CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
ANAK MAMA LUKA BAKAR


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Panas Mas, panas,” Ayya terisak karena dada dan perutnya panas.



“Iya kita langsung ke rumah sakit. Kamu tenang ya,” bujuk Mukti. Dia bimbing Ayya melewati pecahan beling yang bertebaran.



“Pakai mobilku,” kata Wayan.



“Kamu angkat Komang Ayu,” perintah seorang teman Mukti.



“Made kamu lihat CCTV, kalau ada yang mencurigakan langsung lapor polisi. Aku enggak mau tahu, sampai Ayya celaka liatin aja. Dia berhadapan dengan Harjomukti Lukito dan aku pastikan keluarga besar Lukito tak akan tinggal diam!” kata Mukti.



Mukti sudah sangat marah karena dia yakin kejadian barusan bukan tak sengaja. Dan Mukti takut amarah Ambar padanya kalau tahu putrinya tercinta celaka seperti saat ini.



Tentu saja Ni luh Sarasvati kaget, dia tidak ingat tindakannya tadi pasti akan terlacak CCTV.  Dia langsung pucat.



“Bagaimana kondisinya Dok?” tanya Mukti panik.



“Anda suaminya?” Tanya Dokter.



“Bukan.”



“Kalau begitu tolong keluar karena bagian luka bakar ada di dada dan perutnya. Tentu tak baik bila yang bukan muhrim melihatnya,” kata dokter china itu. Biar bagaimana pun dia tahu pasti ada hal yang dilarang dalam agama mayoritas penduduk Indonesia itu.



Mukti langsung diam dan berjalan keluar.



“Iya Ma?” kata Mukti pada saat keluar ruang IGD Ambar menghubunginya.



“Mama kok punya perasaan enggak enak ya? Ada apa dengan Ayu?” tanya Ambar.

__ADS_1



“Ayu baru saja kecelakaan Ma,” jawab Mukti pelan.



‘Bagaimana mama bisa punya feeling seperti ini pada Ayya? Biasanya mama punya feel seperti itu buat kami anak-anaknya saja. Bahkan buat papa dan eyang saja dia enggak dapat firasat setajam ini,’ batin Mukti.



“Maksud kamu kecelakaan bagaimana?” tanya Ambar panik.



“Dia kesiram air panas dan aku sekarang sedang menunggu dia ditangani dokter Ma. Dia di dalam aku enggak boleh lihat karena yang terkena bagian dada dan perutnya,” kata Mukti dengan sedikit tercekat. Wayan menepuk bahu Mukti menguatkan sahabatnya.



Mukti bingung sendiri apa yang harus dikatakan pada Wayan papanya Ayya bila begini kondisi putrinya.



“Mama tunggu hasil pemeriksaan dokter,” pesan Ambar.



“Iya Ma, begitu dokter selesai menangani, aku akan langsung lapor Mama,” balas Mukti.



‘*Ini rupanya yang Mukti bilang tadi, Komang Ayu memang anak mamanya Mukti*,’ Wayan yang mendengar percakapan itu jadi ingat kata-kata Mukti tadi saat makan puding.




“Kenapa Pak?”



“Tolong ambilkan dompet dan ponsel pasien tadi, saya mau daftar sekaligus mau menghubungi keluarganya,” kata Mukti.



Suster langsung mengambilkan dompet dan ponsel Ayya. ”Ini Pak.”



“Iya, kenapa Ya,” kata Wayan begitu mendapat telepon dari nomor putrinya.



,“Maaf Pak ini saya Mukti.”



“Lho kenapa kamu menghubungi saya dengan telepon anak saya?”


__ADS_1


“Ayya baru saja kena musibah. Dia terkena air panas dan sekarang ada di rumah sakit,” jelas Mukti.



“Rumah sakit mana biar Bapak ke sana,” Wayan langsung bersiap ketika mendengar Mukti menyebutkan nama rumah sakit tempat Ayya sekarang berada.



Wayan mengajak Saino dan Lastri untuk berangkat hingga mereka naik mobil bak milik Saino.



“Kamu di mana?” tanya Arjun.



“Masih di Denpasar. Tapi entah habis ini kami kemana, karena boss sedang bersama beberapa temannya dan bilang kami akan pergi selama dua hari.”



“Jadi aku enggak bisa nyusul ke Denpasar?” tanya Arjun.



“Aku belum tahu habis ini kami ke mana, karena rombongannya ini banyak banget. Aku enggak dengar mereka bicara di depan, aku bersama para pegawai ada di ruang tengah,” kata Komang Ayu pada Arjun.



“Baiklah kalau begitu, seandainya kita enggak bisa ketemuan habis ini, ya sudah aku langsung balik ke Jakarta ya. Sekarang aku balik ke Badung aja ke rumah orang tuaku,” kata Arjun.



“Iya enggak apa-apa. Kalau memang nanti aku ada waktu buat bertemu. Aku akan kasih tahu kamu, sebelum kamu pulang,” Komang Ayu berjanji akan memberitahu bila dia bisa ditemui.



“Ya, Aku tunggu kamu telepon ya,” balas Arjun.



“Aku akan kabari kamu sesempatnya,” balas Komang Ayu.



Mukti ingat tadi siang  melihat bahwa Ayya sedang menerima telepon di ruang belakang. Itu sebabnya dia langsung memanggil Ayya untuk makan bersamanya. Dia memanggil Ayya bukan karena tak suka diganggu Ni Luh Saravati, tapi karena Ayya dia lihat menerima telepon, yang dia yakini pasti berasal dari Arjun.



Sekarang ponsel Ayya ada ditangannya,  dia lihat ada panggilan masuk dari Arjun 3 jam lalu.



Ambar langsung menghubungi Adelia menceritakan Ayu yang sedang terluka di Bali.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok.


__ADS_1


__ADS_2