
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Eyang Soetiono, sudah datang duluan,” kata Aksa melihat eyangnya dari pihak Ambar sudah ada di hotel terlebih dahulu, bersama Prasetyo kakak tertua dari Ambar dan Pramudito kakak kedua Ambar beserta anak-anak mereka yang artinya sepupunya Aksa dan ada beberapa keponakan Aksa karena para sepupunya banyak yang sudah punya anak. Aksa tentu senang bertemu dengan para sepupunya.
“Aku pikir mereka enggak diundang saat lamaran ini Pa,” Aksa bicata polos.
“Pasti diundang lah masa Papa cuma berangkat sama keluarga Papa aja ya itu tante Laksmi? Masak dari keluarga Mama enggak? Memangnya kalian enggak punya keluarga dari Mama kamu?” sahut Abu.
“Ya kali aja Papa enggak ngundang saat lamaran ini, tapi langsung nanti di pernikahan aja,” balas Aksa bersiap turun dari mobil dan menghampiri eyangnya yang telah menanti kehadiran keluarga putri bungsu. Ambarwati memang putri bungsu dan perempuan satu-satunya dari Pradana Soetiono.
“Semua keluarga inti mama, Papa undang termasuk bude pakde kamu serta sepupu-sepupumu. Kalau bukan keluarga inti misal sepupu Papa atau sepupu mamamu ya enggak. Nanti mereka akan diundang saat pernikahan saja,” jawab Abu.
“Ayu, sini Nduk,” panggil Ambar pada Ayya Andira atau Komang Ayu Ngurah, asisten pribadinya Mukti.
“Iki sopo Nduk?” tanya Soetiono pada Ambar.
“Ini asisten pribadinya Mukti, dia yang bantuin semuanya,” jawab Ambar. Ayu pun bersalaman pada semua kerabat Ambar yang di perkenalkan di situ.
Mukti dan Aksa tentu aja memeluk Pakde Budenya terutama Aksa yang memang paling dimanja oleh Pakde budenya.
“Wah keponakan Bude sudah besar banget, sudah punya pacar ini pasti,” goda Bude Pras.
__ADS_1
“Aku pacaran sama Mbak Ayu Bude,” jawab Aksa dengan tengilnya.
“Lho manggilnya aja Mbak, kalau sama pacar yang manggilnya enggak Mbak,” bude Pram ikut menggoda Aksa.
“Kalau sudah jadian nanti ya enggak panggil Mbak lah pasti panggil sayangku. Sekarang masih pedekate,” jawab Aksa.
“Opo iki ngomong sayang-sayangan?” tanya Pakde Pram yang baru ikut nimbrung.
“Mukti kapan ini nyusul lamaran?” tanya Pakde Pras dan bude Pram hampir bersamaan.
“Sebentar lagi Pakde, Bude. Aku nyusul pakai helikopter, tenang aja,” jawab Mukti dengan penuh percaya diri. Ambar tersenyum mendengar jawaban putra tengahnya tersebut. Dia menepuk bahu Mukti seakan memberi dukungan agar bersemangat.
“Aaamiiiiiiiiiiiin,” jawab kakak dan kakak iparnya Ambar.
“Mas Aksaaaaaaaaaaa,” Panggil Fahri dan Farhan saat kedua calon ABG itu turun dari taksi malam ini.
“Hallo adik adik Mas yang ganteng-ganteng, tapi tetap Mas yang paling ganteng,” Aksa melebarkan tangannya karena kedua adiknya tak akan bersalaman dengannya tapi akan menghambur ke pelukannya.
Malam Laksmi dan Dwi beserta kedua anaknya datang. Tentu saja Dwi bahagia bisa kembali berkumpul menjadi keluarga Lukito. Seperti kita ketahui di cerita INFIDELITY BEFORE MARRIAGE gara-gara ulah Menur serta ibu kandungnya Dwi maka Dwi pernah tersingkir dari keluarga Lukito.
__ADS_1
“Sehat Dwi?” tanya Abu pada adik iparnya saat Dwi mencium punggung tangannya.
“Alhamdulillah, sehat Mas,” jawab Dwi dengan sopan.
“Du du du, ini siapa cah ayu? Ada yang punya enggak?” tanya Laksmi ketika Ayu ikut salaman di belakang Ambar.
“Ini Ayu, yang aku bilang kemarin,” Ambar memperkenalkan Ayu pada Laksmi.
“Saya Komang Ayu Tante,” kata Ayu pada Laksmi sambil mencium punggung tangan tantenya Mukti itu. Dia tak mau dibilang tak tahu sopan santun bila hanya bersalaman biasa tanpa cium punggung tangan.
“Wah calon mantu meneh iki,” goda Laksmi pada Ambar. Abu, Sonny, Mukti dan Angga mendengar candaan itu dengan jelas. Hanya Aksa yang sudah menjauh dengan kedua adiknya.
“*Aaamiiiiin*. Aku berharap seperti itu,” jawab Ambar.
‘Aaamiiiiin,’ batin Mukti. Entah mengapa dia mengamini candaan tantenya itu.
“Dia calone Aksa,” balas Angga.
Laksmi tersenyum mendapat jawaban papanya, dia tahu keponakannya masih sangat kecil jadi tak mungkin. Laksmi langsung memeluk Angga erat karena sangat rindu pada papa kandung-nya itu. Hanya Angga sosok papa yang Laksmi kenal sejak dia bayi. Bukan Wahid.
Mas Mukti periiiiiiiiiiiiiiiiiiiih, mendengar eyang Angga bilang kalau Ayya adalah calonnya Aksa. Mukti bertekad tak akan lagi membawa Ayya ke acara di Solo agar kesempatan Ayya bertemu Aksa bisa dia minimalisir.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REGRETS yok.
__ADS_1