CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
ENGGAK USAH URUSIN AKU


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Kemarin Sonny sudah menyewa banyak mobil di rental temannya pengusaha rental Jakarta. Dia punya link sesama pengusaha rental mobil jadi dengan mudah dia mendapatkan rental banyak mobil bagi seluruh anggota keluarga yang hari ini ikut dari hotel ke rumah Adelia.



Tiba di rumah Sjahrir rombongan jalan sesuai dengan urutan. Di depan sendiri Angga dan Soetiono yang membuka jalan. Di belakangnya Abu dan Ambar mengapit Sonny yang kali sangat deg deg an, beda saat dia akan melamar Vio, saat itu tak ada greget sama sekali. Tak ada beban yang penting dia bisa memenuhi permintaan sang mama yang didesak eyang Menur agar segera meminang Vio.



Lalu di belakangnya, ada Pakde Pras dan istrinya berikutnya Pakde Pram dan istrinya selanjutnya Laksmi dan Dwi.



“Kamu barisnya sama aku,” perintah Mukti pada Ayya.



“Ya enggak bisa dong Mas. Kan harusnya Mas sama Aksa,” tolak Ayya. dia menolak bersisian dengan Mukti.



“Aksa ada sepupu yang seumuran. Fahri dengan Farhan, enggak usah ngebantah,” jawab Mukti sambil menarik telapak tangan Ayya dalam genggamannya dan berdiri di belakang pasangan Laksmi dan Dwi. Aksa sudah bersiap di belakangnya dilanjut Farhan dan Fahri.



Ayya tentu tak enak, seharusnya dia berjalan di paling belakang bersama para sepupu Mukti yang lainnya yang bawa anak-anak.



Keluarga Sjahrir senang melihat rombongan keluarga Abu yang tidak hanya satu dua orang saja sebagai pendamping Sonny. Seluruh keluarga besarnya hadir, itu artinya keluarga Sjahrir sangat dihargai.



Berbeda dengan waktu Sonny melamar Vio, hanya Ayah, Ibu dan neneknya saja yang ikut.  Imelda dan Laksmi saja tidak ikut padahal mereka adalah keluarga dari Abu.



Banyak kejadian manis saat itu tapi yang diperhatikan Adelia setelah selesai momen penting lamarannya adalah Mukti dan Ayya duduk bersebelahan. Padahal seharusnya walaupun Ayya sekretaris pribadi tak perlu lah ditempatkan seperti itu.



\*‘Aku yakin Mukti punya perasaan khusus pada Ayya,’ \*batin Adelia. Walau dia tahu Ayunya tidak punya rasa apa pun selain hormat terhadap pimpinannya. Adelia akan membantu agar Mukti bisa move on dari Vio. Dan dia setuju bila Mukti mendapatkan Ayya.

__ADS_1



Wajah bahagia terlihat pada pasangan Sonny dan Adelia. Hari itu sudah selesai diadakan lamaran dari keluarga Abu.



Sehabis lamaran selesai sehabis ada ketentuan bahwa pernikahan akan dilaksanakan 3 minggu lagi maka sekarang waktunya makan siang.



“Kayanya ada yang bakalan cepat nyusul nih Mas,” goda Adelia pada Mukti.



“Bisa jadi,” jawab Sonny



“Tapi kalau yang aku tahu sih katanya Ayu pacarnya Aksa itu yang disetujui sama eyang Angga,” balas Sonny seakan Mukti tak mendengar jawabannya untuk Adelia.



“Yang benar?” Adelia benar-benar terkejut mendengar info dariSonny itu.




“Apa Ayu mau menunggu selama itu?”



“Mungkin dinikahkan siri dulu, atau nikah resmi hanya belum resepsi,” jawab Sonny. Mukti hanya diam saja sementara Ayu sedang sibuk mengurusi eyang Angga.



“Eyang mau ini?” tanya Ayu pada Eyang Soetiono



“Eyang yang enggak boleh apa? Biar aku ambilnya tidak salah,” kata Ayu sambil memberikan makanan yang dia ambilkan untuk eyang Angga.



“Enggak. Enggak perlu Nduk. Enggak perlu. Nanti Bude Pram yang akan mengambilkan karena biasanya dia yang selalu perhatiin Eyang,” jawab Soetiono.


__ADS_1


“Lagian Eyang tuh sama dengan eyang Angga. Kami enggak ada pantangan kok,” jawab Soetiono.



“Oh ya wis tak ambilke ya Eyang,” kata Ayu. Dia tak menerima penolakan dari yang Soetiono. Ayu meladeni makan kedua eyang itu tanpa diminta atau di suruh siapa pun. Dari jauh Ambar memperhatikan bagaimana repotnya Ayu memperhatikan kedua Papanya. Yaitu Papa kandung dan papa mertua.



“Yu, Kamu makan dulu,” tegur Ambar.



“Tenang aja Ma. Pokoknya kalau para jagoan sudah maem aku pasti Maem kok,” jawab Ayu.



Ayu baru selesai meladeni Eyang Soetiono dan Eyang Angga, sekarang dia harus tanya Mukti maunya apa jangan sampai dia sedang makan nanti keganggu.



“Mas mau diambilkan sesuatu?” tanya Ayu.



“Enggak, kamu enggak usah urusin aku. Enggak ada yang aku perluin kok,” jawab Mukti.



“Ya wis, nek gitu aku makan ya,” kata Ayya.



“Iya kamu makan aja, dari tadi kamu belum makan malah ngurusin Eyang.”



 ”Ya wajarlah aku urusin Eyang ku,” kata Ayya sambil berlalu.



\*‘Salah lagi,’ \*batin Mukti. Tak sadar dia malah mengacak-acak rambutnya karena kesal


biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok.


__ADS_1


__ADS_2