CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
CANDAAN CALON KAKAK IPAR


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Mukti bingung mau bicara apa lagi dengan Ayya karena sejak tadi Ayya hanya duduk diam dan melihat ke luar jendela, saat itu terdengar notifikasi dari ponselnya Ayya.



Tanpa minta izin Ayya langsung memegang ponselnya dan menjawab sambungan telepon yang terhubung dengannya.



“Wa’alaykumsalam. Kenapa Jun?” tanya Ayya santai. Tak terbebani menerima telepon di depan Mukti.



“Seperti yang aku bilang tadi di pesan, tadi juga Papa sudah telepon aku sih. Ya kalau aku bisa pulang ke Badung aku akan kabari kamu. Tanggal pastinya aku belum tahu, nanti aku kabari beberapa hari sebelum aku pulang ke Badung,” jawab Ayya yang terdengar oleh Mukti. Mukti tak mendengar apa yang Arjun katakan tapi bisa memperkirakan apa pertanyaan Arjuna Ghifari atau Arjun itu.



”Iya sama-sama, wa’alaykum salam,” jawab Ayya mengakhiri percakapan dengan Arjun di ponsel.



“Kamu janjian dengan Arjun saat pulang ke Badung nanti.” tanya Mukti.



“Iya Mas, saya janjian, dia juga pas mau pulang. Jadi kami ingin pulang bareng,” balas Ayya jujur tak mau berbohong.



“Janjian buat kalian lamaran?” desak Mukti.



“Arjun belum bilang gitu sih, tapi mungkin aja. Enggak apa apa lah dipercepat lebih baik,” jawab Ayya.



Arjun memang belum bilang akan langsung melamarnya tapi kemarin saat di teras rumahnya Ambar, Arjun sudah bilang bahwa dia akan serius jadi Ayya juga belum tau bagaimana kelanjutannya. Dia sudah lelah dengan kehidupan ini.



“Kamu bilang Arjun bukan pacar kamu. Kamu bilang kamu mau di kampung aja mau buka usaha. Koq sekarang beda? Kamu mau terima lamaran dia?” Mukti ingat beberapa kali Ayya tak mau mengakui kala Arjun bukan kekasihnya.



“Ya, Arjun memang bukan pacar saya. Tapi kalau dia melamar dengan kedua orang tuanya itu artinya tak ada perempuan lain dalam hidupnya. Itu poin pertama saya mau menerima dia.”



“Memang saya ingin tinggal di desa saja. Saya hanya ingin bersama dengan papa saya. Kalau Arjun terima syarat saya enggak apa apa yang penting kami tidak berpisah.”



“Kalau Arjun enggak mau terima syarat ya sudah saya enggak akan bergeming. Saya tetap akan di desa,” kata Ayya.


__ADS_1


Ayya tak ingin LDR seperti yang ibu-nya lakukan. LDR membuat ibu dan papanya sulit terlebih karena kondisi papanya yang tidak bisa bergerak dari pagar Dewi saat itu.



Itu  membuat Komang Ayu berprinsip kalau dia berumah tangga dia tidak akan LDR dengan suaminya, tak akan pernah.



Mukti tambah gregetan mendengar kalau Arjun dan Komang Ayu janjian di Bali dan dia tak bisa membatalkan janji yang sudah diucapkan bahwa akan mengizinkan Komang Ayu pulang ke Badung saat mereka ada di Bali nanti.



“Sibuk Ma?” tanya Ayya sesudah dia membersihkan diri dan menghampiri Ambar di dapur.



“Enggak Mama enggak masak apa-apa yang bikin repot. Hanya masakan rumah biasa aja. Tadi Mas Sonny minta agar makan malamnya hari ini kangkung plecing aja dia kangen masakan Bali, terus juga sama bikin ayam betutu.” jawab Ambar.



“Wow asyiiiiiik. Mama sudah bikin semuanya atau masih ada yang perlu aku bantu?” tanya Ayya.



