
Ayu meninggalkan dapur, saat itu orang yang tadi masuk ke ruang kerjanya Mukti pun masuk.
“Ibu Komang itu so sweet banget ya?” kata orang tersebut pada ibu bagian dapur.
“Emang kenapa?” kata petugas dapur.
“Dia maksa pak Mukti untuk makan, akhirnya habis satu piring dia suapin. Pak Mukti bilang kalau nggak disuapin dia nggak akan makan,” rupanya dia tadi lama di depan pintu. Ragu masuk karena takut mengganggu.
“Jadi barusan nasi yang diambil mbak Komang itu buat Pak Mukti?” kata orang dapur.
“Saya pikir buat Bu Komang.”
“Buat Pak Mukti itu.”
__ADS_1
“Pantesan pak Mukti kalang kabut kalau mbak Komang keluar sebentar aja sampai nggak mau makan. Rupanya dia super bucin ke bu Komang.”
“Semoga aja ya jodoh, karena dari dulu kita nggak pernah tahu dia dekat dengan perempuan mana pun,” karyawannya mendoakan Mukti berjodoh dengan Ayya.
Hampir semua karyawannya Mukti sudah tahu kalau Komanag Ayu disiram air panas oleh pelukis yang mencintai pak Mukti. Tapi belum tahu tentang kedekatan antara bigboss mereka dengan karyawan barunya.
“Sudah tahu kasus bu Komang dengan Saras?”
“Tadi waktu mbak Komang datang semua melihat pak Mukti berlari memeluk dan menciumnya begitu turun dari ojek. Aku juga dengar pak Mukti menyebut pada temen-temennya kalau bu Komang itu tunangannya dan sepertinya orang tuanya Pak Mukti juga sudah tahu karena tadi juga saya dengar ibunya selalu nanyain Bu Komang.”
“Bahagia ya kita bakal punya bos baru. Mbak Komang itu memang nggak neko-neko dia memang baik dan walau dia sudah resmi jadi tunangan Pak Mukti dia masih baik dan hormat pada kita tidak pernah semena-mena. Semoga mereka berjodoh.”
“Aamiiin.”
__ADS_1
Akhirnya rumor itu terus bergulir di semua pegawainya Mukti. Baik di Gianyar, Denpasar maupun di Badung karena di Denpasar sudah jelas bahwa pak Mukti mengakui kalau Komang Ayu adalah tunangannya.
Tak ada intrik di usahanya Mukti seperti di cerita novel bahwa ada yang marah karena Mukti jadian dengan Komang Ayu yang pegawai baru. Semua senang karena memang sejak dulu semua pegawai Mukti tak pernah ada yang menyukai Mukti sebagai calon pacar atau calon suami.
Semua menghormati Mukti sebagai pimpinannya tak ada yang berani memberikan perasaan lebih atau mencari atensi agar menjadi pacarnya. Mereka semua tahu diri karena Mukti sejak dulu memang selalu diam dan berwibawa di depan pegawai dan mereka juga semua tahu Mukti mau menolong dengan setulus hati tak pernah punya rasa pamrih untuk menjadikan orang yang dia tolong sebagai pacarnya.
Kecuali saat dia melihat Ayya di Jakarta dulu. Itu pertama kali Mukti langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika Ayya sedang menangis di pelukannya Srim ketika mendengar ibunya meninggal dan dia tidak punya biaya untuk pulang ke Bali dan juga masih punya tunggakan hutang banyak kepada manajemen maupun kepada teman-temannya.
Pertama kali Mukti jatuh cinta pada orang yang mau ditolongnya, walaupun tidak mengharap imbalan balik. Tapi kalau sekarang jelas-jelas mengharap imbalan balik. Dia sangat menginginkan Ayya menjadi istrinya kelak.
Hari itu di semua cabang galerinya Mukti pokok pembicaraan adalah jadiannya pak Mukti dengan Komang ayu. Semua membahas tentang pertunangan bos mereka yang jelas-jelas dikatakan sendiri oleh pak Mukti pada teman-temannya. Jadi bukan isapan jempol atau berita bohong karena memang Pak Mukti yang mengatakannya.
Tentu saja mereka semua senang dan mendukung hubungan itu. Terlebih Sita di Badung. Dia tak mengira karena dia adalah orang yang pertama di kenalkan pak Mukti saat Komang Ayu datang.
__ADS_1