
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Sebelum tidur minum obat dulu Mas, eh maaf lupa terus, minum vitaminnya,” ucap Ayya sebelum mereka turun dari mobil ketika tiba di studio.
“Mana?” tanya Mukti.
“Nanti sekalian di dalam. Soalnya aku taruh dalam ranselku,” jawab Ayy sambil bersiap turun dari mobil.
Ayy langsung masuk studio bersiap menuju kamarnya di sebelah kamarnya Mukti. Karena teringat sesuatu, Ayya sengaja menunggu Mukti masuk lebih dulu.
“Mau salat Isya bareng enggak?” tanya Ayya. Ayya takut kesalahan bila dia tak bertanya.
“Oh iya, kita belum salat Isya ya?” Mukti baru ingat hal itu.
“Tadi kita berangkat habis maghrib kan Mas?”
“Ya sudah, aku sekalian masuk kamar habis itu keluar salat Isya sekalian minum obat vitamin,” jawab Mukti.
“Obatmu bagaimana?” tanya Mukti.
“Obatku habis tadi siang. Memang dokter enggak kasih banyak. Tinggal skin cream-nya saja,” ujar Ayya.
“Skin creamnya kurang enggak?” tanya Mukti,
“Masih cukup kok, lagian sudah sembuh,” jawab Ayya.
‘*Aku enggak bisa tanya beneran sembuh atau tidak dengan minta bukti melihat luka itu kan? Buat buktiin dia enggak bohong bagaimana coba*?’
“Bukan cuma sembuh. Harus kembali ke semula.” jawab Mukti men skip kata mulus. Tadinya dia ingin bilang harus kembali mulus seperti semula.
__ADS_1
“Aku tahu, masih ada kok skin creamnya, nanti kalau habis aku beli lagi,” jawab Ayya.
“Ya sudah Mas, aku langsung ke dalam ya sekalian siapin vitaminmu,” Ayya masuk kamarnya.
“Ya.” kata Mukti. Mereka pun langsung masuk ke kamar masing-masing.
‘*Kamu sibuk ya? Atau sudah tidur magrib-magrib gini*?’ itu pesan yang dibaca oleh Komang Ayu yang Arjun kirim setelah teleponnya tak diangkat oleh Ayu saat maghrib tadi.
‘*Maaf tadi aku sedang menerima telepon, jadi aku enggak bisa angkat teleponmu*,’ balas Ayu jujur tanpa berpikir kalau kejujurannya sangat berguna.
Saat itu juga teleponnya Arjun masuk karena Arjun tahu Ayu sedang online.
“Sekarang kamu di mana? Kenapa baru angkat telepon aku sekarang?” cecar Arjun sangat posesif.
“Tadi kan aku bilang di chat, aku lagi angkat telepon waktu teleponmu masuk,” jawab Ayya.
“Enggak mungkin nada sambung telepon dari aku masuk dan bukan pakai nada sibuk. Masak kamu sedang terima telepon?” Protes Arjun sedikit kesal karena dia anggap Ayya berbohong. Jelas-jelas tadi sambungan teleponnya masuk.
“Bukannya tadi kamu lagi makan malam ya di pantai?” tuduh Arjun.
“Kalau kamu sudah lihat kenapa kamu tanya? Kamu pasti tahu dong saat telepon dari kamu masuk, aku sedang bicara dengan orang lain,” jawab Ayya tanpa merasa bersalah karena memang itu kenyataannya.
“Kalau bukan kamu yang lihat tapi informanmu yang lihat, tanya sama dia kenapa kasih tahunya enggak jelas? Tanyain saat telepon berbunyi aku sedang ngapain.” kata Ayya, dia kesal lalu dia matikan sambungan telepon itu.
Selain kesal tentu juga dia tak mau Mukti terlalu lama menunggu karena mereka mau salat. Ayya bergegas ganti baju dan mencuci tubuhnya dia juga menyiapkan vitamin buat Mukti yang direkomendasikan oleh Adel.
“Kok lama?” tanya Mukti yang sudah siap di ruang salat mereka.
“Barusan kan cuci badan dulu baru keluar,” jawab Ayya.
__ADS_1
“Bukannya terima telepon?” tanya Mukti sedikit cemburu. Tadi saat keluar kamar memang dia mendengar suara Ayya yang meninggi. Pintu kamar Ayya tak ditutup rapat.
“Iya terima telepon sebentar sebelum ke kamar mandi,” jawab Ayya.
‘*Rupanya tadi kedengeran dari luar waktu aku terima telepon dari Arjun*,’ pikir Ayya. Dia tak sadar bersuara sedikit keras sehingga bisa kedengeran dari luar.
Mereka langsung menjalankan ibadah salat Isya.
“Mas, ini vitaminnya ya. Ingat langsung tidur kalau besok mau bangun pagi buat kerja,” Ayya memberikan satu kaplet vitamin dan air putih pada Mukti.
“Besok subuh kita salat bareng ya?” Pinta Mukti. Dia sangat senang sejak maghrib hanya salat berdua Ayya. Serasa salat dengan makmum sah-nya saja. Bahkan dengan istri saja dia tak pernah melakukan hal ini.
“Insya Allah. Masnya bangunin aku aja kalau aku terlambat bangun, takutnya aku bangun kesiangan karena capek.”
“Kamu capek ngapain?” tanya Mukti.
“Capek hati,” jawab Ayya kesal. Entah mengapa kelakuan Arjun tadi sangat mengganggunya.
“Mas, aku langsung tidur ya,” pamit Ayya.
“Silakan.”
“Mas jangan begadang.”
“Enggak,” jawab Mukti.
Mukti membuka ponselnya, dia memandangi banyak foto Ayya. Semua foto yang ada di Galeri ponsel Ayya sudah pindah ke ponselnya terutama pp-nya Ayya.
Kok bisa mas Mukti punya semua foto itu? Kapan ya mas Mukti pindahin foto-foto Ayya? Ada yang bisa kasih tahu Eyank enggak?”
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok.
__ADS_1