“Enggak sih, kayanya kamu perlu meracik salad sayur aja, karena belum ada yang buat cuci mulut.” Saran Ambar menanggapi pertanyaan Ayya.



“Oke Ma, aku bikin sekarang,” jawab Ayya dengan senang hati dia langsung dengan trampil meracik salad sayur.



“Wah Sayangku lagi bikin apa nih?” goda Aksa.




“Suka pakai bingit,” jawab Aksa sambil ngemil peyek yang bu Parman buat.



“Wah ada yang punya sayang nih,” Sonny ikut nimbrung dalam candaan akrab di dapur kali ini.



“Eh pak Sonny. Apa kabar pak?” tanya Ayya. Dia tahu Sonny sudah datang sore tadi, tapi baru bertemu sat ini.



“Maaf saya tidak bisa salaman tangan saya kotor,” lanjut Ayya.



“Enggak apa apa Ayu, tenang aja. Kamu baru pulang langsung ke dapur?” tanya Sonny dengan lembut seperti biasa.



“Enggak kok Pak, saya sejak tadi sudah selesai mandi juga,” Jawab Ayya.


__ADS_1


“Jangan panggil Pak lah kalau saya akan jadi kakak ipar kamu. Kamu kan jadian sama Aksa,” kata Sonny. Ambar Ayu dan Aksa tertawa terbahak-bahak.



“Benar banget saya emang jadian sama Aksa, ya kan Yank?” jawab Ayya ikut terjun dalam gombalannya Sonny. Mukti yang mendengar itu semakin geram karena dia makin tersisih.



“Mama sih kamu mau sama siapa aja yang penting kamu jadi anak Mama,” jawab Ambar.



“Bisa aja Mama sih ah,” tepis Ayya.



“Aku pasti akan jadi anak Mama. Tapi belum tentu jadi menantu Mama. Jadi Mama enggak perlu khawatir dan bikin Mama jadi sedih,” janji Ayya. Tak apa dia memiliki mama sebagai pengganti Sukma. Tapi bukan sebagai mertua karena kalau mertua dia belum berpikir serius ke arah sana.



“Memang kamu jadi pulang ke Bali seperti yang kamu bilang itu?” Ambar penasaran katanya Ayya akan kembali ke Badung dan berhenti bekerja dan menjadi perempuan rumahan saja bersama papanya.



“Iya Ma, aku jadi pulang ke Bali. Tadi Papa sudah telepon dan kebetulan temanku yang kemarin ke sini juga janjian mau ketemu di Badung dia mau ketemu Papa,” jawab Ayya jujur.



“Wah aku patah hati dong,” Aksa langsung menanggapi ucapan Ayya.



“Habis nungguin kamu ngelamar aku kelamaan Yank,” balas Ayya juga dengan cepat.



“Ya sudah Ma biar enggak kelamaan, lamar sekarang aja lah,” jawab Aksa. Semua tambah tertawa.



“Kamu pikir ngelamar itu kayak seperti orang beli bakso? Panggil lalu langsung dibuatkan.” jawab Sonny.



“Cie Mamas yang sudah tahu soal lamaran, sekarang ngomongnya beda,” Aksa paling suka menggoda Sonny.



“Beda dong. Lihatin aja persiapannya aja lama banget,  pengennya sih langsung nikah. Enggak pakai ribet kaya lamaran Mama sama  mama Vonny.” Sonny mengeluarkan ganjalan hatinya yang maunya ingin langsung menikah saja.



Mukti sejak tadi hanya mendengarkan dia berharap semua baik-baik saja sesuai harapannya. Dia sedang menyusun planning untuk masa depannya.


eyank buat novel baru, langsung cuss ke sana yaa. Judulnya REGRETS


Ceritanya tentang penyesalan seorang suami yang menyia-nyiakan istri sah nya karena selalu memuja mantan calon istrinya yang telah meninggal!


Langsung kasih bintang 5  yaa


Enggak boleh lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar biar eyank semangat nulis kelanjutan ceritanya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta.



__ADS_2