“Sudah nggak usah dirinci. Aku tahu harus ungkap semua itu. Aku akan hati-hati,” jawab Ayya.


“Kita harus urai satu persatu sehingga benang merahnya nggak kusut,” kata Mukti.


“Iya Mas, iya. Sudah aku mengerti. Sekarang Mas berangkat duluan cepetan,” ucap Ayya.


“Ya Honey, Mas berangkat,” Mukti mencium kening Ayya selintas.


“Kamu seriusan nggak pernah bertemu Lukas?” tanya Carlo di mobil. Ayya sudah kembali memasang sambungan telepon ke group Lukito family.


“Kamu meragukan aku? Kamu aku kasih nomor Mas Mukti mau? Kamu tanya kapan aku pernah pergi tanpa dia atau kamu bisa tanya Sri. Kamu kan punya nomornya Sri. Tanya apakah aku pernah pergi selain dengan Mas Mukti dan sama dia satu kali selama aku di Solo. Karena sama Sri aja aku nggak pernah pergi, kami hanya ngobrol, masak, tidur, cerita, pokoknya hanya di rumah dengan keluarga besar Mas Mukti. Hanya itu kegiatan aku selain kerja tentunya. Kalau sudah kerja aku dari pagi sampai malam sama Mas Mukti dan sama timnya. Kamu bisa tanya kamu kan juga sudah tahu pak Made dan pak Wayan. Mereka juga jadi wakil delegasi Bali. Bukan delegasi Bali sih. Mereka panitia juga karena tangan kanannya Mas Mukti atau bisa juga tanya delegasi Bali lah mungkin ada yang kamu tahu. Aku tuh enggak pernah jauh dari Mas Mukti, enggak pernah satu kali pun,” kata Ayya yang kesal karena Carlo masih saja bertanya soal kedekatannya dengan Lukas.


‘Terjadi tragedi saat aku jauh dengan mas Mukti. Waktu aku nggak datang itu yang membuat Mas Mukti nggak pengen jauh dari aku,’ kata Ayya dalam hatinya. Tentu dia tak ungkapkan masalah ini ke Carlo

__ADS_1


“Aku masih bingung aja dengan masalah video yang ada di ponselnya Lukas,” ungkap Carlo.


“Apa bukan Lukas bikin video itu sendiri?” pancing Ayya.


“Kalau Lukas yang bikin, kenapa video tersebut dikirim ke ponselnya?” balas Carlo.


“Ya mungkin dari orang suruhan Lukas yang disuruh ngerekam video saat aku dan Lukas bertarung,” ucap Ayya.


“Kamu bilang kamu nggak ada apa-apa sama Lukas. bagaimana sih?”


“Ya kan siapa tahu Lukas bikin video editan itu agar bisa bikin kamu merasa kalah,” pancing Ayya.


“Aku dan Lukas itu bertemu dari kita sama-sama masih 0. kami berkenalan saat isi formulir untuk audisi. Kita masih sama-sama pendaftaran jadi calon bintang dan kami tak pernah punya rasa persaingan. Kami selalu saling menunjang. Jadi kalau pun harus aku yang dapetin seorang perempuan atau aku yang dapetin piala atau apa pun Lukas mendukung. Dia tidak cemburu, tidak iri. Dia bangga menjadi temanku.”


“Dan aku pun seperti itu. Apa pun yang dia raih, apa pun yang dia peroleh aku akan sangat senang aku sangat mendukung dia. Karena persahabatan apalagi persaudaraan itu tak bisa diganti dengan uang seberapa besar pun. Itu yang aku dan Lukas sadari. Kami tak pernah punya rasa iri atau dendam.

__ADS_1


__ADS_